Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Kepuasan Hati

diposting pada tanggal 23 Sep 2016 07.22 oleh Admin Situs
Lukas 16: 19 - 31

Fenomena maraknya para koruptor ditangkap menunjukkan bahwa tindak korupsi muncul dari rasa tidak puas dan tidak cukup atas apa yang dimiliki. Rasa tidak puas dan tidak cukup menunjukkan bahwa manusia mulai kehilangan rasa syukur atas apa yang saat ini menjadi bagian kehidupannya. Padahal spiritualitas kristiani yang harus terus dihayati adalah spiritualitas kepuasan hati yang berpangkal pada sebuah keyakinan bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu yang senantiasa mencukupkan.
  1. Sejauh pengamatan saudara, siapakah orang yang selama ini cenderung melakukan korupsi? Apa penyebab korupsi?
  2. Siapakah tokoh-tokoh dalam kisah injil ini?
  3. Tindakan orang kaya yang seperti apakah yang melanggar etika pada masa itu?
  4. Apa yang membuat si orang kaya tidak mau berbagi dengan Lazarus yang miskin?
  5. Apakah saudara puas dengan segala hal yang saudara miliki sekarang?
  6. Apa yang membuat saudara tergoda untuk tidak mensyukuri berkat yang sudah diterima?
  7. Tindakan konkret apa yang bisa saudara lakukan sebagai wujud kepuasan hati atas apa yang sudah Tuhan karuniakan?
Rasa puas membangkitkan ucapan syukur.
Sebaliknya, tidak pernah puas memicu ketamakan.

Minggu 25 September 2016
Pdt. Noerman Sasono
Comments