Renungan Warta

Disalin dari renungan warta yang tercetak pada
halaman muka Warta Jemaat GKI Halimun

Melekat Pada Kristus

diposkan pada tanggal 4 Mei 2015 01.04 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kisah Para Rasul 8:26-40; Mazmur 22:26-32; I Yohanes 4:7-21; Yohanes 15:1-8

Dapatkah seseorang beriman Kristen tetapi tidak mengasihi? Dapatkah seseorang mengasihi tanpa beriman Kristen? Dua pertanyaan ini bisa mengusik kita tatkala kita melihat orang seperti Adolf Hitler yang dibaptis di Gereja Katolik pada masa kecilnya namun tumbuh membenci begitu banyak orang, terutama orang-orang Yahudi. Atau sebaliknya, kita membaca kisah hidup Mahatma Gandhi yang tidak pernah dibaptis di gereja manapun, tetapi menunjukkan kasih melalui gerakan nir-kekerasan untuk mencapai kemerdekaan bangsanya. 

Di sekeliling kita, juga barangkali banyak orang yang mengaku beriman Kristen, tetapi hidup jauh dari kasih, dan sebaliknya mereka yang tidak beriman kepada Tuhan, tetapi hidup penuh kasih. Adakah kasih lebih tinggi dari iman? Bukankah Rasul Paulus sendiri berkata, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya adalah kasih” (1 Kor. 13:13)? Bacaan-bacaan kita hari ini menolong kita memahami bahwa sesungguhnya iman Kristen dan kasih adalah bagai dua sisi dari satu keping koin. Keduanya tak dapat dipisahkan.

Pertanyaan Pembuka
  1. Pikirkanlah dalam hidup Saudara, apakah pernah melakukan hal-hal yang tidak bersifat kasih walaupun Saudara telah beriman pada Tuhan Yesus? 
  2. Situasi dan kondisi apa yang membuat Saudara tidak mengasihi? 
  3. Bagaimanakah reaksi Saudara setelah menyadari perbuatan tersebut tidak mencerminkan kasih Kristen? 
Pertanyaan Pendalaman Alkitab

Kisah Para Rasul 8:26-40 
  1. Perhatikanlah bacaan ini dengan seksama, dapatkah saudara temukan kata ‘kasih’ di dalamnya? 
  2. Perilaku Filipus manakah yang dapat kita golongkan sebagai tindakan mengasihi? 
  3. Apakah yang mendorong Filipus melakukan tindakan kasih tersebut? 
Mazmur 22:26-32
  1. Perhatikanlah bacaan ini dengan seksama, dapatkah saudara temukan kata ‘kasih’ atau ‘iman’ di dalamnya? 
  2. Hal-hal apa sajakah yang dapat kita kaitkan dengan kasih dan iman dalam bacaan ini? 
1 Yohanes 4:7-21
  1. Dapatkah sifat kasih dipisahkan dari Allah, Yesus Kristus, dan umat yang percaya padaNya? Mengapa?
  2. Jika Allah adalah kasih (ayat 8), apakah kasih adalah Allah? 
  3. Mengapa kesempurnaan kasih dikaitkan dengan keyakinan akan hari penghakiman? (ayat 17) 
  4. Bagaimanakah wujud kasih yang nyata menurut Yohanes? 
Yohanes 15:1-8
  1. Kata ‘tinggal’ diulang enam kali dalam bacaan ini. Mengapa ‘tinggal dalam Yesus’ begitu penting? 
  2. Yesus berbicara tentang buah yang muncul sebagai akibat dari tinggal di dalamNya. Apa yang kira- kira dimaksudkan dengan buah di sini? (Ayat 5) 
  3. Di ayat 7, Tuhan Yesus memberi jaminan jika kita tinggal di dalamNya dan firmanNya tinggal di dalam kita, segala apa yang kita minta akan kita terima. Hal-hal apa sajakah yang Saudara akan minta kepadaNya? 
  4. Apakah permintaan-permintaan itu mencerminkan kasih kita kepada Tuhan dan sesama? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Apakah kaitan antara iman dan kasih setelah Saudara membaca bahan Alkitab di atas? Bagaimanakah kaitan tersebut terlaksana dalam kehidupan Saudara? 
  2. Apakah Saudara merasa tinggal dalam Yesus saat ini? Hal apa sajakah yang membuat Saudara merasa demikian? 
  3. Jika kasih dan iman bisa mewujud dalam berbagai tindakan dan sikap hidup, apa saja tindakan dan sikap hidup yang Saudara akan wujudkan saat ini? 
Doa: Tuhan Yesus, Engkau adalah perwujudan kasih yang sempurna. Tolonglah kami yang beriman kepadaMu untuk menyatakan kasih yang nyata dalam hidup kami sehari-hari sebagai buah dari iman dan persekutuan kami dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitanMu. Yakinkanlah kami untuk dengan iman dan kasih yang penuh menantikan takhta penghakimanMu ketika segala keadilan dan kebenaran tegak berdiri. Mampukanlah gerejaMu saat ini menjelmakan keadilan dan kebenaranMu di segala segi kehidupan karena kami yakin segala yang kami minta dalam Engkau dan firmanMu akan digenapi. Amin.

