Renungan Warta

Disalin dari renungan warta yang tercetak pada
halaman muka Warta Jemaat GKI Halimun

Kuasa Kebangkitan Yesus Memampukan Umat Untuk Berbagi

diposkan pada tanggal 10 Apr 2015 04.39 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31

Pengantar
“Tidak ada makan siang yang gratis.” Ungkapan ini menggambarkan sulitnya berbagi dengan tulus tanpa pamrih di jaman sekarang yang diwarnai dengan individualisme dan pementingan diri sendiri. Prinsip ekonomi “dengan modal sedikit mendapat untuk sebesar-besarnya” menjadi praktek hidup sehari-hari. Dengan prinsip seperti ini, apapun yang seseorang lakukan terhadap orang lain selalu menyimpan pamrih. Yohanes 20:19-31 mengisahkan Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Apa yang terjadi dalam perjumpaan itu? Apa dampaknya?

Pertanyaan Pembuka
  1. Pernahkah anda memberi? Apa yang anda berikan? Mengapa anda memberi? 
  2. Apa yang anda harapkan ketika memberi kepada seseorang? 
  3. Pernahkah anda merasakan kebahagiaan ketika memberi? 
Pertanyaan Pendalaman

Kisah Para Rasul 4:32-35
  1. Siapa saja tokoh yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul 32-35? 
  2. Bagaimana cara hidup para tokoh tersebut? 
  3. Mengapa semua orang yang menjual kepunyaannya meletakkan hasil penjualannya di depan kaki rasul-rasul? 
  4. Menurut anda, apa yang membuat mereka memiliki cara hidup seperti itu? 
Mazmur 133
  1. Apa yang digambarkan dalam Mazmur ini? 
  2. Menurut pemazmur, apa kaitan antara kerukunan dan berkat Tuhan? 
1 Yohanes 1:1-2:2
  1. (ayat 1-4) Siapa yang menuliskan Surat ini dan apa isinya? 
  2. Sebagai apa Allah digambarkan dalam surat ini? Apa kaitan penggambaran itu dengan keberadaan kita (pengikut Yesus)? 
  3. Apa peran Yesus dalam hidup orang berdosa? 
Yohanes 20:19-31
  1. Apa yang murid-murid Yesus lakukan? Bagaimana perasaan mereka? 
  2. Apa yang terjadi kemudian? 
  3. Apa yang Yesus katakan kepada mereka? 
  4. Apa yang murid-murid rasakan melihat kehadiran Yesus yang bangkit? 
  5. Apa perintah Yesus kepada mereka? 
  6. Siapa yang tidak ada saat Yesus datang? 
  7. Bagaimana tanggapan murid tersebut saat murid lain menceritakan kedatangan Yesus? 
  8. Apa yang Yesus lakukan dan katakan kepada murid itu? 
  9. Apa maksud Injil ini dicatat? Apa artinya? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Apa yang membuat pengikut Yesus mampu hidup berbagi? 
  2. Apakah masing-masing kita juga sudah mengalami kasih Allah (menerima terang Allah)? Kapan dan dimana? 
  3. Bagaimana kita menanggapi “pengutusan” yang Yesus berikan? 
Minggu, 12 April 2015
Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)

“Nyatakanlah Kasih Tanpa Batas!”

diposkan pada tanggal 4 Apr 2015 02.13 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kisah Para Rasul 10:34-43; Mazmur 118:1-2, 14-24; 1 Korintus 15:1-11; Yohanes 20:1-18

Pengantar

Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus adalah peristiwa yang mengandung kuasa pembaruan hidup bagi yang percaya. Pengalaman perjumpaan dengan Kristus yang bangkit memberikan kuasa kepada orang yang mengalaminya untuk melanjutkan karya kasih Kristus yang tanpa batas kepada banyak orang. Saat merayakan Paska Kristus, pertanyaan penting yang harus dijawab ialah: Apakah kita mau menerima kasih yang tanpa batas itu masuk ke dalam pikiran dan hati kita, sehingga segenap hidup kita menjadi lebih hidup karena cinta kasih-Nya?

