Latihan rendah hati

diposting pada tanggal 3 Jan 2015 08.30 oleh Essy Eisen   [ diperbarui3 Jan 2015 08.31 ]
Dasar perenungan : Yakobus 4:11-17

Ketimbang menghakimi orang lain, lebih baik tetap rendah hati jika kita menjumpai orang lain melakukan kesalahan. Dengan begitu, kita dapat terhindar dari kesombongan rohani yang dapat saja menjadikan diri kita kehilangan kasih. Tentu ini bukanlah kompromi terhadap kesalahan. Ada saatnya dengan kerendahan hati dan cinta kasih yang tulus serta pertolongan dari Allah, kita membimbing melalui keteladanan hidup orang yang melakukan kesalahan itu sehingga perubahan hidupnya bukanlah sebuah perubahan yang dipaksakan, tetapi lahir dari kesadaran tulusnya.

Latihan rendah hati juga dapat dilakukan sebelum melakukan rencana-rencana dalam karya hidup. “Jika Tuhan menghendaki, maka...” Ini tentu bukan sekadar ucapan saja, tetapi sebuah kesadaran untuk terus melibatkan hikmat suci dalam segala karya hidup ke depan.

Terakhir, latihan rendah hati dapat dilakukan dengan tidak menunda-nunda kebaikan yang dapat kita berikan dengan segera kepada orang yang membutuhkan. Berani meninggalkan ruang nyaman dan “turun tangan” adalah bukti nyata orang yang rendah hati. Menurut Yakobus, dosa bukan sekadar melakukan apa yang jahat saja, tetapi dosa juga adalah saat kita tidak melakukan apa yang baik, yang sebenarnya dapat kita lakukan. 

“Karena hikmat suci-Mu, kami mampu menghidupi kerendahan hati senyata-nyatanya. Terima kasih ya Allah.”