Orang sabar, rendah hati

diposting pada tanggal 20 Jul 2017 10.04 oleh Admin Situs
Kita menjadi tidak sabar saat apa yang ideal yang ada di kepala dan hati kita, tidak sesuai dengan apa yang kita lihat, dengar, saksikan, alami. Rasanya, harusnya, yang ideal yang dari kita dan punya kitalah yang seharusnya terjadi, bukan yang lain. Begitulah bumbu menjadi tidak sabar. Oleh sebab itu, untuk menjadi sabar, kita harus memutakhirkan prosesnya. Lihatlah bahwa apa yang ideal bagi kita, ternyata masih jauh di bawah idealitasnya Allah. 

Misalnya Abraham, yang disinggung oleh penulis Ibrani sebagai orang yang menanti dengan sabar (Ibr. 6:13-20). Ada yang menguasai pikiran dan hati Abraham selain idealitas dan keinginan dirinya semata, yaitu janji-janjia Allah. Berbekal kerendahan hati dan kesediaan untuk menempatkan idealitas diri dibawah idealitas Allah, Abraham beroleh apa yang mendatangkan damai sejahtera. 

Jadi, jika ingin menanti dengan sabar, salah satu modal pentingnya ialah ini: kerendahan hati.

EE
Comments