Pertanyaan Pembuka
  1. Acap kali Paska dirayakan tidak seantusias orang merayakan Natal. Menurut Anda mengapa demikian? Bagaimana seharusnya orang merayakan Paska menurut Anda? 
  2. Adakah pengalaman yang paling berkesan saat Anda merayakan Paska selama ini? Apa itu? 

Pertanyaan Pengamatan & Pendalaman

Kisah Para Rasul 10:34-43
  1. Siapa yang berkenan kepada Allah, menurut Petrus? 
  2. Apa saja yang Petrus saksikan/ceritakan tentang Yesus dari Nazaret? 
  3. Apa dampak dari perjumpaan Yesus yang bangkit terhadap Petrus dan murid-murid yang lain? 
Mazmur 118:1-2, 14-24
  1. Mengapa Pemazmur bersyukur kepada Allah? 
  2. Siapa saja yang akan masuk pintu gerbang Rumah Tuhan menurut Pemazmur? 
  3. Apa saja yang menjadi permohonan Pemazmur? 
1 Korintus 15:1-11
  1. Apa yang Paulus ingatkan kepada Jemaat Korintus? 
  2. Berita apa yang Paulus terima tentang Kristus? 
  3. Apa yang terjadi setelah perjumpaan Paulus dengan Kristus yang bangkit? 
Yohanes 20:1-18
  1. Siapa saja yang pergi ke kubur Yesus? Mengapa mereka pergi ke sana? 
  2. Apa yang terjadi saat mereka menjumpai kubur yang kosong? Mengapa demikian? 
  3. Apa yang terjadi dengan Maria Magdalena saat murid-murid lain kembali ke rumah? Lalu apa yang dilakukan Maria Magdalena sesudahnya? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Apa yang ada dalam pikiran dan hati Anda saat merayakan Paska (kebangkitan Yesus Kristus)? 
  2. Apa dampak kebangkitan Tuhan Yesus bagi hidup Anda saat ini? 
  3. Bagaimana cara Anda menunjukkan kasih yang tanpa batas dalam kehidupan Anda sehari-hari? 
Komitmen
Menunjukkan kasih yang tanpa batas

Minggu 5 April 2015
(Pdt. Essy Eisen)

“Kosongkanlah diri dan lakukanlah kasih!”

diposkan pada tanggal 26 Mar 2015 04.20 oleh Admin Situs GKI Halimun

Yesaya 50:4-9; Mazmur 118:1-2, 19-29; Filipi 2:5-11; Markus 11:1-11

Pengantar

Saat hidup diikat oleh godaan dosa, tinggi hati menguasai diri. Kasih menjadi slogan yang kering dan tidak berbuah di dalam tindakan kepada sesama ciptaan Allah. Sikap seperti itu tidak berakhir dengan damai sejahtera. Oleh sebab itu pertanyaan penting yang harus dijawab memasuki Minggu Suci ini ialah: Apakah kita mau menjawab ajakan Firman Tuhan untuk menghidupi kerendahan hati dan melakukan karya kasih yang nyata tanpa mencari-cari alasan dan dengan banyak kata-kata?

Pertanyaan Pembuka
  1. Hadiah apa yang paling Anda sukai untuk diberikan kepada Anda saat ulang tahun? Mengapa? 
  2. Jika Anda mendapat kesempatan untuk memberikan nasihat kepada orang yang tinggi hati, bagaimanakah cara Anda menasihatinya? 
Pertanyaan Pengamatan & Pendalaman

