Renungan Warta

Disalin dari renungan warta yang tercetak pada
halaman muka Warta Jemaat GKI Halimun

“Pahamilah bagaimana Allah berkarya!”

diposkan pada tanggal 26 Feb 2015 15.20 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kejadian 17:1-7, 15-16; Mazmur 22:23-32; Roma 4:13-25; Markus 8:31-38

Pengantar
Karya Allah jauh lebih berkuasa, bermakna, berdampak dan indah ketimbang keterbatasan pemikiran diri sendiri. Karya Allah melalui Anak-Nya, Yesus Kristus akan memberikan kehidupan yang sejati dan dipenuhi damai sejahtera kepada setiap orang yang percaya dan mau dibimbing oleh Roh dan Firman-Nya. Kesetiaan untuk menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus akan berujung pada kebangkitan dan kehidupan yang abadi, kini dan selamanya.

Pembuka
  1. Bagaimana cara Anda untuk memahami apa yang orang lain pikirkan? 
  2. Bagaimana cara Anda memahami apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup Anda? 
  3. Apa makna lambang salib bagi Anda? 
Pengamatan & Pendalaman

Kejadian 17:1-7, 15-16
  1. Hidup seperti apakah yang harus dijalankan oleh Abram di hadapan Allah Yang Mahakuasa? 
  2. Apa isi janji Allah kepada Abram? Apakah ada kaitan antara pergantian nama Abram menjadi Abraham dengan janji yang diberikan Allah kepada Abram? 
  3. Apakah janji Allah hanya untuk Abram? 
  4. Apa isi janji Allah kepada Sarai? Apa ada yang mirip dari janji Allah kepada Sarai ini dengan janji Allah kepada Abram? 
Mazmur 22:23-32
  1. Bagaimana sikap Pemazmur kepada Allah? Apa ajakan Pemazmur bagi umat Allah? (ay.23-24) 
  2. Apa yang Allah karuniakan kepada umat-Nya? (ay. 25, 29) 
  3. Bagaimana Pemazmur mengajar orang-orang tentang sikap yang benar saat menerima janji pemeliharaan Allah? (ay. 26-28, 30-32) 
Roma 4:13-25
  1. Apa yang Paulus bahas dalam ayat 13-22? 
  2. Bagaimana sikap Abraham menanggapi janji Allah? (ay. 20-22) 
  3. Menurut Paulus, apakah para pengikut Kristus juga diterima sebagai “orang yang diperhitungkan Allah sebagai orang yang benar” sama seperti Abraham? Apa sebabnya? (ay.23-25) 
Markus 8:31-38
  1. Apa yang Yesus ajarkan tentang Anak Manusia (karya Kristus) kepada para pengikut-Nya? Apa yang akan dialami oleh Anak Manusia itu dalam pengajaran Yesus? (ay. 31) 
  2. Bagaimana reaksi Petrus dalam menerima pengajaran yang seperti itu? (ay.32) 
  3. Bagaimana reaksi Tuhan Yesus saat melihat apa yang dilakukan Petrus? Mengapa? (ay.33) 
  4. Apa syarat-syarat bagi setiap orang yang mau mengikut Yesus? (ay.34) 
  5. Bagaimana cara menyelamatkan nyawa seseorang menurut Tuhan Yesus? (ay. 35-37) 
  6. Apa yang akan dilakukan oleh Anak Manusia dalam kedatangan-Nya kelak kepada orang-orang yang malu mengakui Yesus dan pengajaran-Nya? (ay.38) 
Penerapan
  1. Janji-janji apakah yang Anda terima dari Allah saat Anda membaca Firman-Nya? Apa yang menjadi bagian Allah dan apa yang menjadi bagian Anda dalam perjanjian itu? 
  2. Bagaimana sikap Anda jika saat membaca Alkitab, Anda menemukan pengajaran Yesus yang mengusik pemikiran dan pendapat Anda? 
  3. Apa yang akan Anda lakukan pada hari-hari ke depan sebagai wujud dari menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus? 
Komitmen
Menerima pertolongan Roh Kudus untuk memberlakukan kasih yang berkurban seperti Tuhan Yesus sebagai wujud kesediaan diri untuk hidup dalam perjanjian yang kudus dengan Allah. 

