Mengolok-olok cinta kasih?

diposting pada tanggal 22 Jan 2015 13.39 oleh Essy Eisen
Dasar Perenungan: Yeremia 20:7-13, 2 Petrus 3:1-7

Kekuatan cinta kasih tidak dapat dihentikan. Tetapi meskipun begitu, banyak orang meragukan kuasa cinta kasih yang sudah terbukti memperbarui kehidupan. Nabi Yeremia pernah mengalami olok-olok itu. Sebagai penyampai pesan cinta Allah kepada umat-Nya, sang Nabi mengungkapkan keluhannya, karena tidak semua orang mau menerima pesan Allah. 

Namun Nabi Yeremia tidak gentar. Ia tetap berpengharapan. Begitu juga penulis surat Petrus yang kedua. Bagi mereka pesan cinta kasih Allah harus terus diberitakan dan dihidupi. Apapun hambatan dan tantangannya. Sebab hanya dengan cinta kasih sajalah, pembaruan kehidupan sungguh terjadi. 

“Saat kami mendapatkan olok-olok karena menghidupi pesan cinta kasih-Mu, 
kuatkanlah kami ya Allah. Amin.”
Comments