Kegiatan‎ > ‎

Renungan Warta

Disalin dari renungan warta yang tercetak pada
halaman muka Warta Jemaat GKI Halimun

Kasih Kristus: Kekuatan Yang Baru Dalam Melaksanakan Visi Yang Baru

diposkan pada tanggal 28 Apr 2016 02.35 oleh Admin Situs

Kisah Para Rasul 16:9-15, Mazmur 67, Wahyu 21:10, 22- 22:5, Yohanes 14:23-29

Visi adalah apa yang dibayangkan dan direncanakan untuk terwujud pada masa mendatang. Visi pengikut Kristus adalah visi yang baru, yaitu visi yang diajarkan oleh Allah sendiri. Jika karena dosa dahulu kala visi seseorang hanya berpusat pada dirinya sendiri saja, maka pada visi yang baru, dengan pertolongan kuasa kasih Kristus, setiap orang percaya memiliki cara pandang dan pola sikap yang baru. Dengan berpegang pada janji penyertaan Tuhan yang setia, setiap orang percaya ditolong-Nya untuk menghadirkan dirinya sebagai kabar baik bagi sesama ciptaan Allah, hingga pada saatnya Allah menyempurnakan pembaruan alam semesta, kelak.

Yohanes 14:23-29
Dengan jelas kita dapat menjumpai karya Allah Tritunggal dalam bacaan ini. Sang Bapa dan Sang Anak akan tinggal di dalam hidup orang yang mengasihi dan menuruti Firman-Nya, begitulah janji Kristus. Roh Kudus adalah Penolong yang diutus Sang Bapa di dalam nama Sang Anak. Roh itu akan mengajar setiap orang untuk menerima kebenaran Firman Tuhan dan mengingatkan apa yang diajarkan Yesus tentang Firman, melalui kata-kata dan perbuatan-Nya. Selain itu, damai sejahtera Yesus juga diberikan untuk tinggal dalam diri orang percaya. Damai-Nya melampaui damai yang diberikan dunia. Damai-Nya melenyapkan gelisah dan gentar.
  • Apa perbedaan dari orang yang menuruti Firman Tuhan karena cinta kasih dan karena alasan-alasan lain yang bukan cinta kasih? 
  • Dapatkah seseorang memahami Firman Tuhan tanpa pertolongan Roh Kudus? 
  • Apa perbedaan damai yang diberikan dunia dengan damai yang diberikan Kristus? 
Kisah Para Rasul 16:9-15
Allah memberikan hikmat kepada setiap orang untuk merencanakan tindakan kebaikan sesuai Firman-Nya, supaya sebanyak mungkin orang mengalami kabar baik Allah di dalam Yesus Kristus. Upaya penyampaian kabar baik adalah upaya yang dilakukan bersama dengan kuasa Tuhan. Dengan pertolongan Tuhan, orang yang rindu untuk mendapat kebaikan Allah dibuka hatinya untuk cakap menyimak kebenaran yang dari Tuhan. Orang yang menerima kabar baik dari Tuhan, percaya kepada kuasa-Nya, akan memberi diri dengan utuh untuk dilibatkan dalam kelanjutan upaya penyampaian kabar baik bagi orang lain.
  • Kapan terakhir kali Anda memberitakan kebaikan Tuhan Yesus melalui hidup Anda kepada orang lain?Bagaimana tanggapan orang itu? 
  • Siapa yang memperkenalkan Anda kepada Tuhan Yesus? Apa yang menyebabkan Anda menerima Injil Tuhan Yesus Kristus? 
Mazmur 67
Berkat yang diberikan Allah akan memampukan sang penerima berkat untuk memperkenalkan kebaikan Allah bagi sesama ciptaan Allah yang lainnya. Berkat dari Allah bukan untuk kesenangan dan kenikmatan diri sendiri. Pada saatnya, berkat itu berujung pada pemuliaan Allah, supaya segala ujung bumi, takut akan Dia!
  • Bagaimana Anda mengartikan “berkat dari Allah” selama ini? 
  • Apakah ada orang yang tidak diberkati oleh Allah di dunia ini? 
Wahyu 21:10, 22 - 22:5
Visi suci yang diterima Yohanes dari Allah mengungkapkan apa yang akan Allah kerjakan pada masa mendatang kepada setiap orang yang mengasihi-Nya. Akan tiba saatnya Allah menjadi begitu sangat akrab dan dekat dengan manusia sebab tiada sekat-sekat yang menghalangi. Kemuliaan Allah menjadi terang dalam hidup sehingga setiap orang yang percaya mendapatkan air kehidupan yang menyegarkan jiwa dan pohon kehidupan yang menyembuhkan segala penyakit yang membinasakan.
  • Apa yang akan Anda lakukan kepada orang yang melakukan kekejian dan dusta di dalam hidupnya? Bagaimana Anda dapat menolongnya? 
  • Penghiburan iman apa yang Anda dapatkan saat membaca bagian wahyu yang didapat dan dituliskan oleh Yohanes untuk gereja Tuhan Yesus ini? 

