"Segitiga Sama Sisi Proses"

Pertumbuhan Rohani

Bertumbuh dalam pemahaman dan pengalaman bersama dengan Allah.
(bagaimana kami berelasi dengan Allah)


Komunitas Kasih

Membangun hubungan yang tulus dan bermakna satu dengan yang lain.
(bagaimana kami berelasi dengan satu sama lain)


Pelayanan Menghamba

Melayani dan peduli kepada lingkungan sekitar kami.
(bagaimana kami berelasi dengan dunia)

---


di GKI Halimun kami mengundang setiap orang untuk menjawab tiga pertanyaan sederhana di bawah ini:


Apakah saya mau terlibat dalam proses yang akan menolong saya,
untuk bertumbuh secara spiritual?


Apakah saya terhubung dengan yang lain dalam relasi berbagi hidup yang tulus,
berangkat dari makna hidup yang sehat dan benar?


Apakah saya melayani sesama ciptaan Allah?


Menjadi bagian dalam GKI Halimun berarti membuat langkah-langkah maju dalam tiga area di atas,
masing-masing sesuai dengan latar belakang dan konteks kami yang unik.

  • Hal-Hal apa yang ingin kami lakukan?

    • Kami ingin membangun kultur kemuridan "yang mengundang" melalui apa yang kami lakukan, di mana orang-orang yang datang mendapatkan pertolongan dan dukungan dalam perjalanan mereka menuju transformasi hidup, di mana orang-orang yang datang dapat memiliki kehidupan spiritual yang sehat.

    • Kami ingin mempersembahkan sumber daya karunia Allah terarah kepada visi kami, saat itu semua dapat digunakan untuk melayani dunia dalam hal pembaruan hidup, "sorga" bagi terwujudnya kesehatan lingkungan dan tempat berlindung bagi setiap orang yang membutuhkan.

    • Kami ingin membangun dan memelihara komunitas yang berbelarasa dan memberi inspirasi yang memanusiakan di lingkungan kami, yang dimulai dari lingkup komunitas kecil dari orang-orang yang peduli satu sama lain, untuk kemudian menolong satu sama lain bertumbuh, berangkat dari kerendahan hati dan ketulusan.

    • Kami ingin menjadi katalisator perubahan sosial di mana kami hidup, bekerja dan berkarya. Kami ingin jadi warga bangsa Indonesia yang menjadikan hidup berguna bagi yang lain, melayani dengan meneladankan inisiatif yang kreatif untuk membuat dunia menjadi lebih baik, tanpa mencari nama.

    • Kami ingin membangun ministri/pelayanan yang terarah, menyeluruh dan berkesinambungan untuk menolong orang-orang yang mengalami pergumulan kehidupan.

    • Kami ingin menjadi tempat penyembuhan dan pemulihan di mana kami dapat menawarkan kelegaan, dukungan dan pengharapan bagi setiap orang yang memiliki beban kehidupan.

    • Kami ingin menjunjung dan menghargai keberagaman di mana orang dari berbagai latar belakang budaya dapat datang dan menikmati pola kebersamaan hidup yang saling memberi kasih dan damai di tengah-tengah kecenderungan pembedaan sempit yang memberikan pengaruh negatif.


Pengakuan Iman

        Kami mengaku bahwa Yesus Kristus adalah :

  1. Tuhan dan Juruselamat dunia, Sumber kebenaran dan hidup
  2. Kepala Gereja, yang mendirikan gereja dan memanggil gereja untuk hidup dalam iman dan misinya.

    Kami mengaku bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah, yang menjadi dasar dan norma satu-satunya bagi kehidupan gereja.

    Dalam persekutuan dengan Gereja Tuhan Yesus Kristus di segala abad dan tempat, kami menerima Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel, dan Pengakuan Iman Athanasius.

    Dalam ikatan dengan tradisi Reformasi, kami menerima Katekismus Heidelberg.

    Dalam persekutuan dengan Gereja-Gereja di Indonesia, kami menerima Pemahaman Bersama Iman Kristen


Mukadimah Tata Gereja - Gereja Kristen Indonesia

Oleh bimbingan dan pertolongan Roh Kudus, Gereja Kristen Indonesia yang merupakan kelanjutan dan wujud kesatuan dari Gereja Kristen Indonesia Jawa Barat, Gereja Kristen Indonesia Jawa Tengah dan Gereja Kristen Indonesia Jawa Timur, dalam menggumuli Firman Allah yang dipersaksikan oleh Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, di tengah-tengah dunia dalam konteks Indonesia pada masa kini, dengan ini menyatakan pokok-pokok pemahaman dan pengakuan imannya mengenai gereja yang universal dan mengenai dirinya sendiri secara partikular sebagai berikut:

Secara universal, gereja bersumber pada Allah yang menyelamatkan melalui karya-Nya di dalam dan sepanjang sejarah. Karya penyelamatan Allah -yang mencapai puncaknya pada Tuhan Yesus Kristus- dilakukan secara menyeluruh dan meliputi segala sesuatu menuju pemenuhan Kerajaan Allah. Dalam karya penyelamatan itu, melalui perjanjian-Nya, Allah menghimpun umat pilihan-Nya yang dimulai dari Israel dan dilanjutkan dengan umat Allah yang baru dalam Tuhan Yesus Kristus melalui kuasa Roh Kudus, yaitu gereja. Sebagai umat baru, gereja itu esa. Keesaan gereja itu adalah keesaan dalam kepelbagaian. Dengan demikian, gereja adalah persekutuan yang esa dari orang-orang beriman kepada Yesus Kristus -Tuhan dan Juruselamat dunia- yang dengan kuasa Roh Kudus dipanggil dan diutus Allah untuk berperan serta dalam mengerjakan misi Allah, yaitu karya penyelamatan Allah di dunia.

Dalam rangka berperanserta mengerjakan misi Allah, gereja melaksanakan misinya. Misi gereja itu dilaksanakan oleh seluruh anggota gereja dalam konteks masyarakat, bangsa dan negara di mana gereja ditempatkan.

Misi gereja dilaksanakan oleh gereja, baik dengan mewujudkan persekutuan dengan Allah dan dengan sesama secara terus-menerus berdasarkan kasih, maupun dalam bentuk kesaksian dan pelayanan.

Dalam rangka melaksanakan misi gereja, anggota gereja berperan secara hakiki sesuai dengan panggilan Allah dan karunia Roh Kudus. Sehubungan dengan itu, anggota gereja yang dipanggil menjadi pejabat gerejawi berperan memimpin gereja. Hubungan antara pejabat gerejawi dan anggota gereja bukan merupakan hubungan yang hierarkis, melainkan hubungan fungsional yang timbal balik dan dinamis, dialasi oleh kasih.

Misi gereja itu dilaksanakan di tengah-tengah situasi yang senantiasa berubah dan berkembang. Karena itu, untuk melaksanakan misinya dengan baik, gereja dalam keseluruhan dan keutuhannya dipanggil untuk terus-menerus melakukan pembangunan gereja.

Secara partikular, Gereja Kristen Indonesia di samping memahami dirinya sebagai bagian dari gereja Tuhan Yesus Kristus Yang Esa, juga memahami dirinya sebagai bagian dari gereja-gereja di Indonesia, dan bagian dari masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.

Keberadaan Gereja Kristen Indonesia dimaksudkan sebagai sumbangan bagi proses yang lebih nyata dari Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia, dan bagi pelaksanaan yang lebih baik dari misi Allah. Oleh karena itu, wujud kesatuan Gereja Kristen Indonesia adalah kesatuan yang fungsional, yang dicerminkan dalam bentuk kesatuan struktural yang organis, dengan tetap menghargai dan memanfaatkan semua kekayaan serta kepelbagaian warisan historis yang ada di dalamnya.

Sebagai gereja di Indonesia, Gereja Kristen Indonesia mengakui bahwa gereja dan negara memiliki kewenangan masing-masing yang tidak boleh dicampuri oleh yang lain, namun keduanya adalah mitra sejajar yang saling menghormati, saling mengingatkan, dan saling membantu.

Dalam kebersamaan yang dijiwai oleh iman Kristiani serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa, Gereja Kristen Indonesia membuka diri untuk bekerjasama dan berdialog dengan gereja-gereja lain, pemerintah, serta kelompok-kelompok yang ada di dalam masyarakat, guna mengusahakan kesejahteraan, keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

***

Logo GKI terdiri dari 4 (empat) komponen utama yaitu perahu, salib, gelombang, serta Alfa Omega, berikut ini adalah maknanya

  • Perahu melambangkan gereja Tuhan yang bergerak maju memenuhi tugas panggilannya di dunia dan pengakuan GKI sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari gereja-gereja Tuhan untuk mewujudkan Gereja Yang Esa di Indonesia dan di dunia. 
  • Salib melambangkan kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang menentukan jalan hidup GKI. 
  • Gelombang melambangkan dunia yang penuh tantangan dan peluang di mana GKI diutus. 
  • Alfa dan Omega melambangkan Tuhan Allah yang kekal, yang berkuasa menetapkan dan menyertai seluruh perjalanan GKI.