Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Hidup Damai Sejahtera di dalam Nama-Nya

diposting pada tanggal 31 Mar 2016 03.09 oleh Admin Situs
Kisah Para Rasul 5:27-32, Mazmur 118:14-29, Wahyu 1:4-8, Yohanes 20:19-31

Yohanes 20:19-31
Meskipun Kristus sudah bangkit, para Murid menutup diri dan bersembunyi. Mereka takut kepada penguasa Yahudi. Tetapi mungkin juga mereka takut untuk berjumpa dengan Yesus yang bangkit! Masih kental dalam ingatan mereka betapa mudahnya mereka meninggalkan Yesus, menyangkali Yesus, berlari meninggalkan Yesus.
  • Apa Anda pernah mengalami ketakutan karena percaya kepada Kristus? 
  • Apakah Anda pernah menyembunyikan ketakutan Anda karena telah menyangkali ajaran dan kasih Yesus? 
Ketimbang memaki, menunjuk-nunjuk jari tanda amarah dan benci kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus menyatakan sapaan salam bersahabat: “Damai sejahtera bagi kamu!”. Murid-murid bersukacita. Yesus menjumpai mereka di tengah segenap ketakutan hidup mereka. Bukan hanya itu, mereka dikuatkan untuk menjalankan hidup yang baru dengan menjadi utusan-utusan, saksi-saksi, kasih Kristus yang mengubahkan hidup.
  • Apa makna sapaan “Damai sejahtera bagi kamu” yang diucapkan Yesus bagi murid-murid-Nya menurut Anda? 
  • Sukacita murid-murid berjumpa dengan Yesus yang bangkit diikuti dengan tugas perutusan untuk membarui dunia ini dengan cinta kasih-Nya. Apa yang dilakukan Anda selepas merayakan Paskah? 
Tomas murid Yesus tidak mudah percaya. Jangan buru-buru menjelekkan Tomas. Bukankah ia tetap setia berada di lingkungan para murid? Bukankah keraguan Tomas ini menunjukkan keseriusannya sebagai murid Yesus untuk terus menggali kebenaran? Kerinduan Tomas terjawab. Yesus menjumpainya dan mendorongnya untuk terus melangkah bersama-Nya.
  • Kapan terakhir kali Anda memiliki keraguan iman namun tidak berhenti untuk menggali kebenaran Injil di dalam hidup Anda? 
Kini Tuhan Yesus Kristus tidak lagi hadir secara fisik di bumi. Kini Ia hadir di dalam Roh Kudus, Firman dan Sakramen serta melalui persekutuan kasih Gereja-Nya sebagai Tubuh Kristus. Di dalam nama-Nya, setiap orang yang percaya beroleh damai sejahtera dan terus menerus juga ditolong-Nya untuk menghadirkan damai sejahtera di dunia ini.
  • Kapan terakhir kali Anda mengalami damai sejahtera karena “dijumpai” oleh kuasa kasih Tuhan Yesus di dalam hidup Anda? 
  • Bagaimanakah Anda melanjutkan damai sejahtera yang diterima itu kepada orang lain yang belum memperolehnya? 
Kisah Para Rasul 5:27-32
Petrus dan rasul-rasul dikuatkan oleh kuasa kasih Roh Kudus untuk memberitakan pengajaran Kristus dan tidak pernah kehilangan semangat untuk memperbarui kehidupan banyak orang, walaupun mereka mengalami rupa-rupa hambatan.
  • Apa yang menyebabkan Petrus dan rasul-rasul berani melanjutkan pengajaran Kristus? 
  • Hambatan apa yang Anda alami saat mengabarkan Injil melalui sikap hidup Anda? 
Mazmur 118:14-29
Pemazmur mengajar umat untuk bersyukur sebab Tuhan baik dan kasih-Nya setia selama-lamanya.
  • Setujukah Anda dengan arahan Pemazmur ini? Apa bukti kebaikan Allah bagi hidup Anda? Apa ungkapan syukur yang Anda nyatakan selama ini karena kebaikan Allah? 
Wahyu 1:4-8
Dalam salamnya Yohanes menegaskan bahwa gereja tidak pernah kehilangan damai sejahtera, karena Allah setia dengan anugerah kasih-Nya. Kristus adalah Alfa dan Omega, yang ada, yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa. Kuasa-Nya memampukan gereja untuk menjadi imam-imam yang melayani Allah selama-lamanya.
  • Apa yang menjadi sumber damai sejahtera Anda selama ini? 
  • Apakah Anda telah menjalankan tugas sebagai imam-imam yang melayani Allah dalam hidup Anda? 

Minggu 3 April 2016
Pdt. Essy Eisen
Comments