Minggu 1 Mei 2016
Pdt. Essy Eisen

Kasih Kristus, Kekuatan Yang Baru Bagi Komunitas Yang Baru

diposkan pada tanggal 21 Apr 2016 01.51 oleh Admin Situs   [ diperbarui21 Apr 2016 09.36 ]

Kisah Para Rasul 11:1-18, Mazmur 148, Wahyu 21:1-6, Yohanes 13:31-35

Yohanes 13:31-35
Karya cinta kasih yang berkorban adalah merupakan tindakan mulia oleh Kristus dan mulia bagi Allah. Jalan derita demi cinta yang Tuhan Yesus lakukan awalnya tidak dapat dimengerti dan diikuti oleh murid-murid-Nya. Tetapi pada saatnya, murid-murid-Nya mampu mengikuti-Nya. Arahan untuk mengasihi sebagaimana Kristus mengasihi adalah bentuk pembelajaran melalui keteladanan. Pengikut Kristus dikenali dengan nyata saat mereka hidup saling mengasihi dengan kasih yang berkorban.
  • Menurut Anda, apa yang menjadi ciri khas gereja jika dibandingkan dengan organisasi kemanusiaan pada umumnya? 
  • Apa wujud nyata dari tindakan saling mengasihi yang harus dihidupi oleh gereja? Oleh keluarga? 
Kisah Para Rasul 11:1-18
Awalnya para pengikut Kristus hanyalah orang Yahudi. Tetapi ternyata kasih Allah yang membarui hidup melalui Kristus merembes dan menginspirasi banyak orang. Tidak mudah bagi para pengikut Kristus yang mula-mula untuk memahami kenyataan kasih Allah yang tak terbatas ini. Tetapi kemudian melalui pengalaman spiritual Petrus, nyata terlihat bahwa pemberitaan Injil adalah sebuah upaya membangun “jembatan kasih” bukan “tembok diskriminasi dan kecurigaan”. Pembaruan hidup melalui iman kepada Kristus terbuka bagi banyak orang. Injil adalah untuk semua makhluk.
  • Menurut Anda, apa yang menyebabkan iman kepada Kristus (kekristenan) dapat diterima oleh orang dengan beragam latar belakang? 
  • Saat Anda mengikut Kristus, kasih yang Anda nyatakan kepada orang lain yang memiliki perbedaan dengan Anda menjadi semakin kuat atau lebih lemah? Mengapa?
Mazmur 148
Pujian kepada Allah harus dilakukan oleh semesta alam. Demikian jelas itu terlihat dalam Mazmur ini. Memuji Allah berarti mengakui bahwa hanya Allah yang berkuasa dan kuasa-Nya adalah kuasa kasih yang membuat semesta alam mengalami damai sejahtera.
  • Apa bentuk nyata dari pengakuan diri Anda bahwa Allah adalah yang utama dan pertama dalam hidup Anda yang layak dipuji dan diagungkan? 
Wahyu 21:1-6
Visi suci yang dibagikan Yohanes bagi gereja menegaskan bahwa pada saatnya kelak, pembaruan yang dikerjakan Allah akan terjadi dengan sempurna. Kuasa kebaikan pada akhirnya akan menang. Segala kesusahan hidup akan berakhir. Kebaruan hidup ini adalah pemberian Allah. Ini memberikan pengharapan dan semangat yang baru bagi gereja untuk tetap setia hidup di dalam kasih walaupun mengalami rupa-rupa penderitaan. Sebab pada akhirnya, kuasa kasih akan menang.
  • Apa yang menjadi kekuatan Anda untuk tetap mengasihi, padahal saat menyatakan kasih itu, Anda mengalami kesusahan dan penderitaan? 

