Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Hidup Berkelimpahan Bersama Komunitas

diposkan pada tanggal 4 Mei 2015 00.52 oleh Admin Situs
Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; I Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18

PENGANTAR
Hidup berkelimpahan adalah dambaan semua orang. Hampir tidak ada orang yang ingin hidupnya biasa-biasa saja. Keinginan untuk hidup berkelimpahan kadang membuat manusia jatuh pada penyempitan makna hidup yang diukur hanya berupa kepemilikan materi, karier, kedudukan, dan kuasa. Manusia menjadi kehilangan kasih kepada sesamanya. Dunia saat ini memperlihatkan sempitnya makna hidup berkelimpahan. Dunia yang tidak ramah saat ini membutuhkan kasih yang menerima, menebus dan memulihkan.

PERTANYAAN PEMBUKA
  1. Menurut saudara, mengapa banyak orang ingin hidup dalam kelimpahan? 
  2. Apakah pencarian hidup berkelimpahan bisa mendatangkan petaka? 
PERTANYAAN PENDALAMAN 

Kisah Para Rasul 4:5-12
  1. Siapakah anggota mahkamah agama yang mengadili Petrus dan Yohanes? 
  2. Atas dasar apa mereka diadili? 
  3. Apa pembelaan Petrus dan Yohanes? 
Mazmur 23
  1. Allah seperti apa yang digambarkan oleh pemazmur? 
  2. Tawaran apakah yang Allah berikan bagi komunitas? 
  3. Apa yang dimaksud pemazmur dengan kalimat “Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku” (ayat 5a)? 
1 Yohanes 3:16-24
  1. Menurut penulis I Yohanes, bagaimana kasih Allah harus diwujudkan? 
  2. Apa perintah Yesus menurut penulis I Yohanes? 
  3. Apa dampak perintah Yesus bagi kehidupan komunitas? 
Yohanes 10:11-18
  1. Hal-hal apa saja yang dilakukan oleh gembala yang baik? 
  2. Apakah kebaikan yang gembala tawarkan bagi domba lain? 
  3. Apa bentuk kelimpahan hidup yang Yesus berikan bagi komunitas? 
PERTANYAAN PENERAPAN
  1. Apakah kita sebagai pribadi telah merasakan kehadiran Allah sebagai gembala? Bagikan pengalaman saudara! 
  2. Apakah selama ini saudara sudah menjadi “gembala yang baik” bagi komunitas? Bagikan pengalaman saudara! 
  3. Yesus mengajak kita untuk berbagi “kelimpahan hidup”, apa wujud yang akan saudara bagikan? 
KOMITMEN : Kita tidak dipanggil untuk hidup bagi persekutuan Kristen saja, tetapi juga dipanggil untuk dunia.

Minggu 26 April 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)
Comments