Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Karya Trinitas Yang Membarui

diposting pada tanggal 30 Nov 2015 09.30 oleh Admin Situs
Yesaya 6:1-8; Mazmur 29; Roma 8:12-17; Yohanes 3:1-17

PENGANTAR
Pemahaman Trinitas kerapkali menjadi pengajaran yang membingungkan, karena kerapkali didasarkan pada pola pendekatan filosofis yang spekulatif. Melalui pernyataan Allah yang khusus di dalam Kristus, misteri Allah sebagai Bapa-Anak-Roh Kudus dinyatakan dalam karya keselamatan-Nya di tengah-tengah kehidupan umat. 

Alkitab tidak berbicara misteri Trinitas secara spekulatif, namun mempersaksikan Allah secara ekonomis, yaitu melalui tindakan dan karya penciptaan, pemeliharaan, penebusan dan pembaruan / pengkudusan Allah yang menyatakan diri-Nya sebagai Bapa-Anak-Roh Kudus. Bila pernyataan Allah secara Trinitas terjadi dalam kehidupan umat, seharusnya pengajaran Trinitas menjadi landasan etis-moral dan spiritual umat dalam kehidupan, sehingga di dalam iman kepada Bapa-Anak-Roh Kudus setiap umat mampu menghadirkan keselamatan, damai sejahtera, keadilan dan keutuhan ciptaan.

PENGAMATAN
  1. Apa yang nabi Yesaya saksikan dalam penglihatannya? 
  2. Bagaimana respon nabi Yesaya? 
  3. Apa ajakan pemazmur bagi penghuni sorga? 
  4. Gambaran Tuhan seperti apa yang pemazmur lukiskan? 
  5. Apa konsekuensi orang yang dimerdekakan Kristus menurut Paulus? 
  6. Menurut Paulus, relasi seperti apakah yang terjalin antara Allah dengan manusia di dalam Kristus? 
  7. Dari mana Nikodemus tahu bahwa Yesus adalah guru yang diutus Allah? 
  8. Apa tujuan Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia? 
PENDALAMAN
  1. Apakah makna pengalaman iman nabi Yesaya saat Allah menyatakan diri-Nya di dalam bait suci? 
  2. Apa maksud pemazmur melukiskan penyataan Allah dihadirkan lewat suara-Nya yang penuh kuasa? 
  3. Apa makna penyataan Allah yang terjadi di dalam penebusan Kristus menurut Paulus? 
  4. Menurut Yohanes, penyataan Allah diwujudkan dengan peristiwa salib yang terkait karya Roh Kudus. Jelaskan! 
PENERAPAN
  1. “Kehidupan adalah suatu kesempatan untuk belajar bagaimana mengasihi. Kehidupan tanpa kasih adalah kematian (maut)”. Bagaimana saudara memaknai ungkapan tersebut? 
  2. Di dalam dunia yang penuh dengan ketidakadilan, apakah yang dapat dilakukan orang yang telah mengalami kasih Allah? 
  3. Bagaimanakah cara gereja sebagai sebuah komunitas mewujudnyatakan karya Allah Trinitas yang membarui? 
  4. Dampak apa yang dihasilkan oleh gereja jika mampu menjadi sebuah komunitas yang menghadirkan keselamatan dan keutuhan ciptaan? 

Minggu, 31 Mei 2015
Pnt. Noerman Sasono, S.Si. (Teol.)
Comments