Kegiatan‎ > ‎

Renungan Warta

Disalin dari renungan warta yang tercetak pada
halaman muka Warta Jemaat GKI Halimun

MENJADI GKI YANG RENDAH HATI DAN PEDULI

diposkan pada tanggal oleh Admin Situs

Amsal 25:6-7, Mazmur 112, Ibrani 13:1-8, 15-16, Lukas 14:1, 7-14

Menjadi rendah hati dan peduli. Bukankah ini yang menunjukkan kualitas sejati dan mulia dari seorang anak manusia? Dalam hikmat Kristiani, kualitas seseorang yang diselamatkan bukan ditentukan oleh ketenaran, kemahiran, terpandang, terhormat dan hal-hal spektakuler lainnya. Sebab saat itu yang dikejar, tidak susah bagi kita menjumpai kenyataan: kekerasan, keserakahan, pengkhianatan, kesedihan, perkelahian dan kejahatan-kejahatan lainnya.

Syukur kepada Allah! Karena melalui pengajaran Tuhan Yesus Kristus dan dalam bimbingan Roh-Nya yang kudus, Minggu ini, seiring peringatan hari ulang tahun penyatuan GKI yang ke 28, kita diajar oleh Firman-Nya, bukan untuk menjadi tinggi hati dan masa bodoh, tetapi untuk menjadi pribadi-pribadi yang diberkati, yaitu yang terus mau berproses dengan tekun menyatakan kerendahan hati dan kepedulian.
  1. Tindakan semacam apa yang menjadi penanda orang yang rendah hati menurut penulis Amsal? (Ams. 25:6-7) 
  2. Kebahagiaan seperti apa yang akan didapat oleh orang yang takut Tuhan? (Mzm. 112:1-3)
  3. Seperti apakah hidup yang dialami oleh orang benar? (Mzm. 112:4-10) 
  4. Bagaimana sikap nyata dari orang yang memelihara kasih? (Ibr. 13:1-4) 
  5. Bagaimana sikap nyata orang yang menyadari pertolongan dan pemeliharaan Tuhan? (Ibr. 13:5-6) 
  6. Bagaimana sikap seorang pengikut Kristus seharusnya? (Ibr. 13:7-8) 
  7. Seperti apakah korban syukur yang berkenan kepada Allah? (Ibr. 13:15-16) 
  8. Pesan apa yang Anda temukan dari perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus tentang “posisi tempat duduk” ini? (Luk. 4:7-11) 
  9. Apakah Anda berbahagia saat memberi? Apa yang dapat kita pelajari dari nasihat Tuhan Yesus kepada orang yang mengundang Dia makan ini? (Luk. 4:12-14) 
  10. Bagaimana pikiran, perasaan dan tindakan Anda jika Anda menjadi anggota dari sebuah Gereja yang dipenuhi dengan orang-orang yang rendah hati dan peduli kepada orang yang membutuhkan? 
Minggu 28 Agustus 2016
Pdt. Essy Eisen

Tuhan melepaskan ikatan penghambat hidup

diposkan pada tanggal 18 Agt 2016 12.15 oleh Admin Situs

Lukas 13:10-17

Kristus bukan saja mengajar (menghidupi ajaran yang sehat), beribadah (menekuni kesalehan yang tulus), tetapi Ia juga melepaskan ikatan penghambat hidup (melakukan tindakan kasih yang nyata berangkat dari iman dan kesalehan). Ketiganya dihidupi selaras dan saling mengisi serta berbuah dalam pembaruan hidup orang-orang yang dijumpai-Nya.

Kabar baik dalam pemberitaan firman Minggu ini adalah : “Tuhan melepaskan”. Apa yang dilepaskan oleh Tuhan? Ikatan-ikatan yang menghambat orang untuk menjalankan hidupnya sebagai seseorang yang hidup dalam keberlimpahan anugerah Allah.

