Kegiatan‎ > ‎

Renungan Warta

Disalin dari renungan warta yang tercetak pada
halaman muka Warta Jemaat GKI Halimun

Pembawa Kedamaian, Keadilan dan Kebenaran-Nya

diposkan pada tanggal 2 Des 2016 20.31 oleh Admin Situs

Yesaya 11:1-10; Mazmur 72:1-7, 18-19; Roma 15:4-13; Matius 3:1-12

Sebagai seorang Kristiani, nilai-nilai kehidupan yang diajarkan dan diteladankan Tuhan Yesus Kristus harus kita pegang teguh dan hidupi dengan serius. Nabi Yesaya, Raja Salomo, Rasul Paulus, Yohanes Pembaptis, mereka semua menjunjung kepemimpinan Kristus, Raja Damai yang mengubahkan kehidupan banyak orang. Setiap orang yang mau dipimpin Kristus akan dikuatkan Roh Kudus untuk membangun komunitas yang telah diperbarui menjadi komunitas di mana kedamaian, keadilan dan kebenaran nyata demi kemuliaan Allah, Bapa kita yang baik.
  1. Nabi Yesaya menubuatkan kehadiran seorang Raja Damai. Dari manakah Ia berasal (Yes. 11:1)? Apa yang menjadi kekuatan-Nya (Yes. 11:2)? Bagaimana sikap hidup-Nya (Yes. 11:3-5)? Gambaran apa yang digunakan oleh nabi Yesaya untuk menggambarkan akibat kepemimpinan sang Raja Damai itu (Yes. 11:6-8)? Bagaimana dampak kepemimpinan-Nya bagi dunia (Yes. 11:9-10)? 
  2. Nilai-nilai baik apa yang Anda wariskan dari tradisi keluarga besar Anda? Apakah Anda akan mewariskan nilai-nilai itu pada generasi berikut? Nilai-nilai kehidupan apa yang Anda dapatkan dari Kristus? Apa akibat dari nilai-nilai itu bagi hidup Anda? 
  3. Salomo berdoa untuk orang yang menjalankan kepemimpinan. Apa saja harapan-harapannya bagi sang pemimpin itu (Mzm. 72:1-7)? Lalu kepada siapa pujian pada akhirnya tertuju (Mzm. 72:18-19)?
  4. Apa saja yang menjadi isi doa Anda bagi orang-orang yang menjalankan kepemimpinan selama ini?
  5. Bagaimana sikap orang Kristen terhadap Kitab Suci (Rm. 15:4)? Apa harapan Paulus bagi Jemaat Roma (Rm. 15:5-6)? Hal-hal apa yang harus mereka hidupi di dalam Jemaat (Rm. 15:7)? Apa yang menjadi dasar sikap hidup seperti itu (Rm. 15:8-12)? Apa yang menjadi kekuatan Jemaat dalam melakukan itu (Rm. 15:13)? 
  6. Kapan terakhir kali Anda membaca Kitab Suci bersama-sama dengan keluarga Anda dan membahasnya? Apa akibatnya? 
  7. Apa berita yang disampaikan Yohanes Pembaptis (Mat. 3:2)? Di mana ia menyampaikannya (Mat. 3:1)? Siapa Yohanes Pembaptis menurut Matius (Mat. 3:3)? Apa yang dipakai Yohanes Pembaptis (Mat. 3:4) apa maknanya jika dibandingkan pakaian orang pada umumnya saat itu (lihat Mat. 11:8, Luk. 7:25). 
  8. Apakah ada perbedaan nilai-nilai hidup Anda dengan nilai hidup yang Anda pandang buruk di lingkungan Anda? Bagaimana Anda menyikapinya, apa yang Anda lakukan? 
  9. Siapa saja yang datang kepada Yohanes Pembaptis dan apa yang mereka lakukan (Mat. 3:5-6)? Apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis kepada banyak orang Farisi dan Saduki yang datang untuk dibaptis? Mengapa ia mengatakan itu (Mat. 3:7-10)? 
  10. Apa makna pertobatan bagi Anda? Apa-apa saja buah pertobatan yang sudah Anda hasilkan dalam hidup Anda? 
  11. Yohanes Pembaptis menyinggung Tuhan Yesus. Apa yang akan dilakukan Tuhan Yesus (Mat. 3:11-12)? 
  12. Bagaimanakah Tuhan Yesus sudah membentuk hidup Anda sejauh ini? Apa yang Anda harapkan untuk terjadi pada hari-hari mendatang kehidupan Anda?
Minggu 4 Desember 2016
Pdt. EE

