Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Beriman dan Rendah Hati

diposkan pada tanggal 28 Sep 2016 14.27 oleh Admin Situs
Habakuk 1:1-4, 2:1-4, Mazmur 37:1-9; 2 Timotius 1:1-14, Lukas 17:5-10

Beriman dan rendah hati adalah satu paket. Tidak bisa dipisahkan, karena keduanya berkaitan. Jika kita rendah hati, kita bersedia menerima anugerah kebaikan Allah di dalam iman. Dengan iman, kita terus tersadarkan untuk tidak tinggi hati dan berkenan dituntun dan dinasihati Allah.

Kita sudah merayakan perjamuan kudus bersama dengan gereja Tuhan Yesus Kristus di seluruh dunia. Ini menjadi tanda bahwa kita bersedia menerima berkat kuasa kasih Allah yang membimbing hidup untuk dapat menjadi kabar baik di tempat di mana Tuhan mengutus kita.

Minggu ini, kita juga memasuki bulan keluarga. Pada Minggu pertama ini kita belajar untuk beriman dan rendah hati. Kita memulai dari hal-hal yang sederhana. Tersenyum, menyapa, memberikan salam hangat di tengah keluarga kita, dalam persekutuan gereja dan di masyarakat, adalah langkah-langkah nyata sebagai pembuka tindakan-tindakan iman dan kerendahan hati lainnya di tengah kehidupan kita. Sebulan ini kita akan menggemakan pesan hidup kita kepada siapa pun, khususnya bagi anggota keluarga kita demikian: “aku hadir untukmu!”. Ya, aku yang mau beriman dan rendah hati.
  1. Apa yang nabi Habakuk serukan kepada Tuhan? (Hab. 1:2) Apa yang diperlihatkan Tuhan kepada Habakuk? (Hab. 1:3) Apa yang menjadi kesimpulan dari semuanya itu? (Hab. 1:4) 
  2. Apa yang akan dilakukan Habakuk menanti jawaban Tuhan? (Hab. 2:1) Apa jawaban Tuhan? (Hab. 2:2-4) 
  3. Kapan terakhir kali Anda melihat hal yang tidak beres di dalam kehidupan sekitar Anda? Apa penyebabnya menurut Anda? Apa yang lalu Tuhan berikan kepada Anda untuk menyelesaikan apa yang tidak beres itu? 
  4. Apa yang terjadi dengan orang yang berbuat jahat menurut Daud? (Mzm. 37:1-2,9) Apa yang harus dikerjakan oleh orang percaya menurut Daud? (Mzm. 37:3-8) 
  5. Apa yang Anda rasakan saat Anda berbuat jahat? Saat berbuat baik? 
  6. Menurut Anda apa yang sedang Timotius alami saat Paulus menuliskan surat ini? (2 Tim. 1:1-4) 
  7. Bagaimana cara Paulus menguatkan Timotius? (2 Tim. 1:5-7) Apa yang harus dilakukan Timotius berdasarkan nasihat Paulus? (2 Tim. 1:8) Seperti apa Allah yang diimani Paulus? (2 Tim. 1:9-10) Keteladanan-keteladanan apa yang sedang diturunkan Paulus kepada Timotius? (2 Tim. 1:11-14) 
  8. Kapan terakhir kali Anda menguatkan iman orang-orang yang Anda tahu sedang mengalami masalah? Keteladanan hidup seperti apa yang sedang Anda wariskan kepadanya? 
  9. Apa yang diminta rasul-rasul kepada Tuhan? (Luk 17:5) Apa jawaban Tuhan? (Luk. 17:6) 
  10. Apa arti iman menurut Anda? Apa pengaruh iman dalam kehidupan Anda sehari-hari? 
  11. Seorang hamba yang baik melakukan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab, ketulusan dan kerendahan hati (Luk. 17:7-9) Sebagai hamba-hamba Allah, apa yang seharusnya menjadi sikap dari para rasul? Apakah ada kaitan sikap ini dengan iman? Apa kaitannya? (Luk. 17:10) 
  12. Apa-apa saja yang harus Anda lakukan dengan penuh tanggung jawab dalam hidup Anda di tengah keluarga, gereja dan masyarakat? Apakah iman dan kerendahan hati nyata di dalamnya?
Minggu 2 Oktober 2016
Pdt. Essy Eisen
Comments