Orang-orang yang menerima kabar baik itu, segera diperlengkapi-Nya dengan segala yang baik dan perlu sesuai rencana-Nya, untuk pada akhirnya tidak lagi menunda-nunda apa yang dapat dikerjakan sebagai orang yang telah dilepaskan karena cinta dan belas kasih-Nya. Itu berita panggilan-Nya.
  1. Apa yang dilakukan Yesus dan kapan terjadinya? 
  2. Siapa yang hadir saat Yesus sedang mengajar? Apa yang terjadi dengannya?
  3. Apa yang Yesus lakukan saat melihat perempuan itu? 
  4. Bagaimana tanggapan orang-orang yang melihat hal itu? 
  5. Bagaimana tanggapan Yesus terhadap tanggapan-tanggapan orang lain yang muncul saat itu? 
  6. Apa makna ibadah menurut Anda? Apa yang Anda dapat pelajari tentang ibadah dari kisah ini? 
  7. Adakah aturan-aturan yang Anda ketahui di sekitar Anda yang justru telah menghalangi orang mendapat kebaikan Allah? Apa sikap Anda terhadapnya? 
Minggu 21 Agustus 2016
Pdt. Essy Eisen

Pemurnian

diposkan pada tanggal 14 Agt 2016 00.05 oleh Admin Situs

Lukas 12: 49 – 56

Perhiasan yang terbuat dari emas murni tentu saja lebih menyita perhatian ketimbang perhiasan imitasi. Meskipun saat ini secara sekilas orang sulit membedakan mana yang murni dengan yang imitasi. Untuk menghasilkan emas murni tentu saja membutuhkan proses yang lama juga usaha yang keras.

Pun demikian dangan murid Kristus, kemurnian hatinya ditunjukkan dengan totalitas untuk tunduk dan taat terhadap kehendakNya. Tentu saja ini bukan persoalan yang mudah. Siapkah kita?
  1. Apa maksud perkataan Yesus bahwa Ia datang membawa pertentangan? Bukankah kita mengenalNya sebagai pembawa damai? 
  2. Apakah pertentangan itu harus terjadi? Mengapa? 
  3. Mengapa Yesus menggunakan api sebagai lambang pemurnian? 
  4. Kritikan apa yang Yesus sampaikan terhadap orang banyak di sekitarNya? 
  5. Apa kaitan antara membaca tanda zaman, kemurnian hati dan kesempatan melihat Allah? 
  6. Pelajaran apa yang saudara dapat dari bacaan ini? 
Minggu, 14 Agustus 2016
Pdt. Noerman Sasono

Pegang Selalu Janji Tuhan

diposkan pada tanggal 4 Agt 2016 12.13 oleh Admin Situs

Lukas 12:32-40

Kekuatan entah meliputi kemampuan, kekayaan, kepandaian dan lain sebagainya, jika menjadi tujuan akhir dalam hidup, berpotensi membuat orang lupa untuk mengasihi Tuhan dan sesama. Sikap bijaksana dalam mengelola kekuatan dalam diri ialah: bagaimanakah itu dapat digunakan selaras dengan tujuan-tujuan yang dikehendaki Tuhan. Ingat, bahan dasar utama untuk berdosa adalah mementingkan diri sendiri. Hati-hati!

Dalam kehati-hatian yang tulus, orang menjadi lebih waspada untuk mencermati hidup dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Tuhan Yesus Kristus berjanji akan datang kembali. Dalam penantian itu, cara seseorang mengelola hidupnya menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Apakah dalam beriman, ia bersedia, untuk pada satu sisi tidak pernah meragukan janji Tuhan dan pada sisi yang lain, selaras dengan imannya itu, menjadikan hidupnya semakin dekat dengan penyataan kasih Tuhan dalam setiap peristiwa hidup, baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, senang maupun susah?
  1. Apakah anda termasuk orang yang mudah tidur atau pengidap insomnia? Apa sebabnya?
  2. Apa kaitan antara kewaspadaan dan kekhawatiran (perhatikan ayat 22-34)? 
  3. Mengapa Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk “siap sedia”? Siapakah “pencuri” yang dimaksudkan Yesus? 
  4. Perhatikan ayat 37. Bagaimana perasaan anda ketika menyadari Yesus melayani anda? 
  5. Tuhan Yesus mengingatkan kepada murid-murid-Nya akan sebuah “bahaya” dalam bacaan ini. Apakah anda mengenali “bahaya” itu? 
  6. Sebutkan apa-apa saja yang sedang dipercayakan oleh Tuhan untuk dikelola dalam hidup anda sekarang ini! 
  7. Jika, umpamanya, anda mengetahui bahwa Yesus akan datang 30 hari lagi, apa-apa saja yang akan anda siapkan untuk “inspeksi” yang dilakukan-Nya? 