Berjaga-jagalah

diposkan pada tanggal 2 Des 2016 20.05 oleh Admin Situs

(Matius 24: 36 - 44)

Masa adven adalah masa di mana kita diajak mempersiapkan diri sebaik-baiknya menyongsong kedatangan (adventus) Tuhan dengan berjaga-jaga dalam kedewasaan iman, maksudnya mempersiapkan kedatangan-Nya di akhir zaman dengan membiasakan hidup dalam jalan Kristus. Karena tidak ada yang tahu kapan hari itu tiba, maka pengikut Kristus diminta selalu siap sedia. Inilah adventus bagi kita.
  1. Apa yang melatarbelakangi diskusi Yesus dengan orang Yahudi dalam Matius 24: 3 - 44? Adakah perbedaan pandangan di antara mereka? 
  2. Apa makna perumpamaan pertama yang Yesus gunakan? 
  3. Apa makna perumpamaan kedua yang Yesus gunakan? 
  4. Apa makna perumpamaan ketiga yang Yesus gunakan? 
  5. Adakah kesamaan pesan dari tiga perumpamaan yang Yesus gunakan? 
  6. Apakah misteri kedatangan-Nya yang tiba-tiba itu bisa kita maknai sebagai sebuah anugerah kehidupan? 
  7. Apakah makna berjaga-jaga sampai hari-Nya tiba pada masa kini? Apakah wujud konkretnya? 
  8. Apakah komitmen pribadi saudara dalam merayakan adven ini?
Minggu 27 November 2016
Pdt. NS

Kristus adalah Raja kita!

diposkan pada tanggal 2 Des 2016 19.56 oleh Admin Situs

Yeremia 23:1-6, Mazmur 46, Kolose 1:11-20, Lukas 23:33-43

Sebagai Raja kehidupan kita, Kristus menunjukkan kepemimpinan yang melayani. Dia sangat berkuasa, tetapi kekuasaan-Nya tidak digunakan untuk menindas, melainkan untuk menyatakan kebaikan. Nabi Yeremia sudah bernubuat tentang raja yang berasal dari tunas Daud, sebagai raja yang menggembalakan umat-Nya dengan sempurna (Yeremia 23:1-6). Pemazmur pun mengundang umat-Nya untuk merayakan pemeliharaan Allah dengan kerendahan hati dan syukur yang tulus (Mazmur 46).

Dalam kepemimpinan Kristus, seperti disebutkan dalam surat Kolose 1:11-20, kita diperbarui dari kerajaan kegelapan kepada kerajaan terang dari Anak-Nya yang kekasih. Oleh sebab itu saat menghadapi ragam peristiwa kehidupan, dengan penuh pengharapan kita pun berseru kepada Kristus: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

