Mengapa bertengkar?

diposkan pada tanggal 3 Jan 2015 08.26 oleh Essy Eisen   [ diperbarui3 Jan 2015 08.31 ]
Dasar perenungan : Yakobus 4:1-10

Yakobus jitu mengenali bahwa biang pertengkaran itu pada umumnya adalah egosentrisme alias pementingan diri sendiri. Mengingini sesuatu itu tidak salah, selagi segala keinginan itu dipikirkan matang-matang terlebih dahulu, bahkan dibawa di dalam doa, supaya apa yang diinginkan tidak menjadi pemicu dosa kepada Allah dan sesama.

“Dunia” yang disinggung oleh Yakobus di sini bukanlah dunia dalam pengertian yang umum, tetapi sebuah gambaran keberadaan berjalan sendiri tanpa tuntunan hikmat suci. Tanpa hikmat suci orang hanya pandai berbangga dan mementingkan diri sendiri saja. Sebaliknya, kerendahan diri di hadapan Allah, menerima hikmat suci-Nya membarui pikiran dan nurani, akan memampukan kita untuk mengalahkan segala kehancuran yang dibuat oleh Iblis.

“Tanpa-Mu ya Allah, kami hanya pandai bertengkar dan saling menghancurkan. Kami mau ya Allah, dibimbing oleh cinta kasih-Mu, supaya apa yang baik, indah, damai di Sorga, hadir pula di dunia ini. Amin.”