Minggu, 3 Mei 2015
Agustian Nugroho Sutrisno, M.Min., Ph.D.

Hidup Berkelimpahan Bersama Komunitas

diposkan pada tanggal 4 Mei 2015 00.52 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; I Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18

PENGANTAR
Hidup berkelimpahan adalah dambaan semua orang. Hampir tidak ada orang yang ingin hidupnya biasa-biasa saja. Keinginan untuk hidup berkelimpahan kadang membuat manusia jatuh pada penyempitan makna hidup yang diukur hanya berupa kepemilikan materi, karier, kedudukan, dan kuasa. Manusia menjadi kehilangan kasih kepada sesamanya. Dunia saat ini memperlihatkan sempitnya makna hidup berkelimpahan. Dunia yang tidak ramah saat ini membutuhkan kasih yang menerima, menebus dan memulihkan.

PERTANYAAN PEMBUKA
  1. Menurut saudara, mengapa banyak orang ingin hidup dalam kelimpahan? 
  2. Apakah pencarian hidup berkelimpahan bisa mendatangkan petaka? 
PERTANYAAN PENDALAMAN 

Kisah Para Rasul 4:5-12
  1. Siapakah anggota mahkamah agama yang mengadili Petrus dan Yohanes? 
  2. Atas dasar apa mereka diadili? 
  3. Apa pembelaan Petrus dan Yohanes? 
Mazmur 23
  1. Allah seperti apa yang digambarkan oleh pemazmur? 
  2. Tawaran apakah yang Allah berikan bagi komunitas? 
  3. Apa yang dimaksud pemazmur dengan kalimat “Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku” (ayat 5a)? 
1 Yohanes 3:16-24
  1. Menurut penulis I Yohanes, bagaimana kasih Allah harus diwujudkan? 
  2. Apa perintah Yesus menurut penulis I Yohanes? 
  3. Apa dampak perintah Yesus bagi kehidupan komunitas? 
Yohanes 10:11-18
  1. Hal-hal apa saja yang dilakukan oleh gembala yang baik? 
  2. Apakah kebaikan yang gembala tawarkan bagi domba lain? 
  3. Apa bentuk kelimpahan hidup yang Yesus berikan bagi komunitas? 
PERTANYAAN PENERAPAN
  1. Apakah kita sebagai pribadi telah merasakan kehadiran Allah sebagai gembala? Bagikan pengalaman saudara! 
  2. Apakah selama ini saudara sudah menjadi “gembala yang baik” bagi komunitas? Bagikan pengalaman saudara! 
  3. Yesus mengajak kita untuk berbagi “kelimpahan hidup”, apa wujud yang akan saudara bagikan? 
KOMITMEN : Kita tidak dipanggil untuk hidup bagi persekutuan Kristen saja, tetapi juga dipanggil untuk dunia.