Yesaya 50:4-9
  1. Apa-apa saja yang diberikan dan dilakukan oleh Allah kepada Hamba-Nya? 
  2. Apa-apa saja kegunaan dari pemberian Allah itu bagi Hamba-Nya? 
  3. Bagaimana sikap Hamba Tuhan menanggapi orang yang menyakitinya? 
Mazmur 118:1-2, 19-29
  1. Mengapa Pemazmur bersyukur kepada Allah? 
  2. Siapa saja yang akan masuk pintu gerbang Rumah Tuhan menurut Pemazmur? 
  3. Apa saja yang menjadi permohonan Pemazmur? 
Filipi 2:5-11
  1. Apa yang ada dalam pikiran dan perasaan Kristus Yesus menurut Paulus? 
  2. Bagaimana Allah menanggapi sikap Kristus yang sedemikian? 
  3. Apa yang harus menjadi sikap gereja Filipi saat menyadari sikap Kristus yang sedemikian? 
Markus 11:1-11
  1. Apa perintah Yesus kepada dua orang murid-Nya saat ia mendekati Yerusalem? 
  2. Apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus terhadap keledai itu? 
  3. Apa yang dilakukan oleh orang-orang banyak saat Yesus menunggang keledai? Mengapa? 
  4. Ke mana Yesus pergi? Apa yang terjadi kemudian? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Dari keempat bacaan di atas, bagaimanakah sikap Hamba Tuhan itu seharusnya? Mengapa harus begitu? Siapa saja yang disebut Hamba Tuhan? Apa Anda termasuk? Mengapa?
  2. Saat hidup bersama-sama dengan orang lain, apakah sikap rendah hati itu adalah hal yang berguna atau merugikan Anda? 
  3. Dari sekian banyak cara Anda mengagungkan dan memuji Kristus Yesus, sebutkan cara yang paling tepat menurut Anda setelah membaca keempat bacaan hari ini! 
Komitmen
Menjadi orang yang rendah hati dan melakukan kasih dengan nyata.

Minggu, 29 Maret 2015
(Pdt. Essy Eisen)

Berkurbanlah demi kebaikan!

diposkan pada tanggal 19 Mar 2015 13.48 oleh Admin Situs GKI Halimun

Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:3-14; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33

Pengantar

Pengurbanan Kristus patut kita terima dengan hormat dan syukur. Sebab melalui pengurbanan-Nya, kita selamat. Tetapi bukan hanya itu. Pengurbanan Kristus bagi kita juga adalah merupakan keteladanan yang harus diikuti. Dengan mengikuti Kristus melalui kesediaan diri kita yang berkurban demi kebaikan, kita sedang memuliakan Allah dan ikut bekerja bersama Allah mendatangkan damai sejahtera bagi dunia ini dengan menggunakan cara Kristus.

Pertanyaan Pembuka
  1. Orang yang seperti apakah yang Anda kagumi dalam hidup Anda? Mengapa? 
  2. Apakah setiap perbuatan baik selalu dimulai dengan pengurbanan? Mengapa? 
Pertanyaan Pendalaman

Yeremia 31:31-34
  1. Apa isi perjanjian baru yang ditegaskan Allah bagi umat-Nya?
  2. Apa yang membedakan perjanjian baru itu dengan perjanjian yang sebelumnya? 
  3. Apa yang akan Allah perbuat kepada umat-Nya di dalam perjanjian baru itu? 
Mazmur 51:3-14
  1. Apa yang dimohonkan Daud kepada Allah di dalam Mazmur ini? 
  2. Apa yang sudah dilakukan Daud sehingga ia mengajukan permohonan yang sedemikian? 
  3. Jika kita memperhatikan isi permohonannya, Allah yang seperti apakah yang Daud kenal? 
Ibrani 5:5-10
  1. Apa yang dimohonkan oleh Kristus kepada Allah? 
  2. Apa tugas dari Imam Besar? Mengapa Tuhan Yesus disebut sebagai Imam Besar menurut peraturan Melkisedek? 
  3. Sebagai Anak Allah, dengan cara seperti apakah Yesus mendapat kemuliaan-Nya? 
Yohanes 12:20-33
  1. Siapa yang ingin bertemu dengan Yesus? Mengapa mereka ingin bertemu Yesus? 
  2. Apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada mereka dan kepada murid-murid-Nya dalam perjumpaan itu? 
  3. Apa yang Allah Bapa nyatakan kepada Tuhan Yesus? Mengapa? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Kapan terakhir kali Anda berkurban demi kebaikan sesama ciptaan Allah? 
  2. Apa makna perayaan pra-paska bagi Anda sejauh ini? Apa dampaknya bagi hidup Anda? 
  3. Sikap hidup seperti apakah yang harus “mati” dalam kehidupan Anda untuk kemudian digantikan dengan pertolongan Roh Kudus dengan “bibit-bibit pohon kebaikan”? 
Komitmen
Dengan rendah hati, tulus dan sukacita mengikuti jalan Kristus yang berkurban demi kebaikan.