Minggu 24 April 2016
Pdt. Essy Eisen

Kebutuhan Pokok

diposkan pada tanggal 16 Apr 2016 08.28 oleh Admin Situs

MAZMUR 23

Bagi kita istilah sembako tentu tidaklah asing, sembako alias sembilan bahan pokok merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan manusia untuk menjamin kelangsungan hidup sehari-hari. Kesulitan memenuhi salah satu diantaranya, entah karena stok yang terbatas atau ketiadaan daya beli tentu saja cukup untuk membuat kepala pening. Jika kasih dan penyertaan Allah kita anggap sebagai kebutuhan pokok yang didapat secara cuma-cuma, sudahkah kita merasakan dampaknya selama ini?
  1. Metafora apa yang pemazmur gunakan untuk menggambarkan penyertaan Tuhan? 
  2. Apa bentuk pemeliharaan Tuhan yang pemazmur rasakan? 
  3. Mengapa pemazmur berani menjamin bahwa kemurahan Tuhan ada di dalam sepanjang kehidupannya? 
  4. Apa bentuk penyertaan Allah dalam kehidupan saudara? 
  5. Apakah penyertaan Tuhan itu memampukan saudara untuk berani “hidup” di tengah pergumulan?
Minggu 17 April 2016
Pnt. Noerman Sasono

Perjumpaan yang menumbuhkan iman dan pertobatan

diposkan pada tanggal 9 Apr 2016 01.42 oleh Admin Situs   [ diperbarui9 Apr 2016 01.43 ]

Kisah Para Rasul 9:1-20; Mazmur 30; Wahyu 5:11-14; Yohanes 21:1-19

Perjumpaan awal dengan seseorang bisa jadi penentu bagi hubungan selanjutnya dan kesan pertama seringkali menjadi momentum untuk tindakan berikutnya. Ketika perjumpaan dengan seseorang tidak meninggalkan kesan apapun, dan juga dalam perjumpaan-perjumpaan selanjutnya, maka perjumpaan itu hanya sekedar sebuah perjumpaan sambil lalu, tidak punya arti apa-apa. Memang, tidak semua pertemuan memiliki makna mendalam bagi kita. Walau setiap hari kita berjumpa dengan banyak orang dan peristiwa, tapi tidak semua peristiwa itu berkesan. Karena itu kita bisa dengan mudah melupakannya.

Bagaimana dengan perjumpaan dengan yang ilahi? Apakah selalu berkesan dan membawa dampak? Atau hanya sekedar sebuah perjumpaan sambil lalu yang segera dilupakan seperti perjumpaan-perjumpaan dengan yang lain? Melalui bacaan Minggu ini kita belajar dari para tokoh yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan serta dampak yang ditimbulkannya.