Minggu Pra-Paska 2, 1 Maret 2015
(Pdt. Essy Eisen)

“Lawanlah Godaan! Jadilah Kabar Baik bagi Sesama!”

diposkan pada tanggal 20 Feb 2015 00.52 oleh Admin Situs GKI Halimun

Kejadian 9:8-17; Mazmur 25:1-10; 1 Petrus 3:18-22; Markus 1:9-15

Pengantar

Sebagai pengikut Kristus kita mengikuti cara Tuhan Yesus berelasi dengan Allah dan sesama ciptaan-Nya. Termasuk cara Tuhan Yesus menghadapi godaan pementingan diri sendiri dan bagaimana hidup-Nya telah menjadi kabar baik bagi segenap ciptaan. Kerendahan hati, kesetiaan dan kegigihan-Nya untuk terus menjadi kabar baik bagi segenap ciptaan adalah pelajaran yang berharga untuk kita hidupi juga pada masa pra-paska ini.

Pembuka
  1. Menurut Anda apa saja di dalam hidup ini hal-hal yang tidak dapat diubah lagi? 
  2. Lalu apa saja hal-hal yang dapat diubah? 
  3. Bagaimana Anda dapat membedakan apa-apa yang tidak dapat dan dapat diubah itu? 
Pengamatan & Pendalaman

Kejadian 9:8-17
  1. Kepada siapa saja Allah mengutarakan perjanjian-Nya dan apa isi perjanjian-Nya? 
  2. Apa yang menjadi tanda dari perjanjian yang dibuat Allah itu? 
  3. Apa yang dapat Anda mengerti tentang sifat Allah melalui perjanjian dan tanda perjanjian ini? 
Mazmur 25:1-10
  1. Apa yang menjadi pokok permohonan Daud di dalam doanya kepada Allah? 
  2. Allah seperti apakah yang dikenal oleh Daud? 
  3. Apa saja karya-karya Allah yang sudah dirasakan Daud? 
1 Petrus 3:18-22
  1. Apa karya Kristus bagi orang percaya menurut Petrus? 
  2. Apa fungsi baptisan menurut Petrus? 
  3. Apa kaitan baptisan dengan kebangkitan Kristus menurut Petrus? (lihat juga Roma 6:3-5). 
Markus 1:9-15
  1. Apa yang terjadi dengan Yesus di sungai Yordan? 
  2. Apa yang terjadi dengan Yesus di padang gurun? 
  3. Apa yang terjadi dengan Yesus setelah Yohanes ditangkap? 
Penerapan
  1. Apa yang Anda pikirkan, rasakan, alami saat menerima baptisan Anda dahulu? 
  2. Godaan apa yang saat ini sedang Anda alami? Apa yang akan membuat Anda kalah dan menyerah dengan godaan itu? Apa yang akan membuat Anda menang? 
  3. Kabar buruk apa yang Anda cermati hadir di tengah keluarga dan lingkungan tempat Anda tinggal? Bagaimana Anda menghadirkan diri untuk menjadi kabar baik di tengah keadaan itu?
Minggu Pra-Paska 1B, 22 Februari 2015
(Pdt. Essy Eisen)

Dimuliakan dalam kemuliaan Kristus

diposkan pada tanggal 17 Feb 2015 09.47 oleh Admin Situs GKI Halimun

II Raja-raja 2:1-12; Mazmur 50:1-6; II Korintus 4:3-6; Markus 9:2-9

Pengantar

Dalam ibadah minggu Transfigurasi, umat merayakan peristiwa Yesus menyatakan kemuliaan-Nya di hadapan tiga orang murid, tubuh Yesus memancarkan kemuliaan ilahi-Nya. Musa dan Elia hadir dalam peristiwa tersebut, keduanya juga berada dalam kemuliaan ilahi. Sebagaimana Musa dan Elia ikut dimuliakan dalam peristiwa transfigurasi Yesus, demikian pula umat percaya akan dimuliakan dalam terang ilahi, yaitu persekutuan dengan Kristus.

