Sang Pemelihara Bangsa-Bangsa

diposting pada tanggal 3 Des 2017 17.11 oleh Admin Situs   [ diperbarui3 Des 2017 17.12 ]
Tuhan, Allah yang Mahakuasa, menunjukkan apa yang adil dan benar melalui karya-Nya lewat berbagai cara. Tidak semua orang memahami bahwa karya Allah itu adalah karya yang universal. Acapkali orang dapat terjatuh dalam penyembahan Allah yang Mahakuasa sesempit ilah lokal belaka. Kapan itu terjadi? Saat Allah dipahami memihak segelintir kumpulan orang saja dalam tindakan-Nya. Padahal sejatinya Allah yang Mahakuasa itu berdaulat atas semesta alam. Apa yang adil dan benar bagi semesta, itu yang menjadi karya-Nya.

Dalam pewahyuan kepada Yohanes, khususnya pada nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba diungkapkan demikian (Why. 15:3-4) 

"Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? 

Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

Akan tiba saatnya, bangsa-bangsa mengenali dan mengakui karya Allah yang adil dan benar lalu akan mengikuti kehendak-Nya. Saat itu terjadi semua orang tidak lagi merasa benar sendiri, atau mengungkung Tuhan Allah menurut pemahamannya sendiri saja, tetapi menyembah Allah sebagaimana Allah adanya, sebagai Allah yang Mahakuasa, Pemelihara Bangsa-Bangsa. Jadi ingatlah, jangan mengerdilkan kuasa Allah yang karya-Nya universal itu.

EE
Comments