Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Memegang teguh janji Allah - 8 Agustus 2010

diposkan pada tanggal 15 Jul 2010 12.25 oleh Essy Eisen   [ diperbarui22 Sep 2010 15.18 ]
Kejadian 15:1-6

Apa yang membuat Abram menjadi takut? Mungkin ia takut akan pembalasan yang akan dilakukan oleh raja-raja yang baru ia taklukkan (Kej 14:15). Tetapi dalam ketakutan itu Allah menguatkannya. Allah berjanji melindungi Abram dan memberikan upah jika ia taat. Seringkali orang menjadi lupa bahwa Allah itu fakta. Opini negatif kehidupan kerap membuat orang melepaskan Allah sebagai fakta dan malah memegang kekuatiran yang kerapkali hanya merupakan opini yang bersifat sementara. Kacamata iman mampu menolong orang untuk dengan bijak melihat kenyataan kehadiran Allah dalam peristiwa hidup yang menguatirkan.

Eliezer adalah hamba kepercayaan Abram. Menurut tradisi, jika Abram mati tanpa keturunan maka Eliezer menjadi pewaris hartanya. Meskipun Abram mengasihi Eliezer, kerinduannya ialah agar keturunannya sendirilah yang menjadi pewaris. Abram tidak dijanjikan oleh Allah kekayaan dan ketenaran, saat itu ia sudah memiliki hal tersebut. Allah, menjanjikan keturunan sebanyak bintang dan pasir di laut (Kej 22:17). Ternyata Allah memahami apa yang dibutuhkan oleh umat-Nya melebihi apa yang umat-Nya sendiri harapkan, sesuai dengan rencana-Nya yang indah dalam pandangan-Nya!

Meskipun Abram sudah membuktikan imannya melalui tindakannya, ternyata imannya itulah yang diperhitungkan sebagai kebenaran (Rm 4:1-5). Kita pun memiliki hubungan yang baik dengan Allah pada saat mau memegang janji Allah dalam kesetiaan. Tindakan-tindakan iman lahir berangkat dari iman yang benar dan setia. Iman yang merupakan keyakinan teguh bahwa Allah adalah seperti yang Ia katakan dan Allah akan melakukan seperti yang akan selalu Dia lakukan. Apakah kita mau setia memegang teguh janji-Nya?

Comments