Pendirian yang teguh

diposting pada tanggal 12 Nov 2013 10.45 oleh Essy Eisen   [ diperbarui12 Nov 2013 10.53 ]
Semua orang memiliki nilai hidup. Tentu sesuai dengan bertambahnya usia dan pengalaman hidup, nilai-nilai hidup dapat bertambah dan berkembang. Ada kalanya pengalaman hidup yang dialami membuat nilai-nilai hidup turut terpengaruh. Entah pengalaman hidup yang baik atau yang buruk keduanya dapat membuat nilai-nilai hidup yang ajeg dimiliki mengalami perumusan ulang, baik dilakukan secara sadar maupun tidak sadar.

Ayub memiliki nilai-nilai hidup. Dalam kesusahan hidup yang dialaminya, teman-temannya datang memberikan nasihat, penghiburan, didikan dan sebagainya. Tetapi Ayub kritis. Pendiriannya teguh. Dengan seksama ia memeriksa ulang nilai-nilai hidup yang diajukan teman-temannya itu dalam terang hikmat pengalamannya bersama dengan Allah (Ayub 21:1, 17-34)

Pada zamannya, penulis surat 2 Yohanes (2 Yoh. 1-13) mengetahui bahwa sebagai pengikut Kristus, mereka tidak kebal terhadap tantangan nilai-nilai hidup yang bertentangan dengan ajaran Kristus. Oleh sebab itu, dengan hikmat Allah, ia menasihatkan umat agar memiliki pendirian yang teguh sebagai pengikut Kristus, tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran yang merongrong pengajaran Kristus.

Terinspirasi dari: Ayub 21:1, 17-34, 2 Yohanes 1-13
Comments