Dalam penyerahan diri kepada Kristus yang adalah Raja itulah maka kita dimampukan untuk memimpin diri sendiri dengan bijak, serta memberikan karya-karya hidup yang baik dan berguna kepada orang-orang di sekitar kita, yang membutuhkan tuntunan dan keteladanan hidup di tengah dunia yang acap kali dipenuhi dengan roh mementingkan diri sendiri dan pengabaian.
  1. Apa yang Tuhan lakukan kepada pemimpin umat pada zaman Yeremia? (Yer. 23:1) Mengapa? (Yer. 23:2) Apa yang akan Tuhan lakukan kepada umat-Nya? (Yer. 23:3-6) 
  2. Pernahkah Anda mengalami kepemimpinan yang buruk di tempat kerja, rumah atau masyarakat? Apa yang akan Anda lakukan menanggapi hal itu? 
  3. Siapa Allah bagi Pemazmur? (Mzm. 46:2) Apa dampaknya bagi iman Pemazmur? (Mzm. 46:3-12) 
  4. Kapan terakhir kali Anda mengalami perlindungan dan pemeliharaan Tuhan yang kokoh? 
  5. Karya-karya Allah yang seperti apa yang dialami oleh gereja Kolose? (Kol. 1:11-14) Siapakah Kristus? (Kol. 1:15-20) 
  6. Menurut Anda, nilai-nilai seperti apa yang seharusnya dihidupi oleh orang yang mengakui Yesus Kristus sebagai Raja hidupnya? 
  7. Siapa yang disalib bersama-sama dengan Yesus? (Luk. 23:33) Apa yang dikatakan Yesus di atas salib? (Luk. 23:34) Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang melihat Yesus disalib? (Luk. 23:35-39) Apa tanggapan dari salah seorang yang disalib bersama Yesus? (Luk. 23:40-41) Apa tanggapan Yesus terhadap salah seorang yang disalib bersama-Nya itu? (Luk. 23:43) 
  8. Jika seandainya Anda berada saat Yesus disalib, apa yang menjadi tanggapan Anda terhadap-Nya? Menurut Anda mengapa orang Kristiani mengagungkan salib sebagai simbol iman? “Kristus adalah Raja kita!” setujukah Anda dengan pernyataan ini? Apa dampaknya bagi hidup Anda selanjutnya? 
Minggu 20 November 2016
Pdt. EE

Akhir Zaman

diposkan pada tanggal 2 Des 2016 18.49 oleh Admin Situs   [ diperbarui2 Des 2016 18.50 ]

Lukas 21:5-19

Pada sekitar tahun 1998, banyak sekali seminar-seminar akhir zaman yang diadakan oleh berbagai kalangan gereja. Mengapa? Nampaknya ini berkaitan dengan situasi yang terjadi pada sekitar tahun-tahun itu, yaitu banyaknya perusakan gereja dan kerusuhan di kota Jakarta. Biasanya pada saat zaman sulit, maka keinginan mendengarkan ajaran akhir zaman meningkat. Pada masa kini bagaimana kekristenan menghidupi penghayatannya tentang akhir jaman?
  1. Apa reaksi saudara saat mendengar tentang hal yang terkait “akhir jaman”? 
  2. Mengapa para murid mengkaitkan kehancuran Bait Allah dengan peristiwa akhir zaman? 
  3. Apakah rangkaian peristiwa yang Yesus sebutkan merupakan tanda khas dari akhir zaman? 
  4. Apakah yang hendak Yesus katakan lewat peristiwa-peristiwa yang mendukakan itu? 
  5. Bagaimana sikap kita dalam menghidupi dan menghadapi berita tentang akhir zaman? 
  6. “Kita harus memperhatikan tanda-tanda zaman bukan untuk menghitung-hitung hari kedatangan Yesus, tetapi agar kita waspada dan berjaga-jaga sehubungan dengan waktu-Nya yang semakin dekat” 
Minggu 13 November 2016
Pdt. NS

Hidup Jadi Berarti Sebab Dia Hidup!

diposkan pada tanggal 2 Nov 2016 14.45 oleh Admin Situs   [ diperbarui5 Nov 2016 11.35 ]

