Kegiatan‎ > ‎

Renungan Warta

Disalin dari renungan warta yang tercetak pada
halaman muka Warta Jemaat GKI Halimun

Jika Anda ingin berlangganan isi renungan warta melalui email, silahkan daftarkan email anda di sini.

Pewarta kasih Allah

diposting pada tanggal 19 Mei 2018 10.38 oleh Admin Situs

Yohanes 15:26-27; Yoh 16:4-15

Dalam ikatan kasih Allah Bapa dengan Yesus Kristus Anak-Nya, Roh Kudus telah diutus hadir dalam kehidupan Gereja. Itulah yang kita ingat dalam Pentakosta. Roh Kudus membuat orang menjadi sadar dan semangat untuk keluar dari kebodohan dosa serta mengikuti Firman yang diajarkan Kristus sewaktu menghadapi masa mendatang. Roh Kudus menolong orang percaya untuk berurusan dengan kelemahan hidupnya dan mengelolanya menjadi kekuatan yang berdampak bagi segenap ciptaan.

Saat merayakan Pentakosta, kita tahu bahwa kita diperlengkapi untuk mengabarkan kasih Allah. Kasih yang nampak dalam persahabatan yang mengubahkan. Acap kali Gereja terlalu sibuk, tetapi sibuk yang tidak jelas. Kita bersyukur bahwa Roh Kudus akan mengubahkan hati kita. Dalam pembaruan itu, pikiran kita menjadi jernih untuk mengupayakan dengan nyata apa yang harus dikerjakan sebagai Gereja di tengah keadaan zaman yang putus asa, kehilangan makna hidup dan suka yang instan dan cepat tanpa relasi yang hangat. Kita mewartakan kasih Allah. Kasih yang membebaskan. Kasih yang berujung pada keramahan hidup di tengah keberagaman. Kasih yang adil dan mau memahami. Kasih yang mau membangun kerja sama yang sehat. Semoga citra diri kita sebagai Gereja, semakin menampakkan citra Allah yang menyapa dan membawa kabar baik bagi Dunia.
  1. Apa yang akan dikerjakan Roh Kudus bagi dunia ini? Apa yang akan dikerjakan murid-murid juga?
  2. Apa yang membuat orang insaf akan dosa-dosanya? Apa yang harus dilakukan oleh orang itu setelah ia insaf
  3. Dosa-dosa apa yang Anda cermati nampak jelas di dalam kehidupan sehari-hari kita saat ini?
  4. Bagaimana peran Gereja, termasuk Anda di dalamnya untuk menjadi pewarta kasih Allah di tengah kenyataan dosa-dosa yang ada itu? 
  5. Bagaimana dan dalam bentuk apakah Anda mengalami peran Roh Kudus di dalam kehidupan Anda pada masa yang silam? Pada masa yang akan datang?
Minggu 20 Mei 2018
EE

Dikuduskan dan diutus

diposting pada tanggal 19 Mei 2018 10.32 oleh Admin Situs

Yohanes 17: 1 - 26

Dalam rangka berkarya di tengah dunia inilah orang kristen diperlengkapi, dikuduskan dan dikuatkan oleh Roh Kudus. Upaya itu dilakukan melalui persekutuan, seperti gereja Tuhan. Orang kristen tidak bisa hidup sendiri. Ia hidup bersama dengan sesama orang percaya dalam gereja-Nya. Yohanes 17: 1 - 26 adalah bagian dari doa syafaat yang Yesus panjatkan. Doa ini boleh dikatakan menyerupai Doa Bapa Kami dalam Injil sinoptik. Hanya isinya luas
dan berada sebelum peristiwa salib.
  1. Relasi apa yang Yesus bicarakan dalam ay. 1 - 5?
  2. Relasi apa yang Yesus bicarakan dalam ay. 6 - 19?
  3. Apa yang digambarkan dalam ay. 20 - 26?
  4. Apa tujuan keberadaan murid Kristus di dunia?
  5. Tugas perutusan apa yang sudah saudara kerjakan bagi dunia?
Minggu 13 Mei 2018
NS