Minggu 7 Agustus 2016
Pdt. Essy Eisen

Kaya di hadapan Allah

diposkan pada tanggal 4 Agt 2016 12.07 oleh Admin Situs   [ diperbarui4 Agt 2016 12.08 ]

Lukas 12: 13 - 21

Pada tahun 1993, Oppie Andaresta mempopulerkan sebuah lagu yang berjudul “Cuma Khayalan”. Salah satu liriknya : “Andai aku jadi orang kaya… Punya mobil mewah, rumah gedong, kapal pesiar dan uang banyak…” Lagu ini, cukup mewakili isi hati sebagian orang dalam hidup ini, yakni menjadi kaya dan menyenangkan diri.

Mengumpulkan kekayaan memang tidak salah. Meraih kesuksesan juga bukan hal yang keliru. Namun semuanya itu akan menjadi salah dan keliru jika kita menjadikan kesuksesan duniawi sebagai tujuan untuk kesenangan diri. Padahal semuanya itu hanyalah alat yang dapat digunakan bukan sekedar untuk menjalani kehidupan ini, tetapi menjadi cara untuk menghadirkan kasih Kristus.

Cara pandang yang keliru dalam pengumpulan harta dapat membawa manusia jatuh ke dalam ketamakan. Menjadi orang-orang yang serakah dan tidak pernah puas untuk terus menerus menimbun harta kekayaan bagi diri sendiri. Saat Tuhan mempercayakan kekayaan, pada saat yang sama ia menghendaki manusia untuk berbuat kebaikan dan menjadi saluran berkat bagi sesama.
  1. Mengapa Yesus menjawab permintaan orang kaya itu dengan memberikan perumpamaan orang kaya yang bodoh? 
  2. Mengapa orang kaya tersebut disebut bodoh saat ia berhasil menumpuk kekayaan untuk bertahun-tahun? 
  3. Apakah arti dari “kaya di hapadan Allah”? berikan contoh kongkritnya! 

Minggu 31 Juli 2016
Pdt. Noerman Sasono

Apabila Kamu Berdoa...

diposkan pada tanggal 19 Jul 2016 10.00 oleh Admin Situs

Lukas 11:1-13

“Berdoalah sebelum Anda didoakan!” Ungkapan ini pernah saya baca dalam sebuah artikel. Maksudnya tentu saja mengarahkan orang untuk tekun berdoa. Namun ungkapan ini punya kelemahan. Sebab seolah-olah doa menjadi sebuah kewajiban dengan akibat buruk atau menyedihkan jika tidak dilakukan.

Doa semestinya tidak terpaksa atau dipaksa. Doa adalah bagian dari hidup beriman. Semua orang beriman berdoa. Dari kerinduan dan kedalaman hati setiap orang yang dipenuhi cinta kasih Tuhan, acap kali doa mengalir deras terungkap dengan sendirinya. Kadang bahkan bukan dalam bentuk untaian kata-kata.

Kita semua perlu terus belajar berdoa. Bukan sebatas belajar isi kata-kata doa saja. Tetapi juga belajar untuk menghidupi apa yang menjadi doa-doa kita. Karakter indah dari setiap orang yang berdoa terjadi pada saat diri semakin peka untuk mencermati apa yang menjadi kehendak Allah dan apa yang merupakan kehendak pribadi. Ada yang perlu diwaspadai dalam berdoa: jangan sampai doa-doa kita menjadi basa-basi, sebab tidak dilakukan dalam relasi yang asli, asri dan rendah hati dengan Sang Maha Suci yang maha mengetahui! 