Ayub 19:23-27, Mazmur 17:1-9; 2 Tesalonika 2:1-5, 13-17, Lukas 20:27-38

Dengan iman, kita memiliki sudut pandang yang utuh mengenai hidup. Kita mengakui bahwa kita lemah dan terbatas. Kita bisa sakit, sengsara, mengalami kesusahan bahkan kematian. Tetapi pengakuan itu tentu tidak akan membuat kita kehilangan pengharapan. Sebab kita tahu bahwa Tuhan Yesus Kristus, bangkit, hidup dan berkuasa selama-lamanya. Dengan kuasa kasih-Nya, yang mengaruniakan kehidupan bagi kita yang percaya, maka hidup kita yang ringkih dan terbatas, tetap dapat kita isi dengan penuh arti dan berdampak bagi sesama. Inilah kabar baik dan kekuatan kita yang tidak pernah boleh diabaikan selamanya.
  1. Ada pengharapan iman yang kokoh dapat kita temukan dalam diri Ayub pada saat bercakap-cakap dengan teman-temannya. Pengharapan seperti apakah? (Ayb. 19:25-27) 
  2. Apa atau Siapakah yang membuat Anda tetap memiliki pengharapan saat menghadapi keadaan hidup yang tidak mudah? Mengapa demikian? 
  3. Apa yang menjadi permohonan Daud kepada Allah? Allah seperti apakah yang diimani Daud? (Mzm. 17:1-9)? 
  4. Apakah Anda mengalami kesulitan dalam berdoa saat mengalami kesusahan? Mengapa? 
  5. Apa nasihat Paulus kepada Jemaat di Tesalonika mengenai penantian kedatangan Hari Tuhan? (2 Tes. 2:1-5)? 
  6. Apa yang menjadi alasan Paulus bersyukur kepada Allah? (2 Tes. 2:13-14) Lalu apa yang harus Jemaat Tesalonika lakukan terkait hal itu? (2 Tes. 2:15, 17) 
  7. Menurut Anda apakah cara orang menafsir Kitab Suci akan memengaruhi perilaku hidupnya? Mengapa? Mencermati nasihat Paulus ini, apakah keselamatan itu diterima sekarang ini atau nanti saat kedatangan Tuhan? 
  8. Siapa yang datang kepada Yesus? Bagaimana pandangan mereka tentang kebangkitan? (Luk. 20:27) Apa yang mereka ajukan kepada Yesus untuk mendukung pandangan mereka itu? (Luk. 20:28-33) Apa jawaban Yesus kepada mereka? (Luk. 20:34-38) 
  9. Menurut Anda apa dampak dari pengakuan iman kita yang menegaskan kebangkitan orang mati, bagi hidup kita saat ini, sekarang ini? Lalu dampaknya bagi kita saat kita menghadapi kesusahan? Lalu dampaknya saat kita mengalami kematian? 
  10. Apa makna “kematian rohani” menurut Anda? Apa makna kebangkitan orang mati menurut Anda? Bagaimanakah relasi Anda dengan Allah saat ini? Apa dampaknya bagi hidup Anda sekarang ini? 
Minggu 6 November 2016
Pdt. Essy Eisen

Kasih-Nya Mengubahkan Hidup

diposkan pada tanggal 26 Okt 2016 14.12 oleh Admin Situs

Yesaya 1:10-18, Mazmur 32, 2 Tesalonika 1:1-4, 11-12, Lukas 19:1-10

Setiap tindakan bakti kepada Allah (kebaktian, berdoa, baca Alkitab, kesaksian, pelayanan) harus berangkat dari kasih, kerendahan hati, kejujuran dan ketulusan. Hubungan pribadi dengan Allah harus selalu berlanjut dengan kepedulian dan kasih yang nyata kepada sesama ciptaan Allah lainnya. Jika tidak maka kita tidak melakukan ibadah/bakti yang sejati.

Allah adalah kasih. Ini nyata benar melalui karya Tuhan Yesus Kristus. Kuasa kasih Allah dalam Roh Kudus, menolong kita supaya hidup kita jadi baru dan berarti. Sikap nyata dari pembaruan hidup ialah pada saat orang melakukan apa yang baik, benar, adil kepada sesama ciptaan Allah. Semakin hari semakin sadar untuk meninggalkan yang jahat dan melakukan apa yang baik. Perubahan hidup itu tentu bukan semata karena kekuatan diri, tetapi karena kekuatan yang datang dari Allah.

