Dalam naungan rahmat Allah

diposkan pada tanggal 10 Jan 2015 15.53 oleh Essy Eisen   [ diperbarui10 Jan 2015 15.53 ]
Dasar perenungan: 1 Raja-Raja 2:1-4, 10-12, Lukas 5:1-11

Kesediaan untuk berjalan bersama dengan apa yang baik, benar dan indah yaitu dengan Allah, akan menghasilkan buah pada saat-Nya. Tidak ada paksaan dalam mengikut Allah. Namun setiap orang yang berketetapan untuk mengikuti apa yang difirmankan Allah, telah berada dalam ikatan janji Allah yang karena rahmat-Nya selalu memberikan apa yang baik menurut pandangan-Nya. Daud pernah mengalami itu. Maka ia tidak sungkan-sungkan memberikan nasihat kepada anaknya untuk tetap berada dalam naungan rahmat Allah. Begitu juga Simon Petrus. Kesediaannya untuk berjalan bersama Yesus, mengikuti apa yang dikatakan Yesus, berbuahkan sukacita yang utuh, jasmani dan rohani. Bahkan memberikan arah jalan hidup yang baru bagi Petrus dan kawan-kawannya. 

“Janji-Mu ya Allah, berujung pada damai sejahtera dan kehidupan. Kami bersedia ya Allah, tetap sedia ada di dalam lingkup kasih dan rahmat-Mu yang besar itu. Amin,”
Comments