Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Menolak diam

diposting pada tanggal 14 Sep 2017 00.14 oleh Admin Situs
Yehezkiel 33:1-20 

Banyak orang memilih diam terhadap kejahatan, pilihan untuk diam mungkin terjadi karena takut dan tidak mau repot, apalagi mengambil resiko akan memiliki musuh dan mendapat tekanan. Sementara itu pada saat yang sama, mereka membicarakan perbuatan jahat tersebut, sembari tidak jarang mengutukinya.

Kita membutuhkan lebih banyak lagi orang yang peka terhadap kejahatan/dosa. Bukan hanya menegur, tetapi juga memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan kejujuran, meski jalan itu tidak mudah dan beresiko. Indonesia tidak kekurangan orang baik. Persoalannya, banyak orang baik hanya berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa. Menjadi orang baik saja, ternyata tidak cukup. Kita harus menolak kejahatan, termasuk menegur dan bertindak atas para pelaku kejahatan.
  1. Tugas apa yang TUHAN berikan kepada Yehezkiel? 
  2. Apa makna dari perumpamaan penjaga kota bagi umat saat itu? 
  3. Apakah peringatan TUHAN melalui Yehezkiel berarti berita tentang penghukuman? Atau justru berita pengampunan dosa? 
  4. Di tengah kondisi Indonesia yang saat ini dipenuhi “silent majority” apa tindakan konkrit menolak diam terhadap kejahatan yang dapat saudara lakukan? 
Minggu 10 September 2017
NS
Comments