Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Bahagia saat menolong

diposkan pada tanggal 3 Des 2015 10.54 oleh Admin Situs
1 Yohanes 4:8-21

Tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa hidup tenteram dan “berkecukupan” merupakan kerinduan setiap keluarga. Semua pikiran dan tenaga dikerahkan untuk mencapai hal tersebut. Namun tidak jarang keinginan untuk memperoleh kehidupan ideal seperti itu membuat keluarga hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak mampu melihat lingkungan sekitar yang membutuhkan pertolongan. Semangat untuk mencapai kebahagiaan membuat keluarga menutup mata dan telinga terhadap seruan minta tolong dari mereka yang membutuhkan.

Bacaan minggu ini memperlihatkan kepada kita bagaimana Allah sendiri bersedia meninggalkan comfort zone alias ‘ruang nyaman” demi menanggapi kebutuhan manusia yang membutuhkan pertolongan.

Pertanyaan pendalaman
  1. Apa yang menjadi ciri dari seseorang yang mengenal Allah? 
  2. Bagaimana cara Allah menyatakan kasih-Nya? 
  3. Dengan cara apa seseorang membuktikan kasihnya kepada Allah? 
Pertanyaan aplikasi
  1. Menurut saudara, berdasarkan bacaan hari ini, apa yang mendasari kepedulian keluarga terhadap orang di luar lingkungan keluarga? 
  2. Apa yang harus orangtua lakukan agar anggota keluarga (anak-anak) memiliki kepedulian terhadap orang lain? Bisakah anda memberikan contoh-contohnya. 
  3. Apa saja yang keluarga perlukan agar dapat memberi pertolongan kepada orang lain ? 

Minggu 18 Oktober 2015
Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)
Comments