KISAH PARA RASUL 9:1-20
  1. Bagaimana sikap Saulus sebelum berjumpa dengan Tuhan? Apa saja yang dilakukannya? 
  2. Apa yang dialami Saulus dalam perjalanan ke Damsyik dan apa akibatnya bagi Saulus? 
YOHANES 21:1-19
  1. Apa yang dilakukan para murid setelah kematian Yesus? Mengapa? 
  2. Peristiwa apa yang membuat para murid sadar bahwa mereka berjumpa dengan Tuhan? 
  3. Apa dampak perjumpaan itu bagi para murid, khususnya bagi Petrus? 
Pendalaman dan Penerapan
  1. Apa yang paling berkesan bagi saudara dari cerita perjumpaan Saulus dan para murid dengan Tuhan? Mengapa? 
  2. Perbedaan apa yang sangat jelas terlihat dari sikap para tokoh sebelum dan sesudah berjumpa dengan Tuhan? 
  3. Menurut saudara, kapan dan dimana saja umumnya orang Kristen mengaku mengalami perjumpaan dengan Tuhan? 
  4. Dalam pengalaman saudara, hal apa saja yang membuat perjumpaan dengan Tuhan tidak berdampak apapun bagi pertumbuhan kehidupan beriman seseorang? 

Minggu 10 April 2016
Mathyas Simanungkalit

Hidup Damai Sejahtera di dalam Nama-Nya

diposkan pada tanggal 31 Mar 2016 03.09 oleh Admin Situs

Kisah Para Rasul 5:27-32, Mazmur 118:14-29, Wahyu 1:4-8, Yohanes 20:19-31

Yohanes 20:19-31
Meskipun Kristus sudah bangkit, para Murid menutup diri dan bersembunyi. Mereka takut kepada penguasa Yahudi. Tetapi mungkin juga mereka takut untuk berjumpa dengan Yesus yang bangkit! Masih kental dalam ingatan mereka betapa mudahnya mereka meninggalkan Yesus, menyangkali Yesus, berlari meninggalkan Yesus.
  • Apa Anda pernah mengalami ketakutan karena percaya kepada Kristus? 
  • Apakah Anda pernah menyembunyikan ketakutan Anda karena telah menyangkali ajaran dan kasih Yesus? 
Ketimbang memaki, menunjuk-nunjuk jari tanda amarah dan benci kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus menyatakan sapaan salam bersahabat: “Damai sejahtera bagi kamu!”. Murid-murid bersukacita. Yesus menjumpai mereka di tengah segenap ketakutan hidup mereka. Bukan hanya itu, mereka dikuatkan untuk menjalankan hidup yang baru dengan menjadi utusan-utusan, saksi-saksi, kasih Kristus yang mengubahkan hidup.
  • Apa makna sapaan “Damai sejahtera bagi kamu” yang diucapkan Yesus bagi murid-murid-Nya menurut Anda? 
  • Sukacita murid-murid berjumpa dengan Yesus yang bangkit diikuti dengan tugas perutusan untuk membarui dunia ini dengan cinta kasih-Nya. Apa yang dilakukan Anda selepas merayakan Paskah? 
Tomas murid Yesus tidak mudah percaya. Jangan buru-buru menjelekkan Tomas. Bukankah ia tetap setia berada di lingkungan para murid? Bukankah keraguan Tomas ini menunjukkan keseriusannya sebagai murid Yesus untuk terus menggali kebenaran? Kerinduan Tomas terjawab. Yesus menjumpainya dan mendorongnya untuk terus melangkah bersama-Nya.
  • Kapan terakhir kali Anda memiliki keraguan iman namun tidak berhenti untuk menggali kebenaran Injil di dalam hidup Anda? 
Kini Tuhan Yesus Kristus tidak lagi hadir secara fisik di bumi. Kini Ia hadir di dalam Roh Kudus, Firman dan Sakramen serta melalui persekutuan kasih Gereja-Nya sebagai Tubuh Kristus. Di dalam nama-Nya, setiap orang yang percaya beroleh damai sejahtera dan terus menerus juga ditolong-Nya untuk menghadirkan damai sejahtera di dunia ini.
  • Kapan terakhir kali Anda mengalami damai sejahtera karena “dijumpai” oleh kuasa kasih Tuhan Yesus di dalam hidup Anda? 
  • Bagaimanakah Anda melanjutkan damai sejahtera yang diterima itu kepada orang lain yang belum memperolehnya? 
Kisah Para Rasul 5:27-32
Petrus dan rasul-rasul dikuatkan oleh kuasa kasih Roh Kudus untuk memberitakan pengajaran Kristus dan tidak pernah kehilangan semangat untuk memperbarui kehidupan banyak orang, walaupun mereka mengalami rupa-rupa hambatan.
  • Apa yang menyebabkan Petrus dan rasul-rasul berani melanjutkan pengajaran Kristus? 
  • Hambatan apa yang Anda alami saat mengabarkan Injil melalui sikap hidup Anda? 
Mazmur 118:14-29
Pemazmur mengajar umat untuk bersyukur sebab Tuhan baik dan kasih-Nya setia selama-lamanya.
  • Setujukah Anda dengan arahan Pemazmur ini? Apa bukti kebaikan Allah bagi hidup Anda? Apa ungkapan syukur yang Anda nyatakan selama ini karena kebaikan Allah? 
Wahyu 1:4-8
Dalam salamnya Yohanes menegaskan bahwa gereja tidak pernah kehilangan damai sejahtera, karena Allah setia dengan anugerah kasih-Nya. Kristus adalah Alfa dan Omega, yang ada, yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa. Kuasa-Nya memampukan gereja untuk menjadi imam-imam yang melayani Allah selama-lamanya.
  • Apa yang menjadi sumber damai sejahtera Anda selama ini? 
  • Apakah Anda telah menjalankan tugas sebagai imam-imam yang melayani Allah dalam hidup Anda? 