Menutup rangkaian bulan keluarga tahun ini, baiklah kita semua mengambil langkah-langkah nyata dengan menunjukkan perubahan hidup senyata-nyatanya. Mulailah dari hal-hal kecil, dari diri sendiri, dan jangan ditunda-tunda lagi. Jadilah pribadi yang rendah hati, banyak bersyukur dalam segala hal, saling mendoakan, jangan meremehkan yang lain dan terus belajar setia semakin harinya di dalam menyatakan kasih yang memberi. Ini tekad kita bersama, bahwa: “aku HaDiR untukmu!” tidak menjadi sekedar tema dan slogan saja, tetapi terwujud dalam segenap perilaku di kehidupan keseharian. Allah baik.
  1. Kepada siapa Firman Tuhan disampaikan? (Yes. 1:10) Apa yang dipertanyakan dan dikeluhkan Tuhan kepada mereka? (Yes. 1:11-15) Lalu apa yang seharusnya mereka perbuat? (Yes. 1:16-17) Apa janji Tuhan bagi mereka? (Yes. 1:18) 
  2. Menurut Anda apakah perbedaan dari kesalehan pribadi dan kesalehan sosial? Apakah keduanya telah Anda lakukan selama ini? Mengapa? 
  3. Siapakah orang yang berbahagia menurut Daud? (Mzm. 32:1-2) Apa yang terjadi dengan Daud? (Mzm. 32:3-4) Apa yang kemudian dilakukan Daud? (Mzm. 32:5) Apa isi pengajaran Daud kemudian? (Mzm. 32:6-11) 
  4. Apa akibatnya jika seseorang menyimpan dosa menurut Anda? Apa akibatnya jika orang itu mengakui dosa, menyesal dan tidak mengulangi dosanya? 
  5. Mengapa Paulus, Silwanus dan Timotius bersyukur? (2 Tes. 1:3-4) Apa yang menjadi doa mereka bagi jemaat Tesalonika? (2 Tes. 1:11-12) 
  6. Apa yang Anda syukuri dari kehidupan Anda selama ini? Apa yang menjadi doa dan harapan Anda ke depan yang Anda mohonkan kepada Allah? 
  7. Siapakah Zakheus? (Luk. 19:2) Apa yang hendak dilakukannya? (Luk. 19:3) Bagaimana upayanya kemudian? (Luk. 19:4) Apa yang dilakukan Yesus? (Luk. 19:5) Bagaimana tanggapan Zakheus? (Luk. 19:6) Bagaimana tanggapan orang-orang yang melihatnya? (Luk. 19:7) Apa yang kemudian dilakukan Zakheus? (Luk. 19:8) Bagaimana tanggapan Yesus melihat sikap Zakheus? (Luk. 19:9-10) 
  8. Apa yang Anda temukan di dalam diri Yesus selama ini? Apa yang dilakukan Yesus bagi hidup Anda? Apa yang Anda pelajari tentang kasih, keadilan dan kebenaran dalam kisah perjumpaan Tuhan Yesus dengan Zakheus ini? Bagaimana pelajaran itu akan memengaruhi hidup Anda di tengah keluarga dan di manapun Anda berada pada hari-hari ke depan? 
Minggu 30 Oktober 2016
Pdt. Essy Eisen