Minggu 26 April 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)

Kebangkitan adalah penerimaan

diposkan pada tanggal 4 Mei 2015 00.43 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; I Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48

PENGANTAR
Dalam kehidupan ini, perjumpaan dengan orang lain / asing tidaklah mungkin terhindarkan, melalui perjumpaan kita dapat memiliki kemungkinan untuk memahami mereka dengan lebih baik. Saat ini kita hidup dalam berbagai keragaman (budaya, agama dan lain-lain), dalam keragaman inilah sebenarnya kita dipanggil untuk mengabarkan berita injil, dimana setiap orang diundang untuk merasakan penerimaan dan kasih Kristus.

PERTANYAAN PEMBUKA
  1. Apakah saudara bisa dengan mudah menerima kehadiran orang lain yang “berbeda”? 
  2. Bagaimana perasaan saudara saat kehadiran saudara tidak dianggap oleh orang lain? 
PERTANYAAN PENDALAMAN

Kisah Para Rasul 3:12-19
  1. Apa yang menjadi misi Petrus dan Yohanes? 
  2. Kepada siapa “kabar baik” itu harus berpusat? 
  3. Apa yang Petrus kisahkan mengenai peristiwa salib? 
  4. Menurut Petrus, Sikap seperti apa yang harus dilakukan saat menerima undangan Tuhan? 
Mazmur 4
  1. Allah seperti apa yang menjadi gambaran pemazmur? 
  2. Apa yang menjadi nasehat pemazmur bagi pendengarnya? 
1 Yohanes 3:1-7
  1. Gambaran ALLAH seperti apa yang penulis surat Yohanes tuliskan? 
  2. Apa dasar tindakan “adopsi” yang Allah lakukan? 
  3. Apa dampak dari “adopsi” yang Allah lakukan? 
Lukas 24:36-48
  1. Apa yang Yesus maksudkan dengan perkataan “Damai sejahtera bagi kamu”? 
  2. Apa yang bisa dimaknai dari perjamuan makan tersebut? 
  3. Apa pesan Yesus dalam perjamuan makan? 
PERTANYAAN PENERAPAN
  1. Apa makna peristiwa Paska bagi saudara? 
  2. Yesus mengundang setiap orang ke dalam persekutuan kasih. Apa bentuk keterlibatan kita? 
  3. Lukas 24:47 berbicara tentang misi yang harus dikerjakan para rasul. Untuk konteks Indonesia, apa bentuk misi yang cocok untuk dilakukan? 
KOMITMEN : Menjadi orang Kristen yang “membuka diri” terhadap kenyataan di sekitar kita.

Minggu 19 April 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)

Kuasa Kebangkitan Yesus Memampukan Umat Untuk Berbagi

diposkan pada tanggal 10 Apr 2015 04.39 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31

Pengantar
“Tidak ada makan siang yang gratis.” Ungkapan ini menggambarkan sulitnya berbagi dengan tulus tanpa pamrih di jaman sekarang yang diwarnai dengan individualisme dan pementingan diri sendiri. Prinsip ekonomi “dengan modal sedikit mendapat untuk sebesar-besarnya” menjadi praktek hidup sehari-hari. Dengan prinsip seperti ini, apapun yang seseorang lakukan terhadap orang lain selalu menyimpan pamrih. Yohanes 20:19-31 mengisahkan Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Apa yang terjadi dalam perjumpaan itu? Apa dampaknya?

Pertanyaan Pembuka
  1. Pernahkah anda memberi? Apa yang anda berikan? Mengapa anda memberi? 
  2. Apa yang anda harapkan ketika memberi kepada seseorang? 
  3. Pernahkah anda merasakan kebahagiaan ketika memberi? 
Pertanyaan Pendalaman