Allah tidak pernah salah pilih

diposting pada tanggal 5 Mei 2018 10.56 oleh Admin Situs   [ diperbarui5 Mei 2018 10.57 ]

Yohanes 15:9-17

Cinta kasih dan kehidupan adalah alasan mendasar mengapa Allah menciptakan manusia dan segenap isi semesta. Walaupun manusia memutuskan untuk menjauhi kasih-Nya, karena kasih karunia yang besar, Allah terus merengkuh manusia untuk kembali dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Pilihan untuk tetap mengasihi manusia bukan tanpa alasan. Selain untuk menyelamatkan, Allah di dalam kasih Kristus berkenan menjadikan manusia sebagai sahabat-sahabat-Nya yang ikut serta dalam melakukan karya-karya kasih bagi segenap ciptaan. Hanya kasih yang dapat memperbarui relasi yang rusak, dan Allah melalui Yesus Kristus telah memulai-Nya dengan memberikan segenap hidup-Nya. Kebangkitan-Nya menunjukkan bahwa kuasa kasih-Nya akan tetap menyertai setiap orang-orang yang mau berjalan bersama-Nya.

Saat hidup kita diperhadapkan dengan pilihan-pilihan, baik pilihan yang menurut kita sepele maupun pilihan yang terkait dengan apa-apa yang penting di dalam hidup, ingatlah bahwa Allah telah memilih kita untuk selalu dikasihi-Nya. Jangan tolak kasih-Nya. Allah tidak pernah salah pilih, jadi kita pun jangan sampai salah pilih dalam hidup ini. Pilihlah untuk tetap mau dikasihi-Nya dan melanjutkan kasih-Nya melalui buah karya hidup yang nyata.
  1. Apa tanda dari orang yang tetap tinggal dalam kasih Yesus? 
  2. Apa akibat dari orang yang tetap tinggal di dalam kasih Yesus? 
  3. Apa perbedaan antara kasih seorang hamba kepada tuannya dengan kasih seorang sahabat sejati kepada sahabatnya? 
  4. Menurut Yesus, siapakah murid-murid di mata-Nya? Apa alasannya? 
  5. Apakah Anda yakin bahwa Allah telah memilih dan menetapkan Anda untuk menghasilkan buah? Apa alasannya?
Minggu 6 Mei 2018
EE

Tinggal dalam Yesus

diposting pada tanggal 26 Apr 2018 20.03 oleh Admin Situs

Yohanes 15:1-8

Apa yang melekat dengan diri kita, yang setiap hari kita jumpai, kita dengarkan, kita berelasi dengannya, secara langsung dan tidak langsung akan mempengaruhi kita. Sungguh berbahagialah kita jika yang melekat dengan diri itu bukan apa-apa yang memberi dampak merusak, membenci, mengkhawatirkan. Sebab melaluinya karya hidup kita pun berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi kita dan orang lain.

Kasih pemeliharaan Allah, Bapa sangat jelas hadir dalam Yesus Kristus. Kasih itu adalah kasih yang membentuk, memperbaiki, mengusahakan yang terbaik bagi setiap orang yang percaya pada firman-Nya. Sebagaimana sumber air memberikan kebaikan bagi setiap makhluk hidup, hubungan kita dengan Kristus akan memberikan kekuatan yang baru bagi kita saat kita bukan saja mendengar firman, tetapi menjadikan firman Kristus itu mengubah pola pikir, perasaan dan tindakan kita.

