Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Mencermati Figur Yesus, Sang Pengantara Perjanjian Baru

diposting pada tanggal 3 Feb 2016 15.34 oleh Admin Situs   [ diperbarui3 Feb 2016 15.55 ]
Keluaran 34:29-35, Mazmur 99, 2 Korintus 3:12-4:2, Lukas 9:28-43

Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan kata “figur” sebagai: bentuk; wujud; tokoh.

Minggu ini, gereja seluruh dunia merayakan hari Minggu “Transfigurasi”. Berbekal dari pembacaan Injil, kita kembali menyimak kesaksian rasul-rasul yang menyaksikan Yesus mengalami perubahan bentuk, wujud (trans-figur) saat mengalami kemuliaan dan diapit oleh kehadiran Musa dan Elia, dua tokoh besar perjanjian lama. Musa, kita tahu, adalah sang penerima Taurat. Elia, adalah sang penyuara kehendak Allah yang berperang menentang berhala jahat perusak fokus hubungan umat dengan Allah.

Kehadiran sekejap dari Musa & Elia yang berbicara kepada Yesus terkait tujuan-Nya untuk membarui dunia dengan kasih setia yang berkorban, yang akan digenapi di Yerusalem, lalu diikuti oleh suara dari dalam awan bahwa Yesus adalah Anak yang telah dipilih Allah dan bahwa Dia harus didengarkan, memberikan pesan jelas kepada kita, bahwa: kini telah tiba perjanjian baru dalam kehidupan umat Tuhan.

Kini, tokoh, figur sentral dari berita Alkitab adalah Yesus Kristus! Melalui firman-Nya, kehendak-Nya, cara hidup-Nya, pengajaran-Nya, kasih-Nya, setiap orang yang beriman kepada-Nya dan mengikuti-Nya dengan setia, dapat mengalami anugerah Allah yang membebaskan diri dari kuasa jahat yang membinasakan dalam sebuah perjanjian yang baru.

Oleh sebab itu, kabar baik dari minggu transfigurasi ialah: sekarang ini kita hidup di dalam perjanjian baru. Melalui firman, pengajaran dan karya Tuhan Yesus Kristus, kita akan mendapatkan pembebasan dari kuasa yang jahat! Bagaimanakah tanggapan kita akan kabar yang baik ini? Apakah pikiran, hati dan segenap indera kita bersedia untuk menerima pengajaran Kristus dan cinta anugerah-Nya yang menyelamatkan itu? Siapakah figur utama yang kita ikuti dan teladani dalam hidup ini?

Perenungan
  1. Apa yang terjadi dengan Musa setelah berbicara dengan Allah di gunung Sinai? 

  2. Pelajaran apa yang dapat diambil oleh umat melalui peristiwa yang dialami Musa ini, jika kita memperhatikan sikap umat sebelumnya yang begitu mengagumi figur binatang dengan kilau buatan (lihat Keluaran 32)? 

  3. Pesan apa yang kita dapat dari Pemazmur dari Mazmur 99 tentang cara kita memahami Allah yang berelasi dalam kehidupan kita? 

  4. Paulus menyinggung soal “selubung” dalam 2 Korintus 3:12-4:2. Apa yang dimaksudnya dengan “selubung” itu? Apakah saudara menjumpai dalam bahasannya ini, Paulus mengkritik hidup spiritualitas yang dipandangnya tidak sehat? Lalu bagaimanakah yang sehat itu? 

  5. Apa yang terjadi dengan Yesus di atas gunung itu? Apa makna kehadiran dua tokoh perjanjian lama? Apa yang menjadi tanggapan murid-murid? Apa makna suara dari dalam awan? Kejadian apa yang Yesus temukan sesudah peristiwa di gunung (Luk. 9:37-43)? Apakah ada kaitan peristiwa ini dengan peristiwa sebelumnya di atas gunung itu? 

  6. Bagaimanakah selama ini di dalam hidup, saudara mendengarkan suara dan kehendak Yesus? Apa yang saudara alami setelah taat mendengarkan kehendak Yesus? 


Minggu 7 Februari 2016
Pdt. Essy Eisen

Comments