Kisah Para Rasul 4:32-35
  1. Siapa saja tokoh yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul 32-35? 
  2. Bagaimana cara hidup para tokoh tersebut? 
  3. Mengapa semua orang yang menjual kepunyaannya meletakkan hasil penjualannya di depan kaki rasul-rasul? 
  4. Menurut anda, apa yang membuat mereka memiliki cara hidup seperti itu? 
Mazmur 133
  1. Apa yang digambarkan dalam Mazmur ini? 
  2. Menurut pemazmur, apa kaitan antara kerukunan dan berkat Tuhan? 
1 Yohanes 1:1-2:2
  1. (ayat 1-4) Siapa yang menuliskan Surat ini dan apa isinya? 
  2. Sebagai apa Allah digambarkan dalam surat ini? Apa kaitan penggambaran itu dengan keberadaan kita (pengikut Yesus)? 
  3. Apa peran Yesus dalam hidup orang berdosa? 
Yohanes 20:19-31
  1. Apa yang murid-murid Yesus lakukan? Bagaimana perasaan mereka? 
  2. Apa yang terjadi kemudian? 
  3. Apa yang Yesus katakan kepada mereka? 
  4. Apa yang murid-murid rasakan melihat kehadiran Yesus yang bangkit? 
  5. Apa perintah Yesus kepada mereka? 
  6. Siapa yang tidak ada saat Yesus datang? 
  7. Bagaimana tanggapan murid tersebut saat murid lain menceritakan kedatangan Yesus? 
  8. Apa yang Yesus lakukan dan katakan kepada murid itu? 
  9. Apa maksud Injil ini dicatat? Apa artinya? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Apa yang membuat pengikut Yesus mampu hidup berbagi? 
  2. Apakah masing-masing kita juga sudah mengalami kasih Allah (menerima terang Allah)? Kapan dan dimana? 
  3. Bagaimana kita menanggapi “pengutusan” yang Yesus berikan? 
Minggu, 12 April 2015
Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)

“Nyatakanlah Kasih Tanpa Batas!”

diposkan pada tanggal 4 Apr 2015 02.13 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kisah Para Rasul 10:34-43; Mazmur 118:1-2, 14-24; 1 Korintus 15:1-11; Yohanes 20:1-18

Pengantar

Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus adalah peristiwa yang mengandung kuasa pembaruan hidup bagi yang percaya. Pengalaman perjumpaan dengan Kristus yang bangkit memberikan kuasa kepada orang yang mengalaminya untuk melanjutkan karya kasih Kristus yang tanpa batas kepada banyak orang. Saat merayakan Paska Kristus, pertanyaan penting yang harus dijawab ialah: Apakah kita mau menerima kasih yang tanpa batas itu masuk ke dalam pikiran dan hati kita, sehingga segenap hidup kita menjadi lebih hidup karena cinta kasih-Nya?

Pertanyaan Pembuka
  1. Acap kali Paska dirayakan tidak seantusias orang merayakan Natal. Menurut Anda mengapa demikian? Bagaimana seharusnya orang merayakan Paska menurut Anda? 
  2. Adakah pengalaman yang paling berkesan saat Anda merayakan Paska selama ini? Apa itu? 

Pertanyaan Pengamatan & Pendalaman

Kisah Para Rasul 10:34-43
  1. Siapa yang berkenan kepada Allah, menurut Petrus? 
  2. Apa saja yang Petrus saksikan/ceritakan tentang Yesus dari Nazaret? 
  3. Apa dampak dari perjumpaan Yesus yang bangkit terhadap Petrus dan murid-murid yang lain? 
Mazmur 118:1-2, 14-24
  1. Mengapa Pemazmur bersyukur kepada Allah? 
  2. Siapa saja yang akan masuk pintu gerbang Rumah Tuhan menurut Pemazmur? 
  3. Apa saja yang menjadi permohonan Pemazmur? 
1 Korintus 15:1-11
  1. Apa yang Paulus ingatkan kepada Jemaat Korintus? 
  2. Berita apa yang Paulus terima tentang Kristus? 
  3. Apa yang terjadi setelah perjumpaan Paulus dengan Kristus yang bangkit? 
Yohanes 20:1-18
  1. Siapa saja yang pergi ke kubur Yesus? Mengapa mereka pergi ke sana? 
  2. Apa yang terjadi saat mereka menjumpai kubur yang kosong? Mengapa demikian? 
  3. Apa yang terjadi dengan Maria Magdalena saat murid-murid lain kembali ke rumah? Lalu apa yang dilakukan Maria Magdalena sesudahnya? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Apa yang ada dalam pikiran dan hati Anda saat merayakan Paska (kebangkitan Yesus Kristus)? 
  2. Apa dampak kebangkitan Tuhan Yesus bagi hidup Anda saat ini? 
  3. Bagaimana cara Anda menunjukkan kasih yang tanpa batas dalam kehidupan Anda sehari-hari? 
Komitmen
Menunjukkan kasih yang tanpa batas