Pertanyaan Pembuka
  1. Apakah saudara pernah menjadi saksi hidup sebuah peristiwa yang penting dalam kehidupan? Bagaimana perasaan saudara? 
  2. Apakah saudara pernah diundang oleh seorang tokoh / pejabat penting guna mengikuti acara yang ia selenggarakan? Bagaimana sikap saudara? 
Pertanyaan Pendalaman

II Raja-raja 2:1-12
  1. Apakah yang Elisa minta dari Elia? 
  2. Dengan apakah Elia diangkat ke surga? 
  3. Apa yang terjadi dengan Elisa selanjutnya? 
Mazmur 50:1-6
  1. Menurut pemazmur, siapakah Allah Israel itu? 
  2. Dengan apakah pemazmur menggambarkan keindahan pancaran kemuliaan Allah?
II Korintus 4:3-6
  1. Siapakah yang dianggap Paulus sebagai penolak-penolak injil? 
  2. Apa yang menyebabkan mereka menolak berita injil?
  3. Apa isi berita injil yang disampaikan Paulus? 
Markus 9:2-9
  1. Siapakah ketiga murid Yesus yang menjadi saksi peristiwa Transfigurasi? 
  2. Mengapa dalam peristiwa Transfigurasi muncul sosok Elia dan Musa? 
  3. Bagaimana respon Petrus saat melihat peristiwa Transfigurasi? 
  4. Mengapa Yesus melarang para murid menceritakan peristiwa ini? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Apa panggilan yang saudara dapatkan melalui peristiwa Transfigurasi? 
  2. Apa wujud konkrit dari sikap hidup saudara yang menghargai realitas kehidupan sesama? 
Minggu 15 Februari 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)

Lebih dari Mukjizat

diposkan pada tanggal 5 Feb 2015 19.33 oleh Admin Situs GKI Halimun

Yesaya 40:21-31; Mazmur 147:1-11; 1 Korintus 9:16-23; Markus 1:29-39

Pengantar 

Alkitab, sebagaimana kita semua tahu, berisi banyak kisah mukjizat. Mungkin itu sebabnya kehidupan orang Kristen hampir selalu dikaitkan dengan mukjizat. Seolah-olah kekristenan itu tidak lengkap tanpa mukjizat. Hal itu dapat kita lihat dalam kehidupan bergereja di Indonesia akhir-akhir ini. Beberapa gereja begitu getol mempromosikan ibadah-ibadah yang dijanjikan bakal dipenuhi dengan mukjizat. Acara semacam itu, sebagaimana dapat kita saksikan sendiri, umumnya dipadati banyak orang yang datang dengan harapan mengalami dan atau setidaknya melihat terjadinya mukjizat.

Markus 1:29-39 mengisahkan Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan banyak orang serta mengusir banyak setan. Melalui bacaan leksionari hari ini kita berkempatan melihat kembali makna mukjizat dalam kehidupan Allah dan umat-Nya. Melalui semua bacaan ini kita sejenak diajak melihat kembali pemahaman kita tentang dan sikap kita terhadap mukjizat.

Pembuka
  1. Menurut anda, apa itu mukjizat? Tolong beri contoh yang anda anggap sebagai mukjizat. 
  2. Pernahkah anda mengalami mukjizat? Kapan, di mana dan bagaimana? 
  3. Setelah mengalami mukjizat, adakah perubahan yang anda rasakan? Perubahan apa? 
Pendalaman

Yesaya 40: 21-31
  1. Allah seperti apa yang ditegaskan Yesaya 40: 21-26? 
  2. Apa pendapat umat Allah (Yakub/Israel) tentang sikap Allah terhadap mereka di ayat 27?
  3. Benarkah pendapat umat Allah itu? 
1 Korintus 9:16-23
  1. Menurut Paulus, apa yang menjadi tugas utamanya? 
  2. Adakah kaitan mukjizat yang dialami Paulus (Kis.9:1-31) dengan semangat dan kerelaannya untuk memberitakan Injil? 
Markus 1:29-39
  1. Apa yang dialami ibu mertua Petrus? Dan Apa yang dilakukan Yesus terhadap ibu mertua Petrus? 
  2. Apa respon ibu mertua Petrus setelah mengalami kesembuhan? 
  3. Bagaimana respon orang banyak melihat kesembuhan ibu mertua Petrus? 
  4. Apakah orang banyak mengenal Yesus? Siapa yang mengenal Yesus? 
  5. Apa yang digambarkan ayat 35 tentang Yesus? 
  6. Apa yang Simon dan kawan-kawannya sampaikan saat menemukan Yesus yang sedang berdoa? 
  7. Mengapa orang banyak mencari Yesus? 
  8. Bagaimana respon Yesus terhadap keinginan orang banyak? Mengapa? 
Penerapan
  1. Setelah mendalami bacaan leksionari ini, bagaimana anda memaknai mukjizat? 
  2. Dengan pemahaman yang baru tentang mukjizat, dapatkah anda melihat mukjizat apa saja yang sudah anda alami dalam hidup anda? 
  3. Bila anda mengaku sudah mengalami mukjizat, apakah anda merasakan kerelaan dan semangat melayani sebagaimana yang dialami ibu mertua Petrus dan rasul Paulus? 
Minggu 8 Pebruari 2015
Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)

