Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Harmoni dalam keberagaman

diposting pada tanggal 12 Agt 2017 08.25 oleh Admin Situs
Yesaya 11: 1 - 10

Tuhan Allah menciptakan manusia dengan beragam keunikannya. Tidak ada manusia yang kepribadiannya sama persis, sekalipun mereka kembar. Dalam peristiwa Menara Babel (Kejadian 11:1-9), tercatat Tuhan mengacaukan bahasa manusia dan menyerakkan mereka ke seluruh bumi. Keberagaman suku, bangsa, dan bahasa dipandang oleh penulis Alkitab awal sebagai suatu akibat ketidakpatuhan manusia. Namun, dalam tulisan nabi- nabi Israel kemudian hari (seperti Yesaya), keberagaman tersebut dipandang lebih positif. Bahkan suatu hari nanti mereka yakin segala bangsa akan dapat hidup rukun kembali dan inilah yang sebetulnya dikehendaki Tuhan.
  1. Siapakah tunas dari tunggul Isai yang dibicarakan dalam ayat 1? 
  2. Bagaimanakah tunas tersebut bertindak dalam menghadapi orang lemah dan orang fasik (ayat 4)
  3. Apakah dampak dari tindakan sang tunas bagi segala ciptaan (ayat 6-8)? 
  4. Apakah gambaran dalam ayat 6-8 tersebut merupakan suatu kiasan ataukah suatu deskripsi kenyataan? Jika merupakan suatu kiasan, apa kira-kira maknanya? Jika suatu deskripsi kenyataan, apa maksudnya? 
  5. Apa yang dimaksudkan oleh Yesaya dengan, “seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN”? Apakah itu sudah mulai terjadi atau sudah semakin jauh dari kenyataan? 
  6. Apakah perbedaan peran dari “taruk Isai” pada ayat 10 dengan peran yang dicatat dalam ayat 4? Mengapa ada perbedaan itu?
Minggu 13 Agustus 2017
AS
Comments