Minggu 5 April 2015
(Pdt. Essy Eisen)

“Kosongkanlah diri dan lakukanlah kasih!”

diposkan pada tanggal 26 Mar 2015 04.20 oleh Admin Situs GKI Halimun

Yesaya 50:4-9; Mazmur 118:1-2, 19-29; Filipi 2:5-11; Markus 11:1-11

Pengantar

Saat hidup diikat oleh godaan dosa, tinggi hati menguasai diri. Kasih menjadi slogan yang kering dan tidak berbuah di dalam tindakan kepada sesama ciptaan Allah. Sikap seperti itu tidak berakhir dengan damai sejahtera. Oleh sebab itu pertanyaan penting yang harus dijawab memasuki Minggu Suci ini ialah: Apakah kita mau menjawab ajakan Firman Tuhan untuk menghidupi kerendahan hati dan melakukan karya kasih yang nyata tanpa mencari-cari alasan dan dengan banyak kata-kata?

Pertanyaan Pembuka
  1. Hadiah apa yang paling Anda sukai untuk diberikan kepada Anda saat ulang tahun? Mengapa? 
  2. Jika Anda mendapat kesempatan untuk memberikan nasihat kepada orang yang tinggi hati, bagaimanakah cara Anda menasihatinya? 
Pertanyaan Pengamatan & Pendalaman

Yesaya 50:4-9
  1. Apa-apa saja yang diberikan dan dilakukan oleh Allah kepada Hamba-Nya? 
  2. Apa-apa saja kegunaan dari pemberian Allah itu bagi Hamba-Nya? 
  3. Bagaimana sikap Hamba Tuhan menanggapi orang yang menyakitinya? 
Mazmur 118:1-2, 19-29
  1. Mengapa Pemazmur bersyukur kepada Allah? 
  2. Siapa saja yang akan masuk pintu gerbang Rumah Tuhan menurut Pemazmur? 
  3. Apa saja yang menjadi permohonan Pemazmur? 
Filipi 2:5-11
  1. Apa yang ada dalam pikiran dan perasaan Kristus Yesus menurut Paulus? 
  2. Bagaimana Allah menanggapi sikap Kristus yang sedemikian? 
  3. Apa yang harus menjadi sikap gereja Filipi saat menyadari sikap Kristus yang sedemikian? 
Markus 11:1-11
  1. Apa perintah Yesus kepada dua orang murid-Nya saat ia mendekati Yerusalem? 
  2. Apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus terhadap keledai itu? 
  3. Apa yang dilakukan oleh orang-orang banyak saat Yesus menunggang keledai? Mengapa? 
  4. Ke mana Yesus pergi? Apa yang terjadi kemudian? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Dari keempat bacaan di atas, bagaimanakah sikap Hamba Tuhan itu seharusnya? Mengapa harus begitu? Siapa saja yang disebut Hamba Tuhan? Apa Anda termasuk? Mengapa?
  2. Saat hidup bersama-sama dengan orang lain, apakah sikap rendah hati itu adalah hal yang berguna atau merugikan Anda? 
  3. Dari sekian banyak cara Anda mengagungkan dan memuji Kristus Yesus, sebutkan cara yang paling tepat menurut Anda setelah membaca keempat bacaan hari ini! 
Komitmen
Menjadi orang yang rendah hati dan melakukan kasih dengan nyata.

Minggu, 29 Maret 2015
(Pdt. Essy Eisen)

Berkurbanlah demi kebaikan!

diposkan pada tanggal 19 Mar 2015 13.48 oleh Admin Situs GKI Halimun

Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:3-14; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33

Pengantar

Pengurbanan Kristus patut kita terima dengan hormat dan syukur. Sebab melalui pengurbanan-Nya, kita selamat. Tetapi bukan hanya itu. Pengurbanan Kristus bagi kita juga adalah merupakan keteladanan yang harus diikuti. Dengan mengikuti Kristus melalui kesediaan diri kita yang berkurban demi kebaikan, kita sedang memuliakan Allah dan ikut bekerja bersama Allah mendatangkan damai sejahtera bagi dunia ini dengan menggunakan cara Kristus.