Tuhan Yesus Menuntun dan Memulihkan Hidup Kita

diposkan pada tanggal 29 Jan 2015 02.47 oleh Admin Situs GKI Halimun   [ diperbarui29 Jan 2015 23.24 ]

Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; 1 Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28

Pengantar
Yesus mengajar bagaimana Firman Allah harus dipahami dan diberlakukan. Cara mengajar-Nya berbeda dengan cara ahli-ahli Taurat (Mat. 5-7; Mat. 7:28-29). Bagi Tuhan Yesus, Firman Allah adalah kabar baik yang bukan sekadar disampaikan, tetapi juga dihidupi (Mrk. 3:33-35). Firman Allah sangat berkuasa menuntun dan memulihkan hidup yang terbelenggu oleh kebodohan dosa dan nafsu jahat. Bagaimana orang menanggapi pengajaran Yesus? Ada yang takjub. Tetapi ada juga yang memberontak dan mencaci. Mereka yang takjub menjadi tahu dan lalu sadar diri. Mereka yang berontak, menjadi tahu dan tetap bebal mengikuti kuasa jahat. Apapun tanggapannya, satu hal yang pasti ialah bahwa tidak ada yang dapat mengalahkan kata-kata Yesus yang berkuasa. Tuhan Yesus sangat sanggup melenyapkan apa-apa yang menghalangi kita untuk menikmati kasih Allah yang menuntun dan memulihkan hidup itu!

Pembuka
  1. Apakah Anda memiliki guru/ pengajar yang menjadi favorit saat sekolah dulu? Apa alasannya?
  2. Apakah Anda pernah melihat orang yang kerasukan? Apa yang terjadi dengan orang itu? 
  3. Apakah menurut Anda orang-orang yang: korupsi, penuh kebencian dan dendam, tidak punya belas kasih kepada orang lain, sama saja dengan orang yang kerasukan? Apa alasannya? 
Pengamatan dan Pendalaman

Ulangan 18:15-20
  1. Apa yang menjadi janji Allah kepada umat-Nya yang disampaikan melalui Musa (ay.15)?
  2. Apa yang menjadi tugas nabi yang dibangkitkan Allah itu (ay. 18)? Apa yang terjadi jika umat tidak mendengarkan nabi itu (ay. 19)? Apa yang terjadi jika nabi itu “mencatut” nama Allah/ mengabaikan Allah/ tidak mengikuti Firman Allah (ay. 20)? 
1 Korintus 8:1-13
  1. Apa nasihat Paulus untuk orang-orang yang terlalu mengagungkan “pengetahuan”? Apakah ada kaitan antara kasih dan “pengetahuan” menurut Paulus (ay. 1-3)? 
  2. Bagaimana Paulus mengomentari perdebatan yang muncul di gereja Korintus tentang boleh atau tidaknya makan daging yang sudah dipersembahkan kepada berhala (ay. 4-12)? Apa yang menjadi posisi terakhir Paulus? Mengapa Paulus memilih langkah itu (ay. 13)? 
Markus 1:21-28
  1. Kapan dan di mana Yesus mengajar? Siapa yang ikut bersama-sama dengan Yesus (ay. 21)? 
  2. Bagaimana tanggapan orang-orang setelah mendengar Yesus mengajar? Mengapa (ay. 22)? 
  3. Bagaimana tanggapan orang yang kerasukan roh jahat setelah mendengar Yesus mengajar? Mengapa (ay. 24)?
  4. Apa yang Yesus katakan kepada orang yang kerasukan roh jahat itu? Apa yang terjadi kemudian dengan orang yang kerasukan roh jahat itu, setelah mendengar perkataan Yesus (ay. 26)? 
  5. Bagaimana tanggapan orang-orang setelah menyaksikan peristiwa itu? Apa yang mereka kagumi dari Yesus (ay. 27-28)? 
Penerapan
  1. Apa tanggapan Anda setiap kali selesai mendengar dan mengetahui pengajaran yang disampaikan oleh Tuhan Yesus di dalam Alkitab? 
  2. Saat ini adakah kuasa yang Anda anggap lebih berkuasa dan anda takuti ketimbang kuasa pengajaran dan kata-kata dari Tuhan Yesus? 
Komitmen
Menerima apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dengan sukacita, sebab pengajaran-Nya itu berkuasa menuntun dan memulihkan hidup yang terbelenggu oleh kuasa jahat.

