31hari hingga
Jubileum 50th GKI Halimun

Situs Komunitas‎ > ‎

Renungan Harian

Yohanes 14:6-14

diposkan pada tanggal 3 Jan 2011 23:52 oleh Admin Situs

Jalan Yesus

Tersesat memang tidak nyaman. Tidak tahu posisi kita ada di mana, tidak tahu mau kemana. Hanya bisa meraba-raba dan menduga saja. Jika hidup diibaratkan dengan sebuah perjalanan, rasanya ada dalam suatu waktu dan tempat orang mengalami kesesatan. Seolah-olah gambaran hidup menjadi gelap dan tidak jelas.

Allah tidak sekedar sebuah konsep ideal, abstrak, penuh misteri. Di dalam Yesus Kristus, Allah nyata dalam pikiran, perasaan dan perbuatan-Nya. Mengetahui, mengenal dan berjalan bersama Yesus memampukan orang untuk menyadari bahwa Allah dekat dan berkuasa. Kebenaran-kebenaran kehidupan yang Yesus ajarkan dan hidupi akan membawa setiap orang yang percaya kepada damai sejahtera sesuai janji-Nya.

Jika Yesus menjadi jalan, kebenaran dan kehidupan, apakah Anda merasa seperti sedang berjalan di jalan yang berbatu dan buntu atau jalan tol empat lajur? Mengapa demikian?

Jika ada yang berkata kepada Anda, "Ada banyak jalan menuju Allah". Apa yang menjadi tanggapan Anda?

Yohanes 10:7-17

diposkan pada tanggal 3 Jan 2011 22:26 oleh Admin Situs

Mendengarkan Suara Allah dan merespons-Nya

Domba, Gembala, Orang Asing, Pencuri, Pintu menuju Domba adalah gambaran yang digunakan Yesus untuk mengungkapkan karya-Nya. Ada yang mendengarkan dan mengikuti apa yang Yesus ajarkan, ada juga yang tidak. Pada masa Yesus berkarya ada juga orang-orang yang sepertinya melakukan karya Allah tetapi sebenarnya mereka hanya memanipulasi umat Allah.

Berbeda dengan orang-orang yang Yesus sebut sebagai "pencuri" domba, sebagai Gembala yang baik Yesus mengenal domba-domba-Nya dan sebaliknya juga domba-domba-Nya mengenal suara Yesus dan merespons-Nya dengan baik. Ini terjadi karena Yesus melakukan apa yang diajarkan-Nya, bahkan yang Ia lakukan adalah untuk kebaikan domba-domba-Nya.

Kapan terakhir kali anda mendengar suara Yesus dan merespons-Nya dengan baik?
Bagaimana anda membedakan suara Yesus dengan suara-suara lain yang akan mencelakakan anda?
Bagaimana perasaan anda jika sebagai domba-domba anda diperlakukan oleh Gembala Yang Baik?

Yohanes 6:41-47

diposkan pada tanggal 2 Jan 2011 00:37 oleh Admin Situs

Bersungut-sungut

Sungut-sungut muncul saat ada ketidakpuasan antara apa yang dianggap ideal dengan kenyataan yang dihadapi. Akibat dari sungut-sungut ada baik dan buruknya. Baiknya, itu dapat menjadi pemacu kinerja menjadi lebih baik dengan mengoreksi apa-apa yang tidak pas. Tetapi menjadi buruk kalau sungut-sungut itu muncul karena keengganan untuk dikoreksi agar melangkah menuju kepada sesuatu yang lebih baik lagi.

Orang-orang Yahudi bersungut-sungut mendengar tentang penyataan jati diri Yesus Kristus berkaitan dengan berita yang di bawa-Nya. Pemahaman dan pikiran mereka dibatasi oleh apa yang selama ini mereka yakini, tanpa berupaya terlebih dahulu menyimak berita yang disampaikan Yesus. Mereka menyanggah pesan yang disampaikan Yesus karena penilaian terhadap "tampilan" Yesus berdasarkan apa yang mereka ketahui. Ada semacam stereotipe di sini terhadap Yesus. Orang-orang Yahudi dalam kisah yang dituliskan Yohanes ini berdebat satu sama lain, tanpa kemauan untuk mengambil keputusan. Mereka mendengar pengajaran Yesus, tetapi tidak mau belajar. Padahal jelas, apa yang disampaikan dan dikerjakan Yesus merupakan "makanan" yang akan membawa kehidupan. "Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal." (Yoh 6:47)

Keterbukaan kepada sapaan Roh Kudus yang memberikan teguran membangun berujung pada kehidupan.

Yohanes 16:23b-30

diposkan pada tanggal 1 Jan 2011 23:33 oleh Admin Situs   [ diperbarui2 Jan 2011 00:34 ]

Bapa di dalam kasih Yesus Kristus

Gambaran apa yang ada di benak Anda tentang Allah? Jika Anda berdoa, apa yang ada di dalam pikiran dan hati Anda mengenai sosok Allah? Bagaimana sifat-Nya, apa yang menjadi kehendak-Nya?

Sebelum Kristus, perkara itu tidak begitu jelas. Namun semenjak kehadiran dan karya Yesus Kristus ada kejelasan bagi kita bahwa hubungan Allah dan umat-Nya kini ditegaskan di dalam hubungan yang akrab namun dalam suasana yang hormat. Seperti hubungan bapa atau ibu dengan anak yang saling terikat dan terbeban untuk mengasihi. Pengikut Kristus yang mau menerima kasih Kristus dan mau menjalankan kehidupannya berangkat dari kasih Kristus dengan pertolongan Roh Kudus kini dapat menjalin relasi yang baru dengan Allah sebagai Bapa yang kasih karunia-Nya melimpah bagi mereka.

"..Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa." (Yoh 16:28). Kata-kata Yesus ini memberikan sebuah "pola kudus". Allah yang berinkarnasi menjadi manusia membarui dunia untuk kemudian pada saat-Nya pergi kepada Bapa. "Pola kudus" ini harus menjadi kesadaran spiritual bagi para pengikut Kristus dalam memaknakan hidup yang dijalani oleh mereka di dunia ini. Di dalamnya ada keseimbangan antara yang ilahi dan insani. Ada tindakan kasih yang harus mengubahkan kehidupan untuk pada akhirnya tiba dan kembali kepada kesempurnaan yang abadi, kepada Bapa.

Perubahan apa yang telah terjadi dalam relasi kita dengan sesama kita akibat relasi kita dengan Bapa di dalam Kasih Yesus Kristus?

1-4 of 4