  1. Apakah Anda masih ingat isi doa Anda semasa kecil dahulu? Bagaimanakah isinya? 
  2. Apa doa terlucu yang pernah Anda dengar dari mulut seorang anak kecil? 
  3. Apa yang menjadi latar belakang murid-murid meminta Yesus mengajarkan doa kepada mereka (ay.1)? 
  4. Dalam model doa yang diajarkan Yesus (ay.2-4) hal apa saja yang terkait dengan Allah pada awal doa? Mengapa awalnya demikian? Lalu hal-hal apa saja yang terkait dengan diri? 
  5. Menurut Anda apa ada kaitan antara berdoa dengan pengampunan? Bagaimana kaitannya? 
  6. Perhatikan perumpamaan dalam ayat 5-8. Apa pesan perumpamaan itu tentang “berdoa”? 
  7. Perhatikan ayat 9-10. Apa kaitan penyataan Yesus ini dengan perumpamaan sebelumnya? 
  8. Perhatikan ayat 11-13. Apakah penyataan Yesus ini menjernihkan pemahaman kita memahami ayat 9-10? Dalam hal apa? 
  9. Memperhatikan model doa yang diajarkan Yesus ini, bagaimanakah jika dibandingkan dengan doa-doa kita selama ini? Apa persamaannya? Apa perbedaannya? 
  10. Bagaimanakah Anda berdoa selama ini? Apakah ada waktu atau tempat tertentu untuk berdoa? Atau spontan saja? 
  11. Apa saja yang Anda siapkan sebelum berdoa, apakah membaca Mazmur? Buku renungan harian? Atau menyanyikan sebuah lagu? 
  12. Apa yang menjadi bagian terbesar doa-doa Anda: Ucapan syukur? Pengakuan? Permohonan? Mengapa? Pada bagian yang manakah Anda ingin bertumbuh? 
  13. Apa yang menjadi pemberian paling berharga yang dapat diberikan oleh Allah (ay.13)? Apakah Anda membutuhkan pemberian dari Allah itu? Mengapa? 
  14. Sebutkan satu hal yang ingin Anda dapatkan dari Bapa di Sorga?

Minggu 24 Juli 2016
Pdt. Essy Eisen

Perjumpaan

diposkan pada tanggal 18 Jul 2016 01.10 oleh Admin Situs

Kejadian 18: 1 – 15

Libur panjang dalam rangka hari raya Idul Fitri tahun ini banyak digunakan oleh orang-orang untuk melakukan reuni dengan rekan- rekan semasa kecil atau semasa sekolah. Perjumpaan itu semakin bermakna tatkala masing-masing berbagi cerita kehidupan yang telah dijalani selama ini. Perjumpaan yang bermakna tentu saja tidak akan mudah untuk dilupakan, tapi akan terus di kenang. Dalam kehidupan ini bagaimanakah kisah perjumpaan kita dengan Tuhan? 
  1. Siapakah tokoh atau orang yang sangat ingin saudara jumpai? Bagaimana perasaan saudara seandainya hal tersebut menjadi nyata? 
  2. Dimanakah Abraham saat Tuhan menjumpainya? Bagaimana respon Abraham? 
  3. Apakah Abraham tahu identitas tamu-tamu itu? 
  4. Berita apa yang dibawa oleh para tamu? Bagaimana respon Abraham? 
  5. Apakah saudara mempunyai pengalaman perjumpaan dengan Tuhan? 
  6. Bagaimana respon saudara setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan? 
  7. Apakah Tuhan menjumpai manusia karena kondisi yang diciptakan manusia? 
Minggu 17 Juli 2016
Pnt. Noerman Sasono

Pergilah dan perbuatlah demikian

diposkan pada tanggal 9 Jul 2016 11.23 oleh Admin Situs

Ulangan 30:9-14; Mazmur 25:1-10; Kolose 1:1-14; Lukas 10:25-37

Seseorang tidak otomatis disebut atlit renang karena dia sudah membaca banyak buku teori renang. Dia hanya dapat disebut perenang bila dia sudah membuktikan kemampuannya berenang. Artinya, identitasnya sebagai perenang tidak dapat dibuktikan hanya dengan sejumlah pengetahuan tentang teori renang, tapi terutama oleh kemampuannya mempraktekkan pengetahuan tersebut. Caranya: masuk ke dalam air dan mulai berenang.