Minggu 22 Maret 2015
(Pdt. Essy Eisen)

Ikutlah Bekerja Bersama Allah

diposkan pada tanggal 14 Mar 2015 14.49 oleh Admin Situs GKI Halimun   [ diperbarui19 Mar 2015 13.39 ]

Bilangan 21 : 4 - 9, Mazmur 107 : 1 - 3, 17 - 22, Efesus 2: 1 - 10, Yohanes 3 : 14 - 21

Kehidupan adalah anugerah Allah, sebagai respon atas anugerah tersebut tentu kita perlu mengisi hidup dengan hal-hal yang berguna. Kita perlu merayakan kehidupan karena dalam hidup kita merasakan kasih setia Allah yang tak pernah berkesudahan. Di dalam cinta kasih-Nya itu Ia kemudian melibatkan kita dalam karya penyelamatan dunia. Tidak hanya melibatkan, tapi Ia juga memberikan kekuatan untuk menjalaninya.

Pertanyaan Pembuka
  1. Apakah saudara pernah bekerja sama dalam sebuah tim? Bagaimana perasaan saudara? 
  2. Bagaimana rasanya ketika saudara memiliki rekan kerja yang tidak kompeten? Apakah saudara mau bekerja sama lagi dengannya? 
Pertanyaan Pendalaman

Bilangan 21 : 4 – 9
  1. Mengapa bangsa Israel kesal terhadap Allah dan Musa? 
  2. Perbedaan status seperti apakah yang dialami Israel? 
  3. Apa bentuk “pengajaran” Allah bagi Israel yang melawan Allah? 
  4. Apa respon Israel terhadap “pengajaran” Allah tersebut? 
Mazmur 107 : 1 – 3, 17 – 22
  1. Apa alasan pemazmur mengungkapkan syukurnya pada Tuhan? 
  2. Gambaran kasih Tuhan seperti apa yang pemazmur contohkan? 
  3. Bagaimana cara pemazmur mengingat kebaikan Tuhan? 
Efesus 2: 1 – 10
  1. Bagaimana hasil perbandingan Paulus terhadap hidup orang yang belum mengenal Allah dengan mereka yang telah mengenal Allah? 
  2. Apa yang menyebabkan Allah meluputkan manusia yang berdosa dan tidak menghukum-Nya? 
  3. Apa pandangan Paulus mengenai keselamatan manusia? 
Yohanes 3 : 14 – 21
  1. Siapakah dia yang berdialog dengan Yesus? 
  2. Apa yang mereka bicarakan? Dan gambaran apa yang Yesus gunakan? 
  3. Kekuatan apa yang dinyatakan Allah dalam diri Yesus? 
  4. Bagaimana cara manusia memperoleh hidup kekal? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Mengapa Allah menyatakan kasih-Nya yang luar biasa bagi manusia? 
  2. Tindakan apa yang akan saudara lakukan dalam rangka menyebarkan kasih Kristus bagi dunia? 
Komitmen : Melaksanakan setiap pekerjaan yang Kristus sediakan bagi kita.