Minggu, 1 Februari 2015
Pdt. Essy Eisen

Bertobat, Percaya dan Mengikut Kristus

diposkan pada tanggal 22 Jan 2015 01.56 oleh Admin Situs GKI Halimun

Yunus 3:1-5, 10, Mazmur 62:6-13, 1 Korintus 7:29-31, Markus 1:14-20

Pengantar
Pertobatan adalah sebuah tindakan kapok yang kreatif. Artinya, pertobatan bukan saja menyesal karena telah melakukan dosa-dosa dan kejahatan, tetapi juga memilih untuk meninggalkan dosa-dosa dan kejahatan itu dengan memilih hidup yang baru. Orang Kristen percaya bahwa hidup karena anugerah pengampunan dosa dari Allah yang sudah diterima oleh karena kehadiran Yesus Kristus adalah hidup yang berharga dan tidak boleh dijalankan dengan asal-asalan. Hidup dalam anugerah adalah hidup yang harus diisi dengan karya-karya kasih sebagaimana sudah diajarkan dan diteladankan oleh Tuhan Yesus Kristus.

Pembuka
  1. Jika Anda diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah Anda lakukan dengan dilahirkan menjadi seorang bayi kembali di tengah keluarga yang sama dan menemui keadaan-keadaan sama yang telah lewat, apa yang akan Anda lakukan? 
  2. Apa yang akan Anda lakukan jika Anda mengetahui bahwa 40 hari ke depan adalah hari-hari terakhir kehidupan Anda di dunia ini? 
Pengamatan dan Pendalaman 

Yunus 3:1-5, 10
  1. Berapa kali Yunus menerima Firman Allah? Apa yang terjadi dengan Yunus sebelumnya? 
  2. Apa yang Yunus sampaikan kepada penduduk Niniwe? Apa yang penduduk Niniwe lakukan setelah mendengar pesan Yunus itu? Untuk apa mereka melakukan hal-hal itu? 
  3. Apa yang menjadi tanggapan Allah di ayat 10? Menurut Anda mengapa Allah menanggapi demikian? 
1 Korintus 7:29-31
  1. Perhatikan ayat 29-31. Apakah yang dimaksudkan Paulus ini harafiah atau bukan? Apa makna “seolah-olah” di sini menurut Anda? 
  2. Bagaimana Paulus memandang “waktu” dalam hidup orang percaya? Apakah ada kaitan “waktu” ini dengan pertobatan dalam diri orang percaya? 
Markus 1:14-20
  1. Apa yang diberitakan Yesus di Galilea? Kapan Yesus memberitakan hal itu? Mengapa Yesus memberitakan hal itu? 
  2. Apa arti “bertobat dan percaya kepada Injil” menurut Anda? 
  3. Apa yang sedang dilakukan Simon, Andreas, Yohanes dan Yakobus? Apa mereka mengenal satu sama lain? Ajakan seperti apa yang mereka dengar dari Yesus? Apa yang mereka lakukan setelah mendengar ajakan itu? Mengapa mereka melakukan hal itu menurut Anda? 
Penerapan
  1. Jika Anda diminta menuturkan kisah pertobatan Anda secara lisan/tulisan, bagaimanakah Anda akan mengisahkannya? 
  2. Apa yang akan Anda lakukan pada hari-hari ke depan sebagai tanda bahwa Anda sungguh-sungguh percaya dan sedang mengikuti Yesus Kristus? 
Komitmen
Mau meninggalkan kejahatan dan dosa. Mau mendengar nasihat Tuhan Yesus Kristus dan percaya bahwa Allah akan memberikan kekuatan dalam melakukan karya-karya kasih yang nyata sehari-hari.

