Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Allah mencari yang hilang

diposting pada tanggal 13 Sep 2016 11.34 oleh Admin Situs
(Lukas 15:1-10)

Bagi arkeolog, puing dan reruntuhan masa lalu sama berharganya dengan emas. Artefak berupa gerabah dan benda kuno lain digunakan untuk menjelaskan asal usul peradaban, memverifikasi klaim kebenaran yang telah lama dipercayai. Dalam mencari mereka tidak segan-segan menghabiskan dana besar, menghabiskan waktu bertahun-tahun, menjelajah sampai ke daerah pelosok. Arkeolog akan berkorban apapun demi menemukan apa yang mereka percayai sebagai bagian dari peradaban yang telah hilang. Bacaan hari ini juga menunjukkan betapa Allah juga senantiasa mencari manusia agar manusia mendapatkan keselamatan.
  1. Apakah saudara pernah kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup? Apakah saudara mengunakan segala daya dan upaya untuk mendapatkannya kembali? 
  2. Apa yang membuat orang Farisi dan ahli taurat bersungut-sungut? 
  3. Siapakah pemungut cukai dan orang berdosa yang dimaksud orang Farisi? 
  4. Mengapa Yesus memilih gambaran domba dan gembala sebagai bagian dari perumpamaan-Nya? 
  5. Apakah saat Allah mencari 1 orang yang tersesat, berarti Dia mengabaikan yang lainnya? 
  6. Apa maksud ucapan Yesus tentang sukacita di sorga saat ada satu orang yang bertobat? 
  7. Dalam kehidupan sehari-hari, siapakah yang bisa dikategorikan sebagai “yang hilang”? Dan siapakah yang harus berperan untuk mencarinya? 
  8. Apa komitmen saudara setelah merenungkan Lukas 15: 1 - 10? 
DIA YANG MENCARI ANDA DENGAN SEGENAP DAYA, 
DIA PULA YANG AKAN MEMELIHARA ANDA SECARA SEMPURNA

Minggu 11 September 2016
Pdt. Noerman Sasono
Comments