Minggu, 15 Maret 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)

Menguduskan diri dengan menaati Firman Tuhan

diposkan pada tanggal 13 Mar 2015 07.04 oleh Admin Situs GKI Halimun

Keluaran 20:1-17; Mazmur 19; 1 Korintus 1:18-25; Yohanes 2:13-22

Pengantar
Untuk apakah peraturan (hukum) dibuat? Jawabnya bisa berbeda-beda.Mungkin ada yang berpendapat bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. Karena itulah kita begitu sering melihat berbagai pelanggaran terhadap aturan: melanggar rambu lalu-lintas, melanggar aturan di tempat kerja, di sekolah, dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana bagi warga gereja, untuk apakah Allah memberi peraturan (hukum) kepada umat-Nya? Apakah juga untuk dilanggar? Bacaan kita Minggu ini menolong kita merenungkan kembali sikap kita terhadap Firman Tuhan.

Pertanyaan Pembuka
  1. Untuk apa peraturan (hukum) dibuat? 
  2. Pernahkah anda melanggar peraturan? Mengapa? 
  3. Menurut anda, apa yang umumnya membuat orang tidak bersedia mematuhi aturan? 
Pertanyaan pendalaman

(Keluaran 20: 1-17)
  1. Apa yang Allah nyatakan dan atur dalam Keluaran 20:1-11? 
  2. Apa yang Allah atur dalam Keluaran 20:12-17 ? 
  3. Mengapa Allah memberi 10 hukum ini kepada bangsa Israel? 
(Mazmur 19)
  1. Apa yang digambarkan pemazmur tentang hukum TUHAN? 
  2. Apa peran hukum TUHAN dalam kehidupan manusia? 
(1 Korintus 1: 18-25)
  1. Menurut Paulus, bagaimana manusia memandang hikmat Allah? 
  2. Apa yang membuat manusia gagal memahami hikmat Allah? 
  3. Menurut Paulus, apa akibat menolak pemberitaan tentang salib? 
(Yohanes 2:13-22)
  1. Apa yang Yesus lihat dalam Bait Suci? 
  2. Apa yang Yesus perbuat kemudian? 
  3. Apa yang melatarbelakangi tindakan Yesus? 
  4. Menurut anda, apa yang dilanggar oleh para pedagang dan penukar uang di Bait Allah? 
  5. Dapatkah orang-orang Yahudi memahami tindakan Yesus? Mengapa? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Setelah mempelajari seluruh bacaan hari ini, menurut saudara, untuk apa Allah memberi peraturan kepada manusia? 
  2. Apa motivasi ketaatan kita terhadap firman (perintah) Allah? 
  3. Adakah kaitan antara ketaatan umat terhadap perintah Allah dengan pekabaran Injil? 
Komitmen: Berjuang untuk hidup kudus dengan cara menaati firman Tuhan.

Minggu, 8 Maret 2015
Bpk. Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)

“Pahamilah bagaimana Allah berkarya!”

diposkan pada tanggal 26 Feb 2015 15.20 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kejadian 17:1-7, 15-16; Mazmur 22:23-32; Roma 4:13-25; Markus 8:31-38

Pengantar
Karya Allah jauh lebih berkuasa, bermakna, berdampak dan indah ketimbang keterbatasan pemikiran diri sendiri. Karya Allah melalui Anak-Nya, Yesus Kristus akan memberikan kehidupan yang sejati dan dipenuhi damai sejahtera kepada setiap orang yang percaya dan mau dibimbing oleh Roh dan Firman-Nya. Kesetiaan untuk menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus akan berujung pada kebangkitan dan kehidupan yang abadi, kini dan selamanya.

Pembuka
  1. Bagaimana cara Anda untuk memahami apa yang orang lain pikirkan? 
  2. Bagaimana cara Anda memahami apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup Anda? 
  3. Apa makna lambang salib bagi Anda? 
Pengamatan & Pendalaman