Minggu 3 April 2016
Pdt. Essy Eisen

Cinta-Mu Menginsafkanku

diposkan pada tanggal 24 Mar 2016 03.58 oleh Admin Situs

Kisah Para Rasul 10:34-43, Mazmur 118:1-2, 14-24, 1 Korintus 15:19-26, Yohanes 20:1-18

Cinta kasih Tuhan tidak bisa dihentikan oleh kekerasan dan kebebalan dosa. Kebangkitan Kristus adalah bukti nyatanya. Tuhan Yesus Kristus dibangkitkan dari kematian supaya dunia tahu bahwa apa yang diajarkan-Nya, dikerjakan-Nya, cinta-Nya, adalah kebenaran yang membawa kepada kehidupan, bukan kebinasaan.

Orang-orang yang percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. (Rm. 6:4). Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. (2 Kor. 5:15).

Kisah Para Rasul 10:34-43
Perjumpaan Petrus dengan Kornelius, seorang bukan Yahudi yang memiliki kehidupan spiritual yang sehat dan kasih yang nyata menyadarkan Petrus bahwa pembaruan hidup yang dikerjakan Allah melalui Kristus bukan hanya harus diterima sebatas pada kelompoknya saja, tetapi harus dialami juga oleh dunia. (Kis. 10:34-36)
  • Apakah Anda menjumpai tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh pengikut Kristus atau atas nama Kristus dalam hidup Anda? Apa yang akan Anda lakukan? 
Petrus mengalami perubahan hidup. Ia bukan lagi Petrus si penyangkal. Ia menjadi Petrus yang memberikan kesaksian hidup tentang apa yang dialaminya bersama Kristus, dan tentang apa yang dikerjakan Kristus bagi hidup orang-orang yang percaya kepada Kristus. (Kis. 10:36-43).
  • Perubahan hidup apa yang Anda alami karena percaya kepada Kristus? Apa akibat yang dialami oleh orang-orang di sekitar hidup Anda, karena Anda percaya kepada Kristus? 
Mazmur 118:1-2, 14-24
Pemazmur memuji-muji Allah karena kehidupan yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap orang yang ada di dalam cinta kasih Tuhan. “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.” (Mzm 118:23).
  • Apa yang membuat Anda tetap memilih untuk berada di dalam cinta kasih Tuhan? 
1 Korintus 15:19-26
Paulus menjelaskan apa yang diimaninya terkait kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus memberikan pengharapan dan pembaruan hidup. Paulus insaf bahwa kebangkitan Kristus menjadi titik pijak kebangkitan hidup orang-orang yang percaya kepada Kristus. Dalam kegenapan kerajaan Allah kelak, Kristus akan mengalahkan maut untuk selama-lamanya.
  • Apa yang Anda tangkap dari kesaksian iman Paulus ini tentang apa yang akan terjadi dalam diri orang percaya sesudah kematian? 
Yohanes 20:1-18
Penginjil Yohanes menyatakan bahwa pada awalnya murid-murid yang datang ke kubur Yesus belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan bahwa Yesus harus bangkit dari antara orang mati. Mereka pulang dengan tanda tanya. (Yoh. 20:1-10). Namun Maria tetap tinggal di kubur itu. Kesetiaan cinta kasih dan pengharapan berbuahkan perjumpaan Maria dengan Yesus yang bangkit. Dalam proses penyadaran yang dikerjakan Allah, Maria mengalami kenyataan bahwa kuasa kasih Kristus berujung pada kehidupan. Bukan hanya itu, kuasa kehidupan dalam kebangkitan Kristus itu memampukan Maria untuk mengabarkan berita yang mengubahkan hidup itu kepada orang lain. (Yoh. 20:11-18).
  • Apa berita sukacita yang Anda dapatkan melalui kebangkitan Kristus? Lalu, berita apa yang akan Anda sampaikan kepada orang-orang lain melalui kehidupan Anda karena kebangkitan Kristus? 

