Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Epifani Memberi Kehidupan

diposting pada tanggal 6 Jan 2018 09.13 oleh Admin Situs
Markus 1:4-11

Epifani berasal dari bahasa Yunani. Artinya “manifestasi”. Kadang disebut juga “Teofani” artinya “perwujudan yang ilahi”. Gereja merayakan masa Epifani kurang lebih 12 hari sesudah Natal. Pada masa Epifani, Gereja mengenangkan kembali pernyataan kuasa ilahi yang ada dalam diri Yesus Kristus.

Biasanya ada tiga kisah utama yang diingat, yaitu kunjungan orang-orang Majus untuk menjumpai dan menyembah Yesus, mukjizat pertama Yesus di Kana dan pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis. Ketiga kisah ini mengungkap siapa Yesus sebenarnya. Dia bukan sekadar manusia, tetapi Anak Allah yang mendapat kuasa kasih Allah untuk memperbarui dunia dan menyelamatkan manusia dari kebodohan dosa.

Pada masa kini, Gereja mengamini kehadiran Kristus terutama melalui Firman, Roh dan Sakramen (Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus). Melalui keempat karya Allah bagi Gereja ini, umat mendapatkan penjernihan pikiran dan batin untuk pada akhirnya juga dapat mengalami Epifani dalam peristiwa keseharian hidup. Epifani itu tidak berhenti sebagai sebuah pengalaman spiritual saja, tetapi juga pada akhirnya menjadi daya dorong umat untuk menghidupi kehidupan yang berkualitas dan berdampak bagi dunia sesuai dengan kehendak Allah.
  1. Saat orang banyak datang kepada Yohanes untuk dibaptis, Yohanes memberikan pesan penting bagi mereka akan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa pesan Yohanes? (ay. 7-8) 
  2. Siapa yang dimaksud dengan Yohanes dengan yang akan datang sesudah dia? Mengapa ini penting untuk dikatakan oleh Yohanes? 
  3. Apa yang terjadi saat Yesus menerima baptisan oleh Yohanes? 
  4. Apa arti dari pengalaman spiritual dari apa yang dilihat dan didengar Yesus saat pembaptisan-Nya itu? 
  5. Pernahkah Anda mengalami kuasa Allah melalui Yesus yang mengubahkan hidup Anda? Dengan cara bagaimanakah kuasa-Nya itu sudah Anda lihat dan dengarkan?
Minggu 7 Januari 2018
EE
Comments