Kejadian 17:1-7, 15-16
  1. Hidup seperti apakah yang harus dijalankan oleh Abram di hadapan Allah Yang Mahakuasa? 
  2. Apa isi janji Allah kepada Abram? Apakah ada kaitan antara pergantian nama Abram menjadi Abraham dengan janji yang diberikan Allah kepada Abram? 
  3. Apakah janji Allah hanya untuk Abram? 
  4. Apa isi janji Allah kepada Sarai? Apa ada yang mirip dari janji Allah kepada Sarai ini dengan janji Allah kepada Abram? 
Mazmur 22:23-32
  1. Bagaimana sikap Pemazmur kepada Allah? Apa ajakan Pemazmur bagi umat Allah? (ay.23-24) 
  2. Apa yang Allah karuniakan kepada umat-Nya? (ay. 25, 29) 
  3. Bagaimana Pemazmur mengajar orang-orang tentang sikap yang benar saat menerima janji pemeliharaan Allah? (ay. 26-28, 30-32) 
Roma 4:13-25
  1. Apa yang Paulus bahas dalam ayat 13-22? 
  2. Bagaimana sikap Abraham menanggapi janji Allah? (ay. 20-22) 
  3. Menurut Paulus, apakah para pengikut Kristus juga diterima sebagai “orang yang diperhitungkan Allah sebagai orang yang benar” sama seperti Abraham? Apa sebabnya? (ay.23-25) 
Markus 8:31-38
  1. Apa yang Yesus ajarkan tentang Anak Manusia (karya Kristus) kepada para pengikut-Nya? Apa yang akan dialami oleh Anak Manusia itu dalam pengajaran Yesus? (ay. 31) 
  2. Bagaimana reaksi Petrus dalam menerima pengajaran yang seperti itu? (ay.32) 
  3. Bagaimana reaksi Tuhan Yesus saat melihat apa yang dilakukan Petrus? Mengapa? (ay.33) 
  4. Apa syarat-syarat bagi setiap orang yang mau mengikut Yesus? (ay.34) 
  5. Bagaimana cara menyelamatkan nyawa seseorang menurut Tuhan Yesus? (ay. 35-37) 
  6. Apa yang akan dilakukan oleh Anak Manusia dalam kedatangan-Nya kelak kepada orang-orang yang malu mengakui Yesus dan pengajaran-Nya? (ay.38) 
Penerapan
  1. Janji-janji apakah yang Anda terima dari Allah saat Anda membaca Firman-Nya? Apa yang menjadi bagian Allah dan apa yang menjadi bagian Anda dalam perjanjian itu? 
  2. Bagaimana sikap Anda jika saat membaca Alkitab, Anda menemukan pengajaran Yesus yang mengusik pemikiran dan pendapat Anda? 
  3. Apa yang akan Anda lakukan pada hari-hari ke depan sebagai wujud dari menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus? 
Komitmen
Menerima pertolongan Roh Kudus untuk memberlakukan kasih yang berkurban seperti Tuhan Yesus sebagai wujud kesediaan diri untuk hidup dalam perjanjian yang kudus dengan Allah. 

Minggu Pra-Paska 2, 1 Maret 2015
(Pdt. Essy Eisen)

“Lawanlah Godaan! Jadilah Kabar Baik bagi Sesama!”

diposkan pada tanggal 20 Feb 2015 00.52 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kejadian 9:8-17; Mazmur 25:1-10; 1 Petrus 3:18-22; Markus 1:9-15

Pengantar

Sebagai pengikut Kristus kita mengikuti cara Tuhan Yesus berelasi dengan Allah dan sesama ciptaan-Nya. Termasuk cara Tuhan Yesus menghadapi godaan pementingan diri sendiri dan bagaimana hidup-Nya telah menjadi kabar baik bagi segenap ciptaan. Kerendahan hati, kesetiaan dan kegigihan-Nya untuk terus menjadi kabar baik bagi segenap ciptaan adalah pelajaran yang berharga untuk kita hidupi juga pada masa pra-paska ini.