Kehidupan yang diperbarui Kristus adalah kehidupan yang memberikan dampak baik dan berguna bagi sesama ciptaan Allah yang lain. Tentu bukan sekadar kehidupan yang dijalani dengan kekuatan sendiri, tetapi kehidupan yang terjadi karena bimbingan Roh Kudus dan firman-Nya. Kehidupan sebagai seorang murid. Kehidupan yang tinggal dalam Yesus.
  1. Kapan terakhir kali Anda mengalami koreksi (perbaikan diri, teguran, nasihat) dari Allah di dalam firman Kristus? Apa yang Anda lakukan sesudahnya? 
  2. Apa saja yang akan Anda lakukan sebagai tindakan iman Anda untuk tetap tinggal di dalam Yesus setiap hari? Apa hambatan-hambatannya? 
  3. Kapan terakhir kali Anda menghasilkan “buah-buah” yang baik dan berguna bagi sesama ciptaan Allah? Apakah ada peran Yesus di dalamnya? 
  4. Apakah Anda yakin bahwa Yesus Kristus adalah sumber dari segala sumber yang baik bagi hidup Anda? Apa alasannya? 
  5. Pernahkah Anda berada di dalam situasi di luar Yesus Kristus? Apa yang terjadi? 
Minggu 29 April 2018
EE

Mengasihi dalam tindakan

diposting pada tanggal 21 Apr 2018 10.44 oleh Admin Situs

Yohanes 10: 11-18

Pembicaraan tentang kasih bukanlah hal yang baru dalam kehidupan orang percaya. Perihal kasih ini tak akan pernah berhenti untuk disampaikan dan digemakan karena kasih adalah ciri mutlak yang harus dimiliki dan melekat dalam diri seorang pengikut Kristus. Adalah mudah jika hanya berbicara tentang kasih atau membuat slogan-slogan yang bertemakan tentang kasih, tapi mempraktekkan kasih dalam sebuah tindakan nyata tidak semua orang mau melakukannya, apalagi mengasihi seperti cara Tuhan mengasihi kita yaitu mengasihi tanpa pamrih.
  1. Menurut Yoh 10:11-18, dengan apakah Yesus menggambarkan diri-Nya? 
  2. Apakah dua aspek penting dari gembala menurut Yesus? 
  3. Yesus mau berkorban untuk saudara! Apa wujud pengorbanan saudara bagi Yesus? 
  4. Apa yang membuat saudara sulit mempraktekkan kasih? 
  5. Bagaimana seharusnya GKI Halimun mewujudkan kasih dalam tindakan? 
“Berbagi dengan orang lain adalah bentuk terbaik mensyukuri apa yang telah kita dapatkan dari Tuhan.” 

Minggu 22 April 2018
NS

Komunitas yang bersaksi

diposting pada tanggal 13 Apr 2018 11.00 oleh Admin Situs

Lukas 24: 36 - 48

Gereja adalah komunitas yang seharusnya dapat bersaksi (menghayati dan menyatakan Firman Tuhan) baik di dalam komunitas maupun di luar komunitas. Mengapa? Itu semua berdasarkan kepada penghayatan bahwa bersaksi adalah salah satu tugas panggilan gereja yang seharusnya dihayati dan dilakukan setiap umat. Bersaksi pun membutuhkan semangat yang dapat menguatkan setiap umat untuk mampu menyampaikan kepada siapa saja dan dimana saja. Ketika gereja siap bersaksi di tengah-tengah komunitas dan masyarakat maka siap juga untuk menerima segala risiko yang mungkin akan dialami. Akan tetapi, kita dapat menghayati bahwa Tuhan akan selalu menyertai dan menolong kesaksian yang kita lakukan.
  1. Bagaimana respon murid-murid saat Yesus hadir di tengah tengah mereka? 
  2. Bagaimana Yesus meyakinkan mereka? 
  3. Apa tugas para murid yang disampaikan Yesus? 
  4. Bagaimana Yesus memperlengkapi mereka? 
  5. Bagaimana dengan kita, sudahkah GKI Halimun bersaksi di tengah-tengah kehidupan komunitas?
  6. Bagaimana dengan kita, sudahkah GKI Halimun bersaksi di tengah-tengah kehidupan masyarakat? 
Ketika kita sudah melakukan kesaksian, maka kata “sudah” belumlah cukup karena bersaksi menjadi pangilan yang akan terus dilakukan, direfleksikan, dan kemudian dilakukan. Itu adalah siklus yang seharusnya terus berputar karena jika kita hanya bersaksi tanpa berfleksi, kita akan terjebak dalam “rutinitas semata”. Padahal, bersaksi bukan hanya sekedar tugas yang rutin saja melainkan kita dapat menghayati keberadaan Tuhan, diri, dan komunitas. Dengan begitu, saat kita sama-sama bersaksi berarti kita mengalami semangat untuk terus bertumbuh dalam komunitas baik dari segi iman, relasi, kerjasama, dsb. Mari, bersaksi!