Allah yang dekat dan berbelas kasih

diposkan pada tanggal 22 Okt 2016 09.12 oleh Admin Situs

Lukas 18:9-14

Agama menjadi sarana manusia untuk berjumpa dengan Tuhan juga sesama, inilah wajah penuh cinta dari agama. Akan tetapi di sisi lain, agama menunjukkan wajah beringasnya saat klaim-klaim kebenaran ditegakkan dan tudingan keberdosaan ditujukan kepada mereka yang berbeda. Pembenaran demi pembenaran dibuat dalam kerangka bukan menjalin relasi dengan Allah yang hadir dalam kasih-Nya, melainkan untuk mengalahkan atau menghancurkan pemahaman mereka yang berbeda. Padahal Allah, adalah Tuhan yang penuh belas kasih terhadap manusia.
  1. Apa alasan saudara sulit berbagi kasih terhadap orang lain? 
  2. Apa tujuan Yesus menyampaikan perumpamaan tentang orang Farisi dan orang berdosa? 
  3. Apakah persamaan orang Farisi dan pemungut cukai dalam Lukas 18:9-14? 
  4. Apakah perbedaan orang Farisi dan pemungut cukai dalam Lukas 18:9-14? 
  5. Apakah isi doa orang Farisi? Salahkah ia berdoa demikian? 
  6. Apakah isi doa dari pemungut cukai? Apakah dosa yang ia perbuat? 
  7. Siapakah yang membela pemungut cukai tersebut? 
  8. Menurut Yesus, faktor apakah yang menjadi pembeda antara orang Farisi dan pemungut cukai dalam menjalin relasi dengan Allah? 
  9. Relasi seperti apakah yang saudara miliki dengan Allah? 
  10. Komitmen apakah yang akan saudara ambil terkait relasi dengan mereka yang berbeda? 
Minggu 23 Oktober 2016
Pdt. Noerman Sasono

Tidak Jemu Berdoa dan Tidak Putus Asa

diposkan pada tanggal 13 Okt 2016 00.25 oleh Admin Situs   [ diperbarui13 Okt 2016 00.32 ]

Kejadian 32:22-31, Mazmur 121, 2 Timotius 3:14-4:5, Lukas 18:1-8

Akan ada saat di mana kita bergumul dan bergulat dengan hal-hal yang bertolak belakang dengan iman kita. Saat itu terjadi, apakah kita akan memenangkan pergulatan itu dengan tetap setia dalam beriman? Atau menyerah dan mengalami kemandekan pertumbuhan iman? Atau malah menyangkali iman?

Kita tidak boleh ragu untuk tetap setia. Tuhan adalah penolong yang sejati. Jika kita ragu, kita rugi sendiri, sebab kita memilih langkah mundur ketimbang langkah maju. Tidak ada kuasa yang dapat menyetop kuasa kasih Tuhan yang mengubahkan hidup kita untuk menjadi lebih baik. Dia Juruselamat kita. Kalau kuasa Tuhan tidak dirasakan dan dialami, biasanya itu terjadi karena seseorang memilih melarikan diri dari Tuhan, ketimbang berserah kepada pengasihan-Nya.