Hal yang sama juga berlaku bagi pengikut Yesus. Kemuridan seseorang tidak ditentukan oleh berapa banyak ajaran Yesus Kristus yang diketahuinya. Mengetahui (atau bahkan mungkin hafal) seluruh isi Alkitab tidak membuat seseorang otomatis menjadi pengikut Yesus.

Lukas 10:25-37
  1. Mengapa ahli Taurat menanyakan cara memperoleh hidup yang kekal kepada Yesus? 
  2. Yesus merespon pertanyaan itu dengan pertanyaan. Lalu Yesus menambahkan: “Jawabmu itu benar, perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup”. Apa makna respon Yesus itu? 
  3. Mengapa ahli Taurat itu bertanya kembali tentang “siapakah sesamaku manusia”? Apa makna pertanyaan itu sesungguhnya? 
  4. Yesus merespon pertanyaan ahi Taurat dengan sebuah cerita. Banyak hal menarik dalam kisah itu. Mengapa imam tidak menolong si korban? Mengapa orang Lewi tidak menolong si korban? Mengapa justru orang Samaria yang menolong si korban? 
  5. Yesus bertanya siapa sesama bagi si korban dan orang itu menjawab “orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Menurut saudara, siapa yang dimaksudkan “yang telah menunjukkan belas kasihan kepada si korban”? Dan mengapa ahli Taurat tidak memberi jawaban secara jelas dengan menyebut tokohnya? 
  6. Apa makna hidup kekal bagi saudara pada masa kini? 
  7. Apa sesungguhnya yang Yesus tekankan dalam perikop ini? 
  8. Apa tantangan terbesar yang saudara rasakan untuk mempraktekkan pesan utama Yesus dalam perikop ini? 

Minggu 10 Juli 2016
Mathyas Simanungkalit, (S.Si. Teol.)

Dari Meja Perjamuan Menuju Tempat Perutusan

diposkan pada tanggal 9 Jul 2016 11.16 oleh Admin Situs

Lukas 10:1-20

Di akhir setiap kebaktian, kita menerima perutusan. Maksudnya tentu sangat jelas. Sebagai pengikut Kristus, kita yang sudah menerima berkat kebaikan Allah di dalam persekutuan dengan Firman Allah dan saudara-saudara seiman, harus meneruskan kebaikan Allah itu melalui hidup yang telah dibaharui-Nya.

Hari ini kita mengingat kembali kebaikan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Roh Kudus menolong dan meneguhkan kita bahwa Kristus sangat dekat dalam hidup kita. Sakramen Perjamuan Kudus menjadi salah satu pemberian Allah yang mengukuhkan kita untuk ambil bagian dalam pekerjaan baik Allah bagi dunia ini, khususnya di tempat di mana kita dipercayakan Allah untuk berkarya.