Pertanyaan Pembuka
  1. Orang yang seperti apakah yang Anda kagumi dalam hidup Anda? Mengapa? 
  2. Apakah setiap perbuatan baik selalu dimulai dengan pengurbanan? Mengapa? 
Pertanyaan Pendalaman

Yeremia 31:31-34
  1. Apa isi perjanjian baru yang ditegaskan Allah bagi umat-Nya?
  2. Apa yang membedakan perjanjian baru itu dengan perjanjian yang sebelumnya? 
  3. Apa yang akan Allah perbuat kepada umat-Nya di dalam perjanjian baru itu? 
Mazmur 51:3-14
  1. Apa yang dimohonkan Daud kepada Allah di dalam Mazmur ini? 
  2. Apa yang sudah dilakukan Daud sehingga ia mengajukan permohonan yang sedemikian? 
  3. Jika kita memperhatikan isi permohonannya, Allah yang seperti apakah yang Daud kenal? 
Ibrani 5:5-10
  1. Apa yang dimohonkan oleh Kristus kepada Allah? 
  2. Apa tugas dari Imam Besar? Mengapa Tuhan Yesus disebut sebagai Imam Besar menurut peraturan Melkisedek? 
  3. Sebagai Anak Allah, dengan cara seperti apakah Yesus mendapat kemuliaan-Nya? 
Yohanes 12:20-33
  1. Siapa yang ingin bertemu dengan Yesus? Mengapa mereka ingin bertemu Yesus? 
  2. Apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada mereka dan kepada murid-murid-Nya dalam perjumpaan itu? 
  3. Apa yang Allah Bapa nyatakan kepada Tuhan Yesus? Mengapa? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Kapan terakhir kali Anda berkurban demi kebaikan sesama ciptaan Allah? 
  2. Apa makna perayaan pra-paska bagi Anda sejauh ini? Apa dampaknya bagi hidup Anda? 
  3. Sikap hidup seperti apakah yang harus “mati” dalam kehidupan Anda untuk kemudian digantikan dengan pertolongan Roh Kudus dengan “bibit-bibit pohon kebaikan”? 
Komitmen
Dengan rendah hati, tulus dan sukacita mengikuti jalan Kristus yang berkurban demi kebaikan.

Minggu 22 Maret 2015
(Pdt. Essy Eisen)

Ikutlah Bekerja Bersama Allah

diposkan pada tanggal 14 Mar 2015 14.49 oleh Admin Situs GKI Halimun   [ diperbarui19 Mar 2015 13.39 ]

Bilangan 21 : 4 - 9, Mazmur 107 : 1 - 3, 17 - 22, Efesus 2: 1 - 10, Yohanes 3 : 14 - 21

Kehidupan adalah anugerah Allah, sebagai respon atas anugerah tersebut tentu kita perlu mengisi hidup dengan hal-hal yang berguna. Kita perlu merayakan kehidupan karena dalam hidup kita merasakan kasih setia Allah yang tak pernah berkesudahan. Di dalam cinta kasih-Nya itu Ia kemudian melibatkan kita dalam karya penyelamatan dunia. Tidak hanya melibatkan, tapi Ia juga memberikan kekuatan untuk menjalaninya.

Pertanyaan Pembuka
  1. Apakah saudara pernah bekerja sama dalam sebuah tim? Bagaimana perasaan saudara? 
  2. Bagaimana rasanya ketika saudara memiliki rekan kerja yang tidak kompeten? Apakah saudara mau bekerja sama lagi dengannya? 
Pertanyaan Pendalaman

