Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Allah yang dekat dan berbelas kasih

diposkan pada tanggal 22 Okt 2016 09.12 oleh Admin Situs
Lukas 18:9-14

Agama menjadi sarana manusia untuk berjumpa dengan Tuhan juga sesama, inilah wajah penuh cinta dari agama. Akan tetapi di sisi lain, agama menunjukkan wajah beringasnya saat klaim-klaim kebenaran ditegakkan dan tudingan keberdosaan ditujukan kepada mereka yang berbeda. Pembenaran demi pembenaran dibuat dalam kerangka bukan menjalin relasi dengan Allah yang hadir dalam kasih-Nya, melainkan untuk mengalahkan atau menghancurkan pemahaman mereka yang berbeda. Padahal Allah, adalah Tuhan yang penuh belas kasih terhadap manusia.
  1. Apa alasan saudara sulit berbagi kasih terhadap orang lain? 
  2. Apa tujuan Yesus menyampaikan perumpamaan tentang orang Farisi dan orang berdosa? 
  3. Apakah persamaan orang Farisi dan pemungut cukai dalam Lukas 18:9-14? 
  4. Apakah perbedaan orang Farisi dan pemungut cukai dalam Lukas 18:9-14? 
  5. Apakah isi doa orang Farisi? Salahkah ia berdoa demikian? 
  6. Apakah isi doa dari pemungut cukai? Apakah dosa yang ia perbuat? 
  7. Siapakah yang membela pemungut cukai tersebut? 
  8. Menurut Yesus, faktor apakah yang menjadi pembeda antara orang Farisi dan pemungut cukai dalam menjalin relasi dengan Allah? 
  9. Relasi seperti apakah yang saudara miliki dengan Allah? 
  10. Komitmen apakah yang akan saudara ambil terkait relasi dengan mereka yang berbeda? 
Minggu 23 Oktober 2016
Pdt. Noerman Sasono
Comments