Di tempat itu, dengan kekuatan kasih-Nya, kita dimampukan untuk menjadikan Allah menjadi Raja di dalamnya. Nilai-nilai hidup yang berujung pada damai sejahtera kita hidupi dan perjuangkan. Tentu kita tidak sendiri, sebab “Tuan pemilik tuaian” dan “Sang Gembala Agung” beserta dengan kita dengan kuat kasih-Nya.
  1. Seandainya, Anda diberikan kesempatan untuk berjualan dari pintu ke pintu, kira-kira produk apakah yang Anda jual? Mengapa? 
  2. Mengapa Tuhan Yesus mengutus murid-murid berdua-dua? Apa yang mereka kerjakan? (lihat ayat 2).
  3. Apa artinya jika dikatakan seorang murid Kristus yang diutus seperti “seorang pekerja dengan tuaian” dan “anak domba ke tengah-tengah serigala”? 
  4. Mengapa mereka diarahkan untuk berkelana/berjalan dengan membawa sedikit beban? (lihat ayat 4). Mengapa mereka diperintahkan untuk berdoa terlebih dahulu? (lihat ayat 2). 
  5. Apa yang harus mereka lakukan saat memasuki sebuah rumah? (lihat ayat 5). Apa alasan Tuhan Yesus menyarankan demikian? 
  6. Apa yang harus mereka lakukan saat memasuki sebuah kota? (lihat ayat 8-12). Apa pesan utama yang harus mereka sampaikan? 
  7. Renungkanlah lingkungan di sekitar kehidupan Anda. Jika diibaratkan sebagai “ladang”, apakah orang-orang di sekitar Anda sudah “matang untuk dituai”? Apa yang akan Anda lakukan untuk lebih terlibat dalam proses “penuaian” itu? 
  8. Apakah Anda pernah berada di dalam situasi seperti “anak domba di tengah-tengah serigala”? Apa yang Anda pelajari dari pengalaman itu? 
  9. Bagaimana Anda membahasakan kembali tema kebaktian hari ini “Dari Meja Perjamuan Menuju Tempat Perutusan” menurut kata-kata dan pergumulan Anda sendiri saat ini?
Minggu 3 Juli 2016
Pdt. Essy Eisen

Maukah Anda ikut berjalan dengan Sang Juruselamat?

diposkan pada tanggal 9 Jul 2016 11.10 oleh Admin Situs

Lukas 9:51-62

Jika kehidupan diibaratkan seperti sebuah perjalanan, maka Yesus Kristus adalah Juruselamat yang akan membimbing, mengarahkan, membentuk, mengubahkan kehidupan setiap orang yang mempercayakan diri kepada-Nya. Perjalanan bersama Yesus memang tidak mudah. Sebab acap kali Tuhan Yesus menantang seseorang untuk keluar dari “ruang nyaman” hidup untuk sungguh-sungguh menikmati apa yang namanya “kehidupan sejati yang abadi”. 

Oleh sebab itu, perjalanan bersama Yesus harus dijalankan dengan kerendahan hati serta bersedia dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga apapun alasan-alasan yang mungkin muncul di dalam perjalanan kita bersama-Nya tidak membuat kita mundur dan menyerah, tetapi terus maju bersamanya dalam perubahan hidup yang berisi damai sejahtera sesuai janji-Nya.

  1. Apakah yang menjadi alasan favorit Anda dalam menolak ajakan untuk mengerjakan sebuah pekerjaan? Apa alasannya? 
  2. Perhatikan alasan-alasan yang diberikan tiga orang yang hendak mengikut Yesus (Ada di dalam ayat 57, ayat 59, ayat 61). Bagaimana Yesus menanggapi alasan mereka? 
  3. Jika Anda membahasakan kembali tanggapan-tanggapan Yesus terhadap alasan-alasan orang itu, bagaimanakah Anda membahasakannya dengan kalimat Anda sendiri? 
  4. Apa yang menjadi inti dari tanggapan Yesus sebenarnya? 
  5. Dari alasan-alasan yang diberikan orang-orang yang hendak mengikut Yesus itu (kenyamanan, kewajiban sosial, kepedulian kepada keluarga) adakah di antaranya yang mirip dengan alasan Anda untuk tidak setia dalam mengikut Yesus? 
  6. Apa sebabnya orang-orang pada zaman sekarang ini menolak pengajaran dan kehadiran kasih Yesus di dalam hidup mereka? Apa yang menyebabkan Anda setia ikut berjalan mengikuti Yesus menjadi Juruselamat hingga saat ini?

Minggu 26 Juni 2016
Pdt. Essy Eisen

1-10 of 318