Penyerahan diri harus menjadi pilihan kita. Penyerahan diri diwujudkan dengan ketulusan dan ketekunan doa, serta pembacaan, pemahaman, pemberlakuan Firman Tuhan di dalam kehidupan kita setiap hari. Hendaknya itu bukan dilakukan sendirian saja, tetapi bersama-sama dengan keluarga kita dan dengan setiap orang yang kita kasihi dan mengasihi kita.
  1. Apa yang terjadi antara Yakub dan Esau dalam Kejadian 32:1-21? Apa yang kemudian dilakukan Yakub setelah kejadian itu (Kej. 32:21-24)? 
  2. Apa yang terjadi dalam pergulatan fisik yang dialami Yakub (Kej. 32:25-26)? Apa yang Yakub minta (Kej. 32:26, 29)? Apa yang kemudian diberikan oleh orang yang bergulat dengan Yakub (Kej. 32:27-29)? Siapakah orang yang telah bergulat dengan Yakub itu ternyata (Kej. 32:30)? 
  3. Apakah yang terakhir Anda minta kepada Allah melalui doa? Apakah ada kejadian-kejadian yang tidak mudah dalam menantikan jawaban doa itu? Apa yang terjadi sekarang? 
  4. Siapakah sumber pertolongan hidup si Pemazmur (Mzm. 121:1-2)? Apa bukti dari pertolongan Allah menurut si Pemazmur (Mzm. 121:3-8)? 
  5. Pertolongan seperti apakah yang telah diberikan Allah kepada Anda? Bagaimana tanggapan Anda sesudahnya? 
  6. Apa yang harus dipegang oleh Timotius? Siapa yang mengajarkannya? (2 Tim 3:14) 
  7. Apa manfaat Kitab Suci menurut Paulus (2 Tim 3:15-17)? 
  8. Apa yang harus dilakukan oleh Timotius sesudahnya (2 Tim 4:1-2)? Mengapa (2 Tim 4:3-4)? Apa yang tidak boleh hilang dalam diri Timotius dalam pelaksanaan tugas pelayanannya? 
  9. Kapan terakhir kali Anda membaca Kitab Suci dan mengalami manfaat darinya? Apa yang akan Anda lakukan supaya orang mengalami kabar baik / Injil Kristus? 
  10. Apa yang Yesus tegaskan kepada murid-murid (Luk 18:1)? Bagaimana cara Yesus mengajar murid-murid untuk mengerti penegasan itu (Luk 18:2-5)? Apa arti cerita itu (Luk 18:6-8)? 
  11. Langkah-langkah apakah yang akan Anda tempuh supaya tidak jemu-jemu berdoa? 
  12. Bagaimanakah cara Anda memberikan pengaruh yang baik supaya orang-orang yang ada di sekitar Anda memiliki kebiasaan yang tulus untuk juga menjadi tidak jemu dalam berdoa?
Minggu 16 Oktober 2016
Pdt. Essy Eisen

Dia Memulihkan

diposkan pada tanggal 8 Okt 2016 16.07 oleh Admin Situs   [ diperbarui8 Okt 2016 16.07 ]

Lukas 17: 11 - 19

Kepedulian sosial merupakan jiwa dari Kristus. Ia datang ke dalam dunia dengan menjadi sama dengan manusia menunjukkan tingginya partisipasi Allah dalam dunia. Pelayanan-Nya di tengah dunia yang membutuhkan penyelamatan menunjukkan belarasa Allah yang terdalam. Melalui Yesus, keselamatan itu dihadirkan sehingga dunia dipulihkan. Pemulihan Kristus menjadi semangat bagi kita mengisi hari-hari kehidupan dengan cinta kepada sesama ciptaan.
  1. Mengapa orang-orang kusta tinggal di perbatasan Samaria dan Galilea? 
  2. Sepuluh orang kusta berasal dari dua suku yang berbeda bahkan bermusuhan, apa yang membuat mereka kemudian bersatu? 
  3. Mengapa mereka bersepuluh memohon belas kasih Yesus? 
  4. Mengapa Yesus menyuruh mereka bersepuluh menghadap imam? 
  5. Adakah kaitan antara iman dengan kesembuhan sepuluh orang kusta itu? 
  6. Pemulihan seperti apa yang di dapat si orang Samaria setelah berjumpa Yesus? 
  7. Apa yang Tuhan pulihkan dari kehidupan saudara? 
  8. Tindakan apa yang bisa saudara lakukan guna memulihkan “wajah kemanusiaan” yang makin rusak ? 
Minggu 9 Oktober 2016
Pdt. Noerman Sasono

Beriman dan Rendah Hati

diposkan pada tanggal 28 Sep 2016 14.27 oleh Admin Situs

Habakuk 1:1-4, 2:1-4, Mazmur 37:1-9; 2 Timotius 1:1-14, Lukas 17:5-10

Beriman dan rendah hati adalah satu paket. Tidak bisa dipisahkan, karena keduanya berkaitan. Jika kita rendah hati, kita bersedia menerima anugerah kebaikan Allah di dalam iman. Dengan iman, kita terus tersadarkan untuk tidak tinggi hati dan berkenan dituntun dan dinasihati Allah.

