Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Perjumpaan yang menumbuhkan iman dan pertobatan

diposkan pada tanggal 9 Apr 2016 01.42 oleh Admin Situs   [ diperbarui9 Apr 2016 01.43 ]
Kisah Para Rasul 9:1-20; Mazmur 30; Wahyu 5:11-14; Yohanes 21:1-19

Perjumpaan awal dengan seseorang bisa jadi penentu bagi hubungan selanjutnya dan kesan pertama seringkali menjadi momentum untuk tindakan berikutnya. Ketika perjumpaan dengan seseorang tidak meninggalkan kesan apapun, dan juga dalam perjumpaan-perjumpaan selanjutnya, maka perjumpaan itu hanya sekedar sebuah perjumpaan sambil lalu, tidak punya arti apa-apa. Memang, tidak semua pertemuan memiliki makna mendalam bagi kita. Walau setiap hari kita berjumpa dengan banyak orang dan peristiwa, tapi tidak semua peristiwa itu berkesan. Karena itu kita bisa dengan mudah melupakannya.

Bagaimana dengan perjumpaan dengan yang ilahi? Apakah selalu berkesan dan membawa dampak? Atau hanya sekedar sebuah perjumpaan sambil lalu yang segera dilupakan seperti perjumpaan-perjumpaan dengan yang lain? Melalui bacaan Minggu ini kita belajar dari para tokoh yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan serta dampak yang ditimbulkannya.

KISAH PARA RASUL 9:1-20
  1. Bagaimana sikap Saulus sebelum berjumpa dengan Tuhan? Apa saja yang dilakukannya? 
  2. Apa yang dialami Saulus dalam perjalanan ke Damsyik dan apa akibatnya bagi Saulus? 
YOHANES 21:1-19
  1. Apa yang dilakukan para murid setelah kematian Yesus? Mengapa? 
  2. Peristiwa apa yang membuat para murid sadar bahwa mereka berjumpa dengan Tuhan? 
  3. Apa dampak perjumpaan itu bagi para murid, khususnya bagi Petrus? 
Pendalaman dan Penerapan
  1. Apa yang paling berkesan bagi saudara dari cerita perjumpaan Saulus dan para murid dengan Tuhan? Mengapa? 
  2. Perbedaan apa yang sangat jelas terlihat dari sikap para tokoh sebelum dan sesudah berjumpa dengan Tuhan? 
  3. Menurut saudara, kapan dan dimana saja umumnya orang Kristen mengaku mengalami perjumpaan dengan Tuhan? 
  4. Dalam pengalaman saudara, hal apa saja yang membuat perjumpaan dengan Tuhan tidak berdampak apapun bagi pertumbuhan kehidupan beriman seseorang? 

Minggu 10 April 2016
Mathyas Simanungkalit
Comments