Minggu 27 Maret 2016
Pdt. Essy Eisen

Konsisten

diposkan pada tanggal 19 Mar 2016 11.25 oleh Admin Situs

Lukas 19:28-40

Dalam dunia politik dikenal pepatah yang mengatakan "tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi." Ini dibuktikan dengan sikap atau tutur kata yang berubah-ubah dari fungsionaris partai politik. Hari ini mereka mendukung si A di lain hari mereka menjatuhkan si A dan mendukung si B. Apakah hal ini juga berlaku dalam kehidupan kita? Apakah ini menunjukkan bahwa tidak ada kasih yang konsisten?
  1. Persiapan apa yang Yesus lakukan sebelum memasuki Yerusalem? 
  2. Apakah tindakan Yesus ke Yerusalem tergolong nekad dan berbahaya? (Bdk: Yohanes 11:57) 
  3. Simbolisasi apa yang Yesus tunjukkan saat Ia menunggangi keledai? 
  4. Mengapa orang banyak bersorak-sorai? Apa harapan mereka? 
  5. Kasih Yesus kepada manusia tidak pernah berubah. Bagaimana dengan kasih kita kepada-Nya? 

Minggu 20 Maret 2016
Pnt. Noerman Sasono

Jalan baru dalam pertobatan

diposkan pada tanggal 17 Mar 2016 00.54 oleh Admin Situs

Yesaya 43:16-21; Mazmur 126; Filipi 3:4-14; Yohanes 12:1-8

Yesaya 43:16-21
Pembaruan hidup merupakan proses spiritualitas yang tidak boleh berhenti. Pertobatan bukan sekedar peristiwa pembaruan sebagai respon anugerah keselamatan Allah di masa lalu, tapi selayaknya terus bersambung sampai akhir hidup. Kita selayaknya tidak terjebak dalam romantisme iman di masa lampau, sebagaimana dalam Yesaya 43:18 “firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!...”

Mengapa? Karena Allah terus bekerja membuat sesuatu yang baru: “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara (ay.19).” Kita diminta peka terhadap kehadiran Allah yang terus berkarya hingga saat ini.

Refleksi:
Apakah saudara merasa terus mengalami pembaruan sehingga tetap dimampukan melihat kehadiran dan karya Allah dalam kehidupan saudara di masa kini? Atau, apakah saudara terjebak dalam romantisme iman masa lalu?