Minggu 15 April 2018
RC

Komunitas yang hangat, dinamis dan berpengaruh

diposting pada tanggal 7 Apr 2018 02.15 oleh Admin Situs   [ diperbarui7 Apr 2018 02.15 ]

Yohanes 20: 19: 31

Komunitas orang percaya pada saat ini diperhadapkan dengan tantangan yang tidak mudah. Kita hidup di tengah masyarakat yang mengalami ketimpangan, meski pemerintah sudah berusaha namun hasilnya memang jauh dari harapan. Bagaimana gereja sebagai komunitas memandang hal ini?
  1. Mengapa para murid berada dalam ruangan yang tertutup? 
  2. Bagaimana sikap para murid saat melihat Yesus yang bangkit? 
  3. Apa yang Yesus sampaikan bagi mereka dan apa maknanya? 
  4. Tugas apa yang diemban para murid? 
  5. Komunitas seperti apa yang saudara rindukan ada dalam gereja kita? 
  6. Sudahkah GKI Halimun menjadi gereja yang hangat, dinamis dan berpengaruh? 
Minggu 8 April 2018
NS

Mengalami kuasa kebangkitan

diposting pada tanggal 29 Mar 2018 09.59 oleh Admin Situs

Kisah Para Rasul 10:34-43

Yesus telah dibangkitkan Allah dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Kepada mereka yang melihat-Nya hidup, Yesus memberi tugas, supaya mereka menyampaikan kepada semua orang, bahwa Dialah yang ditentukan Allah untuk menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Kabar baiknya, kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya akan mendapatkan pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.

Demikianlah cukilan dari kesaksian Petrus tentang apa yang terjadi dengan Yesus dan apa yang terjadi dengan dirinya dan murid-murid Yesus yang lain. Kesaksian Petrus ini diungkapkan selepas Petrus mencermati bahwa kuasa kebangkitan Yesus pun ternyata dialami oleh Kornelius, seorang yang merindukan pembaruan spiritualitas hidup. Nyata betul bagi kita bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa, tetapi juga membawa kuasa pembaruan hidup yang tidak pernah berhenti bagi dunia ini.

Melalui kebangkitan Kristus, Allah menegaskan bahwa kuasa kasih telah menang atas kuasa kejahatan dosa. Apa yang diajarkan, dihidupi oleh Kristus merupakan tanda betapa besarnya kasih Allah bagi dunia ini. Kematian Yesus tidak dapat menghentikan kuasa kasih Allah yang membarui dunia ini. Kristus dibangkitkan. Ini berarti setiap orang yang mengikuti-Nya dan percaya kepada-Nya pun akan mengalami kebangkitan hidup dan lepas dari kebodohan dosa dan cengkeraman kuasa jahat. Terpujilah Allah atas kuasa kasih-Nya, kini dan selama-lamanya! 
  1. Apa yang paling memberikan sukacita bagi Anda saat merayakan Paskah? 
  2. Dari sekian banyak kuasa yang telah Anda terima dari Allah melalui Kristus dalam kehadiran Roh Kudus, kuasa apakah yang telah mengubah kehidupan Anda? 
  3. Bagaimanakah caranya supaya setiap orang dapat mengalami kuasa kebangkitan Kristus di dalam hidupnya? 
  4. Apakah pemaknaan dan penghayatan Anda tentang Paskah dari tahun ke tahun mengalami perkembangan atau biasa saja? Apa sebabnya? 
  5. Jika ada orang yang mempertanyakan tentang bukti kebangkitan Kristus, bagaimanakah Anda menjelaskan kepadanya? 
Minggu 1 April 2018
EE

