Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Indonesia Bersyukur

diposting pada tanggal 19 Agt 2017 11.08 oleh Admin Situs

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya. Bangsa ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat berlimpah baik di laut dan daratan. Selain itu, keragaman suku, etnis, budaya, bahasa, keyakinan, dan sebagainya menambah kekayaan bangsa Indonesia.

Namun, rasa syukur tersebut belum cukup jika kita melupakan panggilan utama gereja di tengah dunia untuk mempersaksikan cinta kasih Allah di tengah-tengah dunia. Indonesia, yang menjadi tempat Tuhan menempatkan kita, merupakan tempat bagi kita mempersaksikan cinta kasih Allah. Maka sudah sepatutnya kehadiran kita sebagai gereja membuat warga Indonesia bersyukur atas cinta kasih Allah yang mereka rasakan lewat kehadiran kita.

Refleksi atas Mazmur 67 justru menyadarkan kita mengenai rasa syukur. Ketika kita sudah merasakan berkat Allah atas bangsa Indonesia, maka ungkapan syukur kita seharusnya diwujudkan ketika kita mengerjakan segala hal yang bermanfaat bagi negara ini, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di tanah Indonesia. Rasa syukur kita seharusnya mendorong diri untuk bekerja dan berkontribusi memperbaiki dan membenahi kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki bangsa ini. Dengan demkian, kehadiran kita sebagai anak-anak Tuhan membuat Indonesia semakin menyatakan syukurnya kepada Allah. Inilah ungkapan syukur yang sejati.

Oleh karena itu, moment peringatan HUT RI ke-72 ini mengajak kita untuk menyadari bahwa ungkapan syukur terhadap Indonesia diwujudkan dengan kehadirannya yang dapat memberi dampak bagi Indonesia, termasuk bagi masyarakat yang ada di sekitar. Seperti para pahlawan yang menempatkan kehadirannya di Indonesia supaya berguna untuk segenap rakyat Indonesia, kita pun diajak untuk memiliki spirit yang serupa. Kita dapat mewujudkannya melalui dua sikap.
  1. Pertama, menyatakan keadilan. Menyatakan keadilan dapat dilakukan ketika kita tidak membeda-bedakan orang lain, tidak mem-bully orang yang berbeda dari kita, tidak memilih-milih rekan karena perbedaan etnis, budaya, agama, dan sebagainya. Kita perlu belajar untuk menjadi kita yang tidak mudah merendahkan atau menyalahkan orang lain tetapi justru tampil sebagai kita yang mau menolong orang lain. 

  2. Kedua, menuntun kehidupan bangsa dengan cara membantu pembangunan bangsa ini. Hal ini dapat kita lakukan dengan cara bangga menggunakan produk-produk dalam negeri, menyekolahkan anak ke luar negeri bukan karena ingin “gaya” tetapi karena ingin mereka membawa pulang ilmu yang lebih luas ke Indonesia dan menggunakannya untuk membangun negeri. Kita juga dapat membantu masyarakat yang ada di sekitar kita (tetangga, orang-orang yang sering kita temu sesehari, dan sebagainya.) supaya mereka dapat merasakan hidup yang lebih damai dan sejahtera. 
Jika hal-hal tersebut telah dan sedang kita lakukan, maka dengan bangga kita akan dapat berteriak: “DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA”

Minggu 20 Agustus 2017
NS
Comments