Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Kekuatan Kasih Sebagai Para Sahabat Allah

diposkan pada tanggal 30 Nov 2015 08.37 oleh Essy Eisen   [ diperbarui 30 Nov 2015 09.22 oleh Admin Situs ]
Kisah Para Rasul 10:44-48; Mazmur 98; 1 Yohanes 5:1-6; Yohanes 15:9-17

Pengantar
Bicara tentang hubungan Allah dengan manusia, ada dua hal yang secara khusus menjadi ciri utama kekristenan, yaitu keselamatan dan kasih. Allah kita kenal sebagai Sang Penyelamat yang sekaligus Sang Kasih. Paska, yang baru saja kita rayakan, merupakan peristiwa di mana Allah menyatakan kasih-Nya melalui penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan. Persekutuan orang-orang yang diselamatkan, sebagaimana persekutuan Bapa–Anak–Roh, adalah persekutuan kasih. Lewat empat bacaan minggu ini kita akan belajar tentang kasih.

Pertanyaan Pembuka
  1. Dalam pengalaman anda, kepada siapa saja biasanya gereja “mempraktekkan kasih”? Kapan dan bagaimana? 
  2. Mungkinkah gereja “mempraktekkan kasih” secara ekslusif? Kapan dan bagaimana? 
  3. Menurut anda, mungkinkah gereja “mempraktekkan kasih” sebagai pencitraan? Kapan dan bagaimana? 
Pertanyaan Pendalaman

Kisah Para Rasul 10:44-48
  1. Apa yang digambarkan teks ini tentang kasih Allah? 
  2. Mengapa Petrus akhirnya mengijinkan mereka yang bukan bangsa Yahudi dibaptis? 
Mazmur 98
  1. TUHAN yang bagaimana yang diagungkan oleh pemazmur? 
  2. Kepada siapa saja keselamatan itu TUHAN perlihatkan? 
1 Yohanes 5:1-6
  1. Apa maksud seseorang lahir dari Allah? 
  2. Apa yang ditekankan teks ini tentang kasih Allah kepada seseorang?? 
Yohanes 15:9-17
  1. Hubungan seperti apa yang Yesus gambarkan dalam teks ini? 
  2. Apa yang mendasari perintah “kasihilah seorang akan yang lain”? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Setelah merenungkan semua bacaan di atas, apakah saudara merasa telah mengasihi dengan benar?
  2. Apakah saudara masih terjebak dalam kasih yang eksklusif atau mengasihi untuk pencitraan? 
  3. Menurut Saudara, kasih itu dituntut atau diberikan? 
  4. Sebagai gereja, hal apa saja yang dapat kita lakukan untuk mempraktekkan kasih secara benar? 
Doa: 
Ya Allah yang baik, mampukan kami mengalami kasih-Mu, agar dengan kasih-Mu itu kami mampu mengasihi setiap orang yang kau ijinkan hadir dalam hidup kami. Amin. 

Minggu, 10 Mei 2015
Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)
Comments