Kita sudah merayakan perjamuan kudus bersama dengan gereja Tuhan Yesus Kristus di seluruh dunia. Ini menjadi tanda bahwa kita bersedia menerima berkat kuasa kasih Allah yang membimbing hidup untuk dapat menjadi kabar baik di tempat di mana Tuhan mengutus kita.

Minggu ini, kita juga memasuki bulan keluarga. Pada Minggu pertama ini kita belajar untuk beriman dan rendah hati. Kita memulai dari hal-hal yang sederhana. Tersenyum, menyapa, memberikan salam hangat di tengah keluarga kita, dalam persekutuan gereja dan di masyarakat, adalah langkah-langkah nyata sebagai pembuka tindakan-tindakan iman dan kerendahan hati lainnya di tengah kehidupan kita. Sebulan ini kita akan menggemakan pesan hidup kita kepada siapa pun, khususnya bagi anggota keluarga kita demikian: “aku hadir untukmu!”. Ya, aku yang mau beriman dan rendah hati.
  1. Apa yang nabi Habakuk serukan kepada Tuhan? (Hab. 1:2) Apa yang diperlihatkan Tuhan kepada Habakuk? (Hab. 1:3) Apa yang menjadi kesimpulan dari semuanya itu? (Hab. 1:4) 
  2. Apa yang akan dilakukan Habakuk menanti jawaban Tuhan? (Hab. 2:1) Apa jawaban Tuhan? (Hab. 2:2-4) 
  3. Kapan terakhir kali Anda melihat hal yang tidak beres di dalam kehidupan sekitar Anda? Apa penyebabnya menurut Anda? Apa yang lalu Tuhan berikan kepada Anda untuk menyelesaikan apa yang tidak beres itu? 
  4. Apa yang terjadi dengan orang yang berbuat jahat menurut Daud? (Mzm. 37:1-2,9) Apa yang harus dikerjakan oleh orang percaya menurut Daud? (Mzm. 37:3-8) 
  5. Apa yang Anda rasakan saat Anda berbuat jahat? Saat berbuat baik? 
  6. Menurut Anda apa yang sedang Timotius alami saat Paulus menuliskan surat ini? (2 Tim. 1:1-4) 
  7. Bagaimana cara Paulus menguatkan Timotius? (2 Tim. 1:5-7) Apa yang harus dilakukan Timotius berdasarkan nasihat Paulus? (2 Tim. 1:8) Seperti apa Allah yang diimani Paulus? (2 Tim. 1:9-10) Keteladanan-keteladanan apa yang sedang diturunkan Paulus kepada Timotius? (2 Tim. 1:11-14) 
  8. Kapan terakhir kali Anda menguatkan iman orang-orang yang Anda tahu sedang mengalami masalah? Keteladanan hidup seperti apa yang sedang Anda wariskan kepadanya? 
  9. Apa yang diminta rasul-rasul kepada Tuhan? (Luk 17:5) Apa jawaban Tuhan? (Luk. 17:6) 
  10. Apa arti iman menurut Anda? Apa pengaruh iman dalam kehidupan Anda sehari-hari? 
  11. Seorang hamba yang baik melakukan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab, ketulusan dan kerendahan hati (Luk. 17:7-9) Sebagai hamba-hamba Allah, apa yang seharusnya menjadi sikap dari para rasul? Apakah ada kaitan sikap ini dengan iman? Apa kaitannya? (Luk. 17:10) 
  12. Apa-apa saja yang harus Anda lakukan dengan penuh tanggung jawab dalam hidup Anda di tengah keluarga, gereja dan masyarakat? Apakah iman dan kerendahan hati nyata di dalamnya?
Minggu 2 Oktober 2016
Pdt. Essy Eisen

1-10 of 332