Filipi 3:4-14
Pembaruan hidup yang dialami Rasul Paulus mengubahkan cara pandangnya terhadap banyak hal. Pengenalannya akan Kristus membuatnya meninggalkan banyak nilai-nilai dan perilaku yang dulu dianggapnya berharga “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah..(ay.7-8). Paulus tidak membiarkan dirinya terjebak dalam romantisme imannya di masa lalu, tapi terus bertumbuh dalam kekayaan iman yang membuatnya mampu menanggapi kehadiran Allah secara terus menerus. “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”(Ay.13-14).

Refleksi:
Adakah hal-hal yang dulu terasa penting dan sekarang saudara anggap tidak berharga sehingga perlu ditinggalkan setelah saudara mengalami pembaruan dalam Kristus?

Yohanes 12:1-8
Perikop ini menggambarkan pribadi-pribadi yang hidup di sekitar Yesus. Ada yang terus mengalami pembaruan. Ada juga yang terjebak dalam romantisme iman masa lalu namun berhenti mengalami pembaruan.

Pertanyaan Pendalaman:
  1. Mengapa Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal dan menyekanya dengan rambutnya? 
  2. Menurut saudara, apa perbedaan dasar sikap Maria dengan Yudas dalam hal merespon kasih Yesus Kristus? 
Pertanyaan Penerapan:
  1. Sikap siapa yang paling berkesan bagi saudara dalam perikop ini? Mengapa? 
  2. Sikap bagaaimana dalam kehidupan gereja yang dapat kita samakan dengan sikap Yudas dan Maria? 

Minggu 13 Maret 2016
Mathyas Simanungkalit

Cinta dalam wujud pengampunan

diposkan pada tanggal 3 Mar 2016 01.27 oleh Admin Situs

Yosua 5:9-12, Mazmur 32, 2 Korintus 5:16-21, Lukas 15:1-3, 11-32

Cinta kasih Allah jelas terasa dalam pengampunan yang dianugerahkan-Nya kepada orang yang rendah hati. Setelah mendapatkan kesempatan yang baru, orang yang telah menerima cinta Allah dalam bentuk pengampunan dosa, ditolong-Nya juga untuk dapat memberikan pengampunan kepada setiap orang yang bersalah kepada-Nya. Pesan ini akan kita hidupi pada masa Minggu pra paskah ke 4 ini.

Allah menghapuskan cela (Yosua 5:9-12)
Dalam pimpinan Allah, umat Israel pada akhirnya memasuki tanah perjanjian. Perjalanan mereka tidak mudah. Generasi pertama yang dituntun keluar dari negeri perbudakan, banyak menggerutu dan acap kali melarikan diri dari jalan cinta Allah. Tetapi Allah setia dengan kasih-Nya. Generasi mereka yang berikutnya mendapat kesempatan baru untuk menjalankan hidup yang baru karena rahmat pengampunan-Nya.

Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." ...(Yos. 5:9)
  • Apakah Anda pernah mengalami keadaan di mana Allah telah menghapuskan cela dalam hidup Anda? Bagaimana tanggapan Anda sesudah pengalaman itu? 
Memberitahukan dosa & tidak menyembunyikan kesalahan (Mazmur 32)
Pemazmur membagikan pengalaman hidupnya saat menyikapi dosa dan kesalahan. Baginya, adalah lebih baik merendahkan hati dan mengakui dosa-dosa dan kesalahan kepada Allah ketimbang menjadi tinggi hati dan tidak mau diubahkan Allah.

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.. (Mzm. 32:5)
  • Saat menaikan doa pengakuan dosa, apakah Anda sungguh-sungguh telah menyatakan dosa dan kesalahan Anda kepada Allah, atau masih ada yang disembunyikan? Mengapa? 
Di dalam Kristus ada kebaruan hidup (2 Korintus 5:16-21)
Paulus sudah mengalami hidup yang baru karena Kristus. Segala kesalahan yang ia hidupi pada masa lalu telah digantikan dengan pola pikir dan tindakan baru sebagai rasul Kristus. Semua karena Kristus, yang sudah mendamaikan dunia melalui cinta-Nya yang diwujudkan dalam bentuk pengampunan.

Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Kor. 5:17)... Sebab di dalam Kristus, Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya tanpa memperhitungkan pelanggaran mereka dan Dia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. (2 Kor 5:19)
  • Perubahan apa saja yang Anda alami dalam hidup karena percaya kepada Kristus? 
Belas kasihan Allah yang memberikan kesempatan baru (Lukas 15:1-3, 11-32)
Kisah anak yang hilang ini diceritakan Yesus saat ada tudingan-tudingan buruk kepada-Nya, sewaktu Ia menerima orang berdosa dan bahkan makan bersama-sama dengan mereka. Dengan kisah ini Yesus memperlihatkan dengan jelas cinta Allah seperti seorang bapa, yang sedang Ia hadirkan kepada orang-orang yang mau datang mendengarkan Dia, apapun dan bagaimanapun latar belakang hidupnya. Kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan pengampunan yang diberikan dengan berlimpah, adalah yang harus menjadi perhatian utama dalam hidup beriman, bukan yang lain. Sebab di dalam kerendahan hati dan pengampunan, ada kehidupan yang baru!

Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. (Luk. 15:17) ...Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa. (Luk. 15:18-19)... Lalu bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Luk. 15:20)...Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali." (Luk. 15:32)
  • Kapan terakhir kali Anda menyadari bahwa Anda tidak dapat hidup tanpa Allah? 
  • Apakah dengan segala yang Anda miliki saat ini Anda merasa layak di hadapan Allah? Mengapa? 
  • Apa bukti belas kasihan Allah yang nyata bagi hidup Anda saat ini? 

Minggu 6 Maret 2016
(Pdt. Essy Eisen)

Cinta yang nyata melalui perbuatan

diposkan pada tanggal 27 Feb 2016 13.06 oleh Admin Situs

Lukas 13:6-9

Ada perubahan hidup dari orang yang bertobat. Karena kasih sayang Allah yang mengampuni dan memberikan kesempatan baru, kini yang diperbuatnya bukan lagi kebodohan dosa, tetapi hidup dalam hikmat Allah.

Sebagai orang yang dikasihi, ia tidak lagi memelihara benci dan menyakiti yang lain, tetapi memelihara belas kasihan dan menunjukkan melalui perbuatan nyata, apa-apa yang memang harus dilakukan sebagai seseorang yang sedang menghidupi cinta kepada yang sudah dengan begitu luar biasa mencintainya.

  1. Menurut Anda, Apa yang menyebabkan seseorang kembali mengulangi dosa yang sama? 
  2. Apa yang seharusnya terjadi sesudah orang mengakui dosa-dosanya di hadapan Allah? 
  3. Melambangkan apakah kesuburan sebuah pohon dalam perumpamaan-perumpamaan yang dikisahkan di Alkitab? (Lihat Yeremia 17:7-8, Mazmur 1:3) 
  4. Perhatikan ayat 6 dan 7. Apa yang hendak Yesus katakan melalui perumpamaan ini? 
  5. Perhatikan ayat 8 dan 9. Apakah Anda menemukan karya yang mirip dari si pengurus kebun dengan karya kemesiasan Yesus bagi umat Allah terkait dosa? Karya apa saja? 
  6. Apa yang seharusnya terjadi dengan pohon ara setelah mendapat perhatian ekstra dari si pengurus kebun itu? Melambangkan apakah ini terkait kehidupan umat Allah? 
  7. Apa yang Anda pelajari tentang sikap Allah terhadap dosa dan orang berdosa setelah menyimak perumpamaan ini? 
Perenungan
  • Perbuatan kasih apa yang belum sempat Anda lakukan karena tertunda oleh dendam dan amarah selama minggu ini? 
  • Jika Anda diberikan kesempatan hidup untuk memperbarui hidup sampai hari paskah nanti, apa-apa saja yang akan Anda lakukan?

Minggu 28 Februari 2016
Pdt. Essy Eisen

1-10 of 301