Apa yang dilihat?

diposkan pada tanggal 8 Jan 2015 17.20 oleh Essy Eisen
Dasar perenungan: 1 Samuel 16:1-13, 1 Timotius 4:11-16

Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Allah melihat hati. Begitulah cara pandang Allah. Lebih mulia daripada manusia kebanyakan. Allah memandang dengan utuh, bahkan mengajar kita untuk menukik jauh ke dalam apa yang terpenting melebihi kemasan belaka. Samuel belajar banyak dari Allah. Semoga kita juga.

Simak juga sikap Rasul Paulus yang membesarkan hati Timotius yang muda. Ketimbang memikirkan stigma buruk yang mungkin ada dalam benak orang lain tentang dirinya, Paulus mendorong Timotius untuk menjadi teladan yang baik dalam berkata-kata, dalam tingkah laku, dalam tindakan kasih, dalam kesetiaan dan dalam kesucian. Allah mengaruniakan talenta yang unik kepada setiap orang untuk dipergunakan. Jangan sampai segala pemberian Allah yang berharga itu tertutupi oleh kata-kata orang yang acap kali tidak utuh karena melulu melihat kemasan belaka ketimbang isi. 

“Kuatkan kami ya Allah, untuk tidak mudah terpengaruh oleh apa yang sekadar tampak oleh mata belaka. Terima kasih karena telah menjadikan kami sebagai maha karya yang tiada duanya demi kemuliaan-Mu. Amin.”
Comments