Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Kaya di hadapan Allah

diposkan pada tanggal 4 Agt 2016 12.07 oleh Admin Situs   [ diperbarui4 Agt 2016 12.08 ]
Lukas 12: 13 - 21

Pada tahun 1993, Oppie Andaresta mempopulerkan sebuah lagu yang berjudul “Cuma Khayalan”. Salah satu liriknya : “Andai aku jadi orang kaya… Punya mobil mewah, rumah gedong, kapal pesiar dan uang banyak…” Lagu ini, cukup mewakili isi hati sebagian orang dalam hidup ini, yakni menjadi kaya dan menyenangkan diri.

Mengumpulkan kekayaan memang tidak salah. Meraih kesuksesan juga bukan hal yang keliru. Namun semuanya itu akan menjadi salah dan keliru jika kita menjadikan kesuksesan duniawi sebagai tujuan untuk kesenangan diri. Padahal semuanya itu hanyalah alat yang dapat digunakan bukan sekedar untuk menjalani kehidupan ini, tetapi menjadi cara untuk menghadirkan kasih Kristus.

Cara pandang yang keliru dalam pengumpulan harta dapat membawa manusia jatuh ke dalam ketamakan. Menjadi orang-orang yang serakah dan tidak pernah puas untuk terus menerus menimbun harta kekayaan bagi diri sendiri. Saat Tuhan mempercayakan kekayaan, pada saat yang sama ia menghendaki manusia untuk berbuat kebaikan dan menjadi saluran berkat bagi sesama.
  1. Mengapa Yesus menjawab permintaan orang kaya itu dengan memberikan perumpamaan orang kaya yang bodoh? 
  2. Mengapa orang kaya tersebut disebut bodoh saat ia berhasil menumpuk kekayaan untuk bertahun-tahun? 
  3. Apakah arti dari “kaya di hapadan Allah”? berikan contoh kongkritnya! 

Minggu 31 Juli 2016
Pdt. Noerman Sasono
Comments