Keadilan atau kepentingan?

diposting pada tanggal 21 Mar 2018 22.42 oleh Admin Situs   [ diperbarui22 Mar 2018 01.38 ]

Markus 15: 6 - 15 

Secara kronologis pemeriksaan Yesus dari penangkapan di Getsemani sampai dijatuhi hukuman mati menunjukkan ada enam pemeriksaan terpisah. Tiga pemeriksaan di depan para pemimpin agama Yahudi, satu pemeriksaan di hadapan Herodes dan dua pemeriksaan di hadapan Pilatus. 
  1. Apakah sebuah peradilan dapat berpihak kepada ketidakadilan? Mengapa? 
  2. Mengapa Yesus berdiam dan tidak melakukan pembelaan? 
  3. Pilatus tahu bahwa Yesus tidak bersalah, tetapi mengapa ia tidak mengungkapkan kebenaran dan keadilan
  4. Bagaimana sikap gereja terhadap lembaga pemerintahan / pengadilan yang menyalahgunakan kekuasaan? 
  5. Tindakan apa yang dapat kita lakukan sebagai pribadi dan gereja, untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran?
Minggu 25 Maret 2018
NS

Mengikuti Yesus di jalan kemuliaan-Nya

diposting pada tanggal 15 Mar 2018 01.02 oleh Admin Situs

Yohanes 12:20-33

Hidup diwarnai oleh beragam pilihan untuk diambil dan dijalani. Setiap pilihan yang diambil dilatarbelakangi oleh alasan-alasan tertentu. Alasan yang kita kemukakan dalam mengambil sebuah pilihan, memengaruhi pilihan yang kita ambil dan dampak dari pilihan itu.

Jika alasannya untuk mementingkan diri sendiri saja, maka biasanya relasi kita dengan sekitar kita dapat menjadi dingin dan kaku. Tetapi alasan yang lahir dari kedewasaan iman spiritual, yaitu saat kita juga memikirkan apa yang menjadi kebutuhan orang-orang di sekitar kita, akan membuat pilihan yang kita ambil akan menjadi jembatan bagi terbinanya relasi yang hangat dan dinamis serta memberikan pengaruh kebaikan yang nyata bagi sesama ciptaan.

Kematian Kristus di atas kayu salib adalah sebuah pilihan hidup dan jalan yang mulia. Sebab pilihan untuk menjalani kasih yang selalu memberi dan berkorban demi kebaikan sesama itu, pada akhirnya mengubahkan hidup banyak orang serta tata cara bagaimana dunia ini diperbaiki dari kejahatan dosa.
  1. Saat beberapa orang Yunani ingin bertemu Yesus, apa yang lalu Yesus sampaikan kepada mereka yang ingin bertemu dengan Yesus? 

  2. Jika seumpamanya Anda mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Yesus, apa yang ingin Anda tanyakan kepada-Nya? 

  3. “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”. Apakah kaitan kata-kata Yesus ini dengan kematian yang akan Ia jalani menurut Anda? 

  4. Apakah kasih harus selalu ditunjukkan dengan pengorbanan? Mengapa? 

  5. Apakah jalan mulia yang ditempuh Yesus turut memengaruhi hidup Anda yang mengikuti-Nya? Dalam hal apa sajakah? 
Minggu 18 Maret 2018
EE

1-10 of 408