Pembuka
  1. Menurut Anda apa saja di dalam hidup ini hal-hal yang tidak dapat diubah lagi? 
  2. Lalu apa saja hal-hal yang dapat diubah? 
  3. Bagaimana Anda dapat membedakan apa-apa yang tidak dapat dan dapat diubah itu? 
Pengamatan & Pendalaman

Kejadian 9:8-17
  1. Kepada siapa saja Allah mengutarakan perjanjian-Nya dan apa isi perjanjian-Nya? 
  2. Apa yang menjadi tanda dari perjanjian yang dibuat Allah itu? 
  3. Apa yang dapat Anda mengerti tentang sifat Allah melalui perjanjian dan tanda perjanjian ini? 
Mazmur 25:1-10
  1. Apa yang menjadi pokok permohonan Daud di dalam doanya kepada Allah? 
  2. Allah seperti apakah yang dikenal oleh Daud? 
  3. Apa saja karya-karya Allah yang sudah dirasakan Daud? 
1 Petrus 3:18-22
  1. Apa karya Kristus bagi orang percaya menurut Petrus? 
  2. Apa fungsi baptisan menurut Petrus? 
  3. Apa kaitan baptisan dengan kebangkitan Kristus menurut Petrus? (lihat juga Roma 6:3-5). 
Markus 1:9-15
  1. Apa yang terjadi dengan Yesus di sungai Yordan? 
  2. Apa yang terjadi dengan Yesus di padang gurun? 
  3. Apa yang terjadi dengan Yesus setelah Yohanes ditangkap? 
Penerapan
  1. Apa yang Anda pikirkan, rasakan, alami saat menerima baptisan Anda dahulu? 
  2. Godaan apa yang saat ini sedang Anda alami? Apa yang akan membuat Anda kalah dan menyerah dengan godaan itu? Apa yang akan membuat Anda menang? 
  3. Kabar buruk apa yang Anda cermati hadir di tengah keluarga dan lingkungan tempat Anda tinggal? Bagaimana Anda menghadirkan diri untuk menjadi kabar baik di tengah keadaan itu?
Minggu Pra-Paska 1B, 22 Februari 2015
(Pdt. Essy Eisen)

Dimuliakan dalam kemuliaan Kristus

diposkan pada tanggal 17 Feb 2015 09.47 oleh Admin Situs GKI Halimun

II Raja-raja 2:1-12; Mazmur 50:1-6; II Korintus 4:3-6; Markus 9:2-9

Pengantar

Dalam ibadah minggu Transfigurasi, umat merayakan peristiwa Yesus menyatakan kemuliaan-Nya di hadapan tiga orang murid, tubuh Yesus memancarkan kemuliaan ilahi-Nya. Musa dan Elia hadir dalam peristiwa tersebut, keduanya juga berada dalam kemuliaan ilahi. Sebagaimana Musa dan Elia ikut dimuliakan dalam peristiwa transfigurasi Yesus, demikian pula umat percaya akan dimuliakan dalam terang ilahi, yaitu persekutuan dengan Kristus.

Pertanyaan Pembuka
  1. Apakah saudara pernah menjadi saksi hidup sebuah peristiwa yang penting dalam kehidupan? Bagaimana perasaan saudara? 
  2. Apakah saudara pernah diundang oleh seorang tokoh / pejabat penting guna mengikuti acara yang ia selenggarakan? Bagaimana sikap saudara? 
Pertanyaan Pendalaman

II Raja-raja 2:1-12
  1. Apakah yang Elisa minta dari Elia? 
  2. Dengan apakah Elia diangkat ke surga? 
  3. Apa yang terjadi dengan Elisa selanjutnya? 
Mazmur 50:1-6
  1. Menurut pemazmur, siapakah Allah Israel itu? 
  2. Dengan apakah pemazmur menggambarkan keindahan pancaran kemuliaan Allah?
II Korintus 4:3-6
  1. Siapakah yang dianggap Paulus sebagai penolak-penolak injil? 
  2. Apa yang menyebabkan mereka menolak berita injil?
  3. Apa isi berita injil yang disampaikan Paulus? 
Markus 9:2-9
  1. Siapakah ketiga murid Yesus yang menjadi saksi peristiwa Transfigurasi? 
  2. Mengapa dalam peristiwa Transfigurasi muncul sosok Elia dan Musa? 
  3. Bagaimana respon Petrus saat melihat peristiwa Transfigurasi? 
  4. Mengapa Yesus melarang para murid menceritakan peristiwa ini? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Apa panggilan yang saudara dapatkan melalui peristiwa Transfigurasi? 
  2. Apa wujud konkrit dari sikap hidup saudara yang menghargai realitas kehidupan sesama? 
Minggu 15 Februari 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)

