Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Kuasa Kebangkitan Yesus Memampukan Umat Untuk Berbagi

diposkan pada tanggal 10 Apr 2015 04.39 oleh Admin Situs
Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31

Pengantar
“Tidak ada makan siang yang gratis.” Ungkapan ini menggambarkan sulitnya berbagi dengan tulus tanpa pamrih di jaman sekarang yang diwarnai dengan individualisme dan pementingan diri sendiri. Prinsip ekonomi “dengan modal sedikit mendapat untuk sebesar-besarnya” menjadi praktek hidup sehari-hari. Dengan prinsip seperti ini, apapun yang seseorang lakukan terhadap orang lain selalu menyimpan pamrih. Yohanes 20:19-31 mengisahkan Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Apa yang terjadi dalam perjumpaan itu? Apa dampaknya?

Pertanyaan Pembuka
  1. Pernahkah anda memberi? Apa yang anda berikan? Mengapa anda memberi? 
  2. Apa yang anda harapkan ketika memberi kepada seseorang? 
  3. Pernahkah anda merasakan kebahagiaan ketika memberi? 
Pertanyaan Pendalaman

Kisah Para Rasul 4:32-35
  1. Siapa saja tokoh yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul 32-35? 
  2. Bagaimana cara hidup para tokoh tersebut? 
  3. Mengapa semua orang yang menjual kepunyaannya meletakkan hasil penjualannya di depan kaki rasul-rasul? 
  4. Menurut anda, apa yang membuat mereka memiliki cara hidup seperti itu? 
Mazmur 133
  1. Apa yang digambarkan dalam Mazmur ini? 
  2. Menurut pemazmur, apa kaitan antara kerukunan dan berkat Tuhan? 
1 Yohanes 1:1-2:2
  1. (ayat 1-4) Siapa yang menuliskan Surat ini dan apa isinya? 
  2. Sebagai apa Allah digambarkan dalam surat ini? Apa kaitan penggambaran itu dengan keberadaan kita (pengikut Yesus)? 
  3. Apa peran Yesus dalam hidup orang berdosa? 
Yohanes 20:19-31
  1. Apa yang murid-murid Yesus lakukan? Bagaimana perasaan mereka? 
  2. Apa yang terjadi kemudian? 
  3. Apa yang Yesus katakan kepada mereka? 
  4. Apa yang murid-murid rasakan melihat kehadiran Yesus yang bangkit? 
  5. Apa perintah Yesus kepada mereka? 
  6. Siapa yang tidak ada saat Yesus datang? 
  7. Bagaimana tanggapan murid tersebut saat murid lain menceritakan kedatangan Yesus? 
  8. Apa yang Yesus lakukan dan katakan kepada murid itu? 
  9. Apa maksud Injil ini dicatat? Apa artinya? 
Pertanyaan Penerapan
  1. Apa yang membuat pengikut Yesus mampu hidup berbagi? 
  2. Apakah masing-masing kita juga sudah mengalami kasih Allah (menerima terang Allah)? Kapan dan dimana? 
  3. Bagaimana kita menanggapi “pengutusan” yang Yesus berikan? 
Minggu, 12 April 2015
Mathyas Simanungkalit, S.Si. (Teol.)
Comments