Minggu 25 Januari 2015
Pdt. Essy Eisen

Dipanggil untuk mengikut Yesus

diposkan pada tanggal 17 Jan 2015 14.58 oleh Admin Situs GKI Halimun

1 Samuel 3: 1-10; Mazmur 139: 1-6, 13-18; 1 Korintus 6: 12-20; Yohanes 1: 43-51 

Pengantar

Siapa sajakah yang Tuhan panggil? Mungkin sampai hari ini masih ada yang menganggap bahwa panggilan itu hanya berlaku bagi pendeta dan atau majelis jemaat, atau untuk orang-orang tertentu yang diberi talenta khusus. Anggapan semacam itu mendorong banyak orang Kristen tidak menjalani hidupnya sebagai panggilan. Banyak orang Kristen yang menjalani hidupnya tanpa pernah menyadari bahwa mereka adalah orang yang dipanggil untuk mengikut Yesus.

Pertanyaan Pembuka
  1. Pernahkah anda diminta ikut dalam sebuah tim (kelompok) untuk melakukan sesuatu? Silahkan memberi contoh, baik kegiatan dalam lingkungan rumah, kantor atau gereja. 
  2. Kalau saudara dipanggil ikut dalam rombongan presiden Indonesia untuk berkeliling Indonesia sambil melakukan banyak kegiatan menolong orang yang membutuhkan, apakah saudara bersedia? 
  3. Apa saja persiapan (syarat) yang diperlukan agar saudara dapat memenuhi panggilan itu? 
Pertanyaan pendalaman 

(1 Samuel 3: 1-10
  1. Siapa yang memanggil Samuel? 
  2. Mengapa Samuel tidak segera menjawab panggilan yang didengarnya? 
(Yohanes 1: 43-51)
  1. Bagaimana respon Filipus terhadap panggilan Yesus? 
  2. Apakah ada syarat khusus yang harus dipenuhi Filipus untuk memenuhi panggilan Yesus? 
  3. Siapakah Yesus menurut Filipus? 
  4. Bagaimana respon Natanael saat Filipus mengajaknya mengikut Yesus? 
  5. Apa yang membuat Natanael akhirnya bersedia mengikut Yesus? 
(1 Korintus 6: 12-20)
  1. Menurut Paulus, bagaimana seorang pengikut Yesus seharusnya hidup memenuhi panggilannya? 
  2. Apa artinya bahwa tubuh kita adalah anggota Kristus? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Apakah saudara merasa dipanggil untuk mengikut Yesus? Kalau pernah, kapan, dimana, dan bagaimana? 
  2. Menurut saudara, apa isi panggilan yang diminta untuk saudara jalankan dalam kehidupan sehari-hari? 
  3. Menurut Saudara, mampukah saudara memenuhi panggilan itu? Kenapa? 
  4. Sudahkah kita menyampaikan kepada anak-anak kita bahwa hidup seorang Kristen adalah panggilan? 
Komitmen: Menjalani hidup dengan kesadaran baru bahwa hidupku adalah panggilan. 

Minggu, 18 Januari 2015
Bpk. Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)

Dikasihi dan diperkenan Allah

diposkan pada tanggal 10 Jan 2015 15.15 oleh Admin Situs GKI Halimun   [ diperbarui10 Jan 2015 15.16 ]

Kejadian 1:1-5; Mazmur 29; Kisah Para Rasul 19:1-7; Markus 1:4-11

Pengantar

Banyak perubahan yang membawa pembaharuan di sekitar kita, namun seringkali perubahan itu hanya secara fisik semata, yakni perubahan politik, ekonomi, penguasa, budaya dan lain-lain. Kadang perubahan itu dilakukan secara terpaksa, bahkan ada yang melalui kekerasan dan tekanan. Tetapi bukan perubahan seperti itu yang diinginkan Yohanes, melainkan perubahan pribadi seutuhnya yang didorong oleh keinginan sendiri tanpa paksaan, perubahan dari pikiran sendiri yaitu perubahan karena kesetiaan kepada kristus, perubahan yang timbul karena kita mengasihi Allah.