Lebih dari Mukjizat

diposkan pada tanggal 5 Feb 2015 19.33 oleh Admin Situs GKI Halimun

Yesaya 40:21-31; Mazmur 147:1-11; 1 Korintus 9:16-23; Markus 1:29-39

Pengantar 

Alkitab, sebagaimana kita semua tahu, berisi banyak kisah mukjizat. Mungkin itu sebabnya kehidupan orang Kristen hampir selalu dikaitkan dengan mukjizat. Seolah-olah kekristenan itu tidak lengkap tanpa mukjizat. Hal itu dapat kita lihat dalam kehidupan bergereja di Indonesia akhir-akhir ini. Beberapa gereja begitu getol mempromosikan ibadah-ibadah yang dijanjikan bakal dipenuhi dengan mukjizat. Acara semacam itu, sebagaimana dapat kita saksikan sendiri, umumnya dipadati banyak orang yang datang dengan harapan mengalami dan atau setidaknya melihat terjadinya mukjizat.

Markus 1:29-39 mengisahkan Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan banyak orang serta mengusir banyak setan. Melalui bacaan leksionari hari ini kita berkempatan melihat kembali makna mukjizat dalam kehidupan Allah dan umat-Nya. Melalui semua bacaan ini kita sejenak diajak melihat kembali pemahaman kita tentang dan sikap kita terhadap mukjizat.

Pembuka
  1. Menurut anda, apa itu mukjizat? Tolong beri contoh yang anda anggap sebagai mukjizat. 
  2. Pernahkah anda mengalami mukjizat? Kapan, di mana dan bagaimana? 
  3. Setelah mengalami mukjizat, adakah perubahan yang anda rasakan? Perubahan apa? 
Pendalaman

Yesaya 40: 21-31
  1. Allah seperti apa yang ditegaskan Yesaya 40: 21-26? 
  2. Apa pendapat umat Allah (Yakub/Israel) tentang sikap Allah terhadap mereka di ayat 27?
  3. Benarkah pendapat umat Allah itu? 
1 Korintus 9:16-23
  1. Menurut Paulus, apa yang menjadi tugas utamanya? 
  2. Adakah kaitan mukjizat yang dialami Paulus (Kis.9:1-31) dengan semangat dan kerelaannya untuk memberitakan Injil? 
Markus 1:29-39
  1. Apa yang dialami ibu mertua Petrus? Dan Apa yang dilakukan Yesus terhadap ibu mertua Petrus? 
  2. Apa respon ibu mertua Petrus setelah mengalami kesembuhan? 
  3. Bagaimana respon orang banyak melihat kesembuhan ibu mertua Petrus? 
  4. Apakah orang banyak mengenal Yesus? Siapa yang mengenal Yesus? 
  5. Apa yang digambarkan ayat 35 tentang Yesus? 
  6. Apa yang Simon dan kawan-kawannya sampaikan saat menemukan Yesus yang sedang berdoa? 
  7. Mengapa orang banyak mencari Yesus? 
  8. Bagaimana respon Yesus terhadap keinginan orang banyak? Mengapa? 
Penerapan
  1. Setelah mendalami bacaan leksionari ini, bagaimana anda memaknai mukjizat? 
  2. Dengan pemahaman yang baru tentang mukjizat, dapatkah anda melihat mukjizat apa saja yang sudah anda alami dalam hidup anda? 
  3. Bila anda mengaku sudah mengalami mukjizat, apakah anda merasakan kerelaan dan semangat melayani sebagaimana yang dialami ibu mertua Petrus dan rasul Paulus? 
Minggu 8 Pebruari 2015
Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)

1-10 of 246