Bilangan 21 : 4 – 9
  1. Mengapa bangsa Israel kesal terhadap Allah dan Musa? 
  2. Perbedaan status seperti apakah yang dialami Israel? 
  3. Apa bentuk “pengajaran” Allah bagi Israel yang melawan Allah? 
  4. Apa respon Israel terhadap “pengajaran” Allah tersebut? 
Mazmur 107 : 1 – 3, 17 – 22
  1. Apa alasan pemazmur mengungkapkan syukurnya pada Tuhan? 
  2. Gambaran kasih Tuhan seperti apa yang pemazmur contohkan? 
  3. Bagaimana cara pemazmur mengingat kebaikan Tuhan? 
Efesus 2: 1 – 10
  1. Bagaimana hasil perbandingan Paulus terhadap hidup orang yang belum mengenal Allah dengan mereka yang telah mengenal Allah? 
  2. Apa yang menyebabkan Allah meluputkan manusia yang berdosa dan tidak menghukum-Nya? 
  3. Apa pandangan Paulus mengenai keselamatan manusia? 
Yohanes 3 : 14 – 21
  1. Siapakah dia yang berdialog dengan Yesus? 
  2. Apa yang mereka bicarakan? Dan gambaran apa yang Yesus gunakan? 
  3. Kekuatan apa yang dinyatakan Allah dalam diri Yesus? 
  4. Bagaimana cara manusia memperoleh hidup kekal? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Mengapa Allah menyatakan kasih-Nya yang luar biasa bagi manusia? 
  2. Tindakan apa yang akan saudara lakukan dalam rangka menyebarkan kasih Kristus bagi dunia? 
Komitmen : Melaksanakan setiap pekerjaan yang Kristus sediakan bagi kita.

Minggu, 15 Maret 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)

Menguduskan diri dengan menaati Firman Tuhan

diposkan pada tanggal 13 Mar 2015 07.04 oleh Admin Situs GKI Halimun

Keluaran 20:1-17; Mazmur 19; 1 Korintus 1:18-25; Yohanes 2:13-22

Pengantar
Untuk apakah peraturan (hukum) dibuat? Jawabnya bisa berbeda-beda.Mungkin ada yang berpendapat bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. Karena itulah kita begitu sering melihat berbagai pelanggaran terhadap aturan: melanggar rambu lalu-lintas, melanggar aturan di tempat kerja, di sekolah, dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana bagi warga gereja, untuk apakah Allah memberi peraturan (hukum) kepada umat-Nya? Apakah juga untuk dilanggar? Bacaan kita Minggu ini menolong kita merenungkan kembali sikap kita terhadap Firman Tuhan.

Pertanyaan Pembuka
  1. Untuk apa peraturan (hukum) dibuat? 
  2. Pernahkah anda melanggar peraturan? Mengapa? 
  3. Menurut anda, apa yang umumnya membuat orang tidak bersedia mematuhi aturan? 
Pertanyaan pendalaman

(Keluaran 20: 1-17)
  1. Apa yang Allah nyatakan dan atur dalam Keluaran 20:1-11? 
  2. Apa yang Allah atur dalam Keluaran 20:12-17 ? 
  3. Mengapa Allah memberi 10 hukum ini kepada bangsa Israel? 
(Mazmur 19)
  1. Apa yang digambarkan pemazmur tentang hukum TUHAN? 
  2. Apa peran hukum TUHAN dalam kehidupan manusia? 
(1 Korintus 1: 18-25)
  1. Menurut Paulus, bagaimana manusia memandang hikmat Allah? 
  2. Apa yang membuat manusia gagal memahami hikmat Allah? 
  3. Menurut Paulus, apa akibat menolak pemberitaan tentang salib? 
(Yohanes 2:13-22)
  1. Apa yang Yesus lihat dalam Bait Suci? 
  2. Apa yang Yesus perbuat kemudian? 
  3. Apa yang melatarbelakangi tindakan Yesus? 
  4. Menurut anda, apa yang dilanggar oleh para pedagang dan penukar uang di Bait Allah? 
  5. Dapatkah orang-orang Yahudi memahami tindakan Yesus? Mengapa? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Setelah mempelajari seluruh bacaan hari ini, menurut saudara, untuk apa Allah memberi peraturan kepada manusia? 
  2. Apa motivasi ketaatan kita terhadap firman (perintah) Allah? 
  3. Adakah kaitan antara ketaatan umat terhadap perintah Allah dengan pekabaran Injil? 
Komitmen: Berjuang untuk hidup kudus dengan cara menaati firman Tuhan.