Pertanyaan pembuka
  1. Apakah saudara pernah melakukan hal-hal tertentu agar saudara dihargai/ disayangi oleh orang lain? Apa contohnya? 
  2. Ketika saudara disayangi/ dihargai oleh orang lain, pernahkah terlintas dalam pikiran saudara : “mengapa dia melakukan hal itu kepada saya?” 
Pertanyaan pendalaman
  1. Apa yang Yohanes beritakan dalam khotbahnya? 
  2. Keteladanan apa yang Yohanes tunjukkan melalui perilakunya? (bandingkan 2 Raja-Raja 1:8)
  3. Mengapa baptisan memiliki arti penting bagi orang Yahudi? (bandingkan Imamat 11-15) 
  4. Yohanes membaptis Yesus, apakah ini berarti Yohanes lebih berkuasa dari Yesus?
  5. Apa makna baptisan yang diterima Yesus? 
Pertanyaan penerapan
  1. Tugas Yohanes sebagai perintis jalan bagi Mesias dilakukan dengan tulus, tanpa tendensi apapun. Bagaimana dengan pelayanan kita selama ini? Apakah dilakukan secara murni dan tulus ataukah ada maksud tersembunyi? 
  2. Pembaptisan Yesus sebagai tanda gerakan kembali kepada Allah. Apakah ketika saudara sudah dibaptis, hidup saudara berbalik kepada jalan Allah? 
  3. Yesus merendahkan diri-Nya dan bersiap melakukan kehendak Allah. Apa komitmen yang saudara ambil sebagai wujud melakukan kehendak Allah? 
Minggu, 11 Januari 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)

Terang Yang Memandu Kepada Kristus

diposkan pada tanggal 3 Jan 2015 07.30 oleh Admin Situs GKI Halimun

Yesaya 60:1-6, Mazmur 72:1-7, 11-15, Efesus 3:1-12, Matius 2:1-12

Sejak Minggu lalu dan seterusnya, renungan warta akan menggunakan metode pertanyaan-pertanyaan. Mengapa pertanyaan? Sebab dengan panduan pertanyaan ini, kita akan melatih diri untuk membaca Alkitab kita, menggalinya, menemukan Firman-Nya, memaknakannya dan memberlakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Ini tentu akan menjadi pendorong yang baik bagi kita supaya terus belajar, bertumbuh di dalam iman, pengharapan dan kasih yang aktif, tidak pasif, hanya menerima saja.

Selain itu, perenungan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan ini juga akan melatih kita untuk kelak masuk dan berdinamika di dalam kelompok-kelompok kecil pada Jemaat kita untuk berbagi makna hidup berangkat dari terang hikmat Firman-Nya. Pertanyaan-pertanyaan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: pembuka, yang menolong kita untuk masuk ke dalam pesan utama bacaan, lalu pendalaman, yang menolong kita untuk mencermati bacaan dengan seksama, serta penerapan, yang menolong kita untuk menerapkan pesan Firman Allah dalam kehidupan kita sehari-hari. Selamat membaca, menggali, merenungkan dan memberlakukan Firman Allah.

