Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Pergilah dan perbuatlah demikian

diposting pada tanggal 9 Jul 2016 11.23 oleh Admin Situs
Ulangan 30:9-14; Mazmur 25:1-10; Kolose 1:1-14; Lukas 10:25-37

Seseorang tidak otomatis disebut atlit renang karena dia sudah membaca banyak buku teori renang. Dia hanya dapat disebut perenang bila dia sudah membuktikan kemampuannya berenang. Artinya, identitasnya sebagai perenang tidak dapat dibuktikan hanya dengan sejumlah pengetahuan tentang teori renang, tapi terutama oleh kemampuannya mempraktekkan pengetahuan tersebut. Caranya: masuk ke dalam air dan mulai berenang.

Hal yang sama juga berlaku bagi pengikut Yesus. Kemuridan seseorang tidak ditentukan oleh berapa banyak ajaran Yesus Kristus yang diketahuinya. Mengetahui (atau bahkan mungkin hafal) seluruh isi Alkitab tidak membuat seseorang otomatis menjadi pengikut Yesus.

Lukas 10:25-37
  1. Mengapa ahli Taurat menanyakan cara memperoleh hidup yang kekal kepada Yesus? 
  2. Yesus merespon pertanyaan itu dengan pertanyaan. Lalu Yesus menambahkan: “Jawabmu itu benar, perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup”. Apa makna respon Yesus itu? 
  3. Mengapa ahli Taurat itu bertanya kembali tentang “siapakah sesamaku manusia”? Apa makna pertanyaan itu sesungguhnya? 
  4. Yesus merespon pertanyaan ahi Taurat dengan sebuah cerita. Banyak hal menarik dalam kisah itu. Mengapa imam tidak menolong si korban? Mengapa orang Lewi tidak menolong si korban? Mengapa justru orang Samaria yang menolong si korban? 
  5. Yesus bertanya siapa sesama bagi si korban dan orang itu menjawab “orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Menurut saudara, siapa yang dimaksudkan “yang telah menunjukkan belas kasihan kepada si korban”? Dan mengapa ahli Taurat tidak memberi jawaban secara jelas dengan menyebut tokohnya? 
  6. Apa makna hidup kekal bagi saudara pada masa kini? 
  7. Apa sesungguhnya yang Yesus tekankan dalam perikop ini? 
  8. Apa tantangan terbesar yang saudara rasakan untuk mempraktekkan pesan utama Yesus dalam perikop ini? 

Minggu 10 Juli 2016
Mathyas Simanungkalit, (S.Si. Teol.)
Comments