Minggu, 8 Maret 2015
Bpk. Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)

“Pahamilah bagaimana Allah berkarya!”

diposkan pada tanggal 26 Feb 2015 15.20 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kejadian 17:1-7, 15-16; Mazmur 22:23-32; Roma 4:13-25; Markus 8:31-38

Pengantar
Karya Allah jauh lebih berkuasa, bermakna, berdampak dan indah ketimbang keterbatasan pemikiran diri sendiri. Karya Allah melalui Anak-Nya, Yesus Kristus akan memberikan kehidupan yang sejati dan dipenuhi damai sejahtera kepada setiap orang yang percaya dan mau dibimbing oleh Roh dan Firman-Nya. Kesetiaan untuk menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus akan berujung pada kebangkitan dan kehidupan yang abadi, kini dan selamanya.

Pembuka
  1. Bagaimana cara Anda untuk memahami apa yang orang lain pikirkan? 
  2. Bagaimana cara Anda memahami apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup Anda? 
  3. Apa makna lambang salib bagi Anda? 
Pengamatan & Pendalaman

Kejadian 17:1-7, 15-16
  1. Hidup seperti apakah yang harus dijalankan oleh Abram di hadapan Allah Yang Mahakuasa? 
  2. Apa isi janji Allah kepada Abram? Apakah ada kaitan antara pergantian nama Abram menjadi Abraham dengan janji yang diberikan Allah kepada Abram? 
  3. Apakah janji Allah hanya untuk Abram? 
  4. Apa isi janji Allah kepada Sarai? Apa ada yang mirip dari janji Allah kepada Sarai ini dengan janji Allah kepada Abram? 
Mazmur 22:23-32
  1. Bagaimana sikap Pemazmur kepada Allah? Apa ajakan Pemazmur bagi umat Allah? (ay.23-24) 
  2. Apa yang Allah karuniakan kepada umat-Nya? (ay. 25, 29) 
  3. Bagaimana Pemazmur mengajar orang-orang tentang sikap yang benar saat menerima janji pemeliharaan Allah? (ay. 26-28, 30-32) 
Roma 4:13-25
  1. Apa yang Paulus bahas dalam ayat 13-22? 
  2. Bagaimana sikap Abraham menanggapi janji Allah? (ay. 20-22) 
  3. Menurut Paulus, apakah para pengikut Kristus juga diterima sebagai “orang yang diperhitungkan Allah sebagai orang yang benar” sama seperti Abraham? Apa sebabnya? (ay.23-25) 
Markus 8:31-38
  1. Apa yang Yesus ajarkan tentang Anak Manusia (karya Kristus) kepada para pengikut-Nya? Apa yang akan dialami oleh Anak Manusia itu dalam pengajaran Yesus? (ay. 31) 
  2. Bagaimana reaksi Petrus dalam menerima pengajaran yang seperti itu? (ay.32) 
  3. Bagaimana reaksi Tuhan Yesus saat melihat apa yang dilakukan Petrus? Mengapa? (ay.33) 
  4. Apa syarat-syarat bagi setiap orang yang mau mengikut Yesus? (ay.34) 
  5. Bagaimana cara menyelamatkan nyawa seseorang menurut Tuhan Yesus? (ay. 35-37) 
  6. Apa yang akan dilakukan oleh Anak Manusia dalam kedatangan-Nya kelak kepada orang-orang yang malu mengakui Yesus dan pengajaran-Nya? (ay.38) 
Penerapan
  1. Janji-janji apakah yang Anda terima dari Allah saat Anda membaca Firman-Nya? Apa yang menjadi bagian Allah dan apa yang menjadi bagian Anda dalam perjanjian itu? 
  2. Bagaimana sikap Anda jika saat membaca Alkitab, Anda menemukan pengajaran Yesus yang mengusik pemikiran dan pendapat Anda? 
  3. Apa yang akan Anda lakukan pada hari-hari ke depan sebagai wujud dari menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus? 
Komitmen
Menerima pertolongan Roh Kudus untuk memberlakukan kasih yang berkurban seperti Tuhan Yesus sebagai wujud kesediaan diri untuk hidup dalam perjanjian yang kudus dengan Allah. 

Minggu Pra-Paska 2, 1 Maret 2015
(Pdt. Essy Eisen)

1-10 of 249