Pertanyaan Pembuka
  1. Setelah kemeriahan natal berakhir, apa yang akan Anda lakukan terkait kehidupan iman Anda untuk tetap menghadirkan kemeriahan natal yang berdampak bagi sesama ciptaan Allah? Dengan cara seperti apakah? 
  2. Apakah Anda memiliki orang-orang yang Anda anggap bijaksana untuk dimintakan saran terhadap keputusan-keputusan yang Anda akan ambil? Siapa orang-orang itu? 
Pertanyaan Pendalaman
  1. Yesus dilahirkan di Betlehem. Mengapa harus di Betlehem? Apa yang penting dari kota ini?
  2. Orang-orang Majus berasal dari sisi timur daerah yang jauh dari Israel. Mereka dikenal sebagai ahli perbintangan pada zaman itu. Mereka orang-orang cerdas dan bijaksana. Mengapa mereka mau bersusah-susah untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai kemunculan bintang terang yang mereka lihat?
  3. Perhatikan tanggapan orang-orang Majus setelah bertemu Yesus. Apakah tanggapan semacam itu pernah Anda jumpai juga dalam diri orang-orang Kristen pada zaman sekarang? Dalam bentuk apakah? 
  4. Pada saat kita memperhatikan kemunculan: bintang terang, persembahan para Majus (yang adalah “orang asing” bagi orang Yahudi), kekerasan Herodes dan tuntunan Allah kepada para Majus serta Yusuf dan Maria pada Matius 2:1-12, apa yang dapat kita katakan tentang Yesus Kristus? Apa kaitan hal-hal itu semua dengan karya Kristus setelah Ia dewasa? 
  5. Perhatikan Yesaya 60:1-6. Apa yang menjadi perintah Allah bagi umat-Nya dalam bagian ini? 
  6. Apakah karya yang dilakukan Tuhan Yesus Kristus hanya untuk orang Yahudi saja? Bacalah Efesus 3:1-12. 
Pertanyaan Penerapan
  1. Dalam perjalanan kita menuju kepada kekekalan surgawi, pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari sikap orang-orang Majus?
  2. Jika orang-orang Majus mendapat petunjuk Allah melalui bintang terang, petunjuk apakah yang Allah berikan bagi Anda untuk datang kepada-Nya? (Baca Yohanes 14:5-14) 
  3. Apakah yang menjadi “Emas, Kemenyan dan Mur” dalam hidup Anda, yang Anda berikan kepada Tuhan Yesus? 
  4. Di dalam Matius 5:16 dituliskan: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga." Apakah yang akan Anda lakukan supaya kehidupan Anda menjadi terang yang memandu orang untuk datang kepada Kristus? 
Komitmen Kasih
  • Menyadari bahwa hidup membutuhkan tuntunan kuasa terang (kasih, keadilan dan kebenaran) dalam menghadapi kuasa gelap (kebencian, pementingan diri sendiri dan kebohongan) 
  • Menerima Yesus Kristus sebagai terang hidup, dengan mengikuti pengajaran dan teladan-Nya 
  • Mendayagunakan talenta dan kemampuan yang Allah berikan untuk memberikan manfaat dan kebaikan bagi orang lain
Minggu 4 Januari 2015
(Pdt. Essy Eisen)

Memuliakan Tuhan dengan hidup taat kepada-Nya

diposkan pada tanggal 27 Des 2014 08.42 oleh Admin Situs GKI Halimun   [ diperbarui27 Des 2014 08.57 ]

Lukas 2:21-40

Ketaatan orang tua Yesus pada Allah dalam mengerjakan hukum taurat nampak dalam peristiwa Yesus disunat. Imamat 12:3 mengundang setiap orang tua menyunatkan anaknya sebagai tanda perjanjian berkat antara Allah dan manusia, yang diawali oleh Abraham (Kejadian 17:11). Menyunatkan anak laki-laki adalah peraturan dari taurat yang didasarkan pada rasa syukur atas kasih Allah. demikian juga ketika tiba saatnya pentahiran bagi Maria (Imamat 12:4-8), keluarga Yesus pergi ke Yerusalem untuk bersyukur di bait Allah dan menyerahkan Yesus kepada Allah seperti perintah Tuhan (Keluaran 13:2, 12). Ini artinya Maria taat bukan karena takut akan hukuman Tuhan melainkan karena bersyukur atas kasih karunia-Nya. Maria menjadi seorang pribadi yang bersedia dengan sadar, berpartisipasi dalam rencana Allah. (Lukas 2:22-24).

Pertanyaan pembuka
  1. Apakah saudara selalu menjalankan peraturan yang telah ditetapkan dalam kehidupan sehari-hari? (misal peraturan lalu lintas, peraturan kantor, dll) 
  2. Menurut saudara, apakah peraturan-peraturan yang ada itu membatasi / mengekang kehidupan pribadi saudara? 
Pertanyaan pendalaman 
  1. Pada usia berapa tahunkah Yesus disunatkan?
  2. Mengapa Maria dan Yusuf harus menyunatkan Yesus?
  3. Siapakah hamba-hamba Tuhan yang bertemu dengan Yusuf dan Maria di Yerusalem?
  4. Adakah kemiripan antara kehidupan ibadah Maria dengan kehidupan ibadah Simeon dan Hana? Dalam hal apakah itu? 
Pertanyaan penerapan
  1. Apa motivasi beribadah yang saudara jalani selama ini?
  2. Apakah bayang-bayang mengerikan tentang neraka dan semaraknya suasana sorgawi mempengaruhi ibadah saudara? 
  3. Selain melalui ibadah, apa tindakan memuliakan Allah yang telah saudara lakukan selama ini?
  4. Apa komitmen yang saudara akan ambil setelah belajar dari kisah Maria? 
Minggu 1 Sesudah Natal, 28 Desember 2014
Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)

1-10 of 240