Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Hidup bergairah dalam sukacita dan kegembiraan Tuhan

diposting pada tanggal 1 Des 2015 00.30 oleh Admin Situs
Kidung Agung 2:8-13; Mazmur 45:2-10; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-23

“BenihMu akan hidup dalam tubuhku
Dan kuncup hari esokMu tetap mekar di kalbuku,
KeharumanMu selalu bernapas lewat napasku.
Dan bersama-sama kita menari bersuka-ria,
Menyongsong kelahiran semua musim.”

(Khalil Gibran1883-1931)

Coba bayangkan jika sejak kecil kesadaran kita tidak mengenal kegembiraan, gairah, dan sukacita. Apa yang akan tersisa dalam kesadaran itu? Bukankah tanpa itu semua keseharian akan ditelan oleh kehampaan?

Sudah sejak manusia dilahirkan ia akan bertemu dengan berbagai masalah hidup sampai dengan kematiannya. Namun Tuhan telah menganugerahkan manusia hikmat untuk mengatasi segala benturan hidup tersebut. Oleh karena itu manusia perlu bergulat dengan pertanyaan: “bagaimana aku harus bertindak untuk mengatasi kelemahan-kelemahan diriku?” Pertanyaan ini menjadi relevan selagi manusia masih hidup. Oleh karena keputusan-keputusan yang diambilnya melalui refleksi yang mendalam tentang Tuhan mempengaruhi kebahagiaan dirinya dalam menyongsong setiap musim dalam hidupnya, baik suka maupun duka.

Pertanyaan Reflektif
  1. Dalam Kidung Agung ayat 8-10 siapakah yang dimaksud dengan “kekasihku”? Mengapa sang kekasih begitu bergembira? 
  2. Dalam ayat 10-13, apakah yang dilakukan oleh kekasih kepada sang gadis pujaannya? (perhatikan ayat 10). Mengapa sang kekasih harus menggoda sang gadis pujaan hatinya dengan kata-kata cinta? 
  3. Makna relasi seperti apakah yang terjalin di antara laki-laki dan perempuan dalam Kidung Agung 2:8-13? 
  4. Ketika kita membaca Mazmur 45:2-10, apakah yang dipuji dari pengantin laki-laki? Mengapa ia harus dipuji? 
  5. Setelah membaca Yakobus 1:17-27, praktek beragama seperti apakah yang dimaksud oleh Yakobus, yang harus dilakukan oleh umat percaya? (perhatikan ayat 27). Apakah Ibadah yang sejati yang digambarkan oleh Yakobus dalam ayat 19-27? 
  6. Dalam Markus 6-13, apakah tuduhan pertama yang dituduhkan Yesus pada orang-orang Farisi? Dan apakah tuduhan kedua yang dituduhkan pada orang Farisi dalam ayat 9-13? 
  7. Setelah membaca Markus 7:1-23, bagaimana peranan hati ikut mempengaruhi praktek keagamaan menurut Yesus? (perhatikan ayat 17-23)
Pertanyaan Aplikatif
  1. Apa yang Saudara / Saudari lakukan ketika ditimpa masalah yang berat? Pernahkah Saudara / Saudari merefleksikan bahwa Tuhan juga ada di tengah-tengah pergumulan tersebut? 
  2. Apa yang Saudara / Saudari dapat maknai tentang hidup bersukacita dalam Tuhan dalam kondisi apapun? 
Minggu, 30 Agustus 2015
Melny Nova Katuuk
Comments