Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 11 September 2011

diposting pada tanggal 10 Sep 2011 00.38 oleh Essy Eisen
“Karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau”

Yesaya 43:1-7


Allah mengasihi umat-Nya. Ia menciptakan mereka dan bagi Allah mereka sungguh berharga. Allah menebus mereka dan memanggil nama mereka. Di saat kesusahan mereka dipelihara-Nya. Dalam jati diri yang spesial ini, umat Allah dipanggil untuk menghidupi kehidupan yang terpaut dan terikat kepada Allah. Saat melalui jalan kehidupan yang menyulitkan, karena hikmat Allah, mereka dapat melihat kesusahan menjadi peluang untuk bertumbuh di dalam iman dan karakter yang dikehendaki Allah.

Kehidupan di tanah pembuangan di Babel terjadi karena kesalahan umat Allah yang tidak mau menuruti nasihat dan didikan-Nya. Tetapi karena belas kasihan Allah, umat-Nya dapat menggunakan tempat pembuangan itu menjadi sarana bagi pembelajaran dan pendidikan untuk terus maju di dalam iman dan pengharapan. Dalam keadaan yang demikian mereka dimampukan untuk tidak mudah terpengaruh oleh suasana lingkungan yang menyulitkan, tetapi justru mengalami pembaruan diri dari dalam keluar, tetap melangkah menembus tantangan yang ada, bahkan memperbarui lingkungan yang ada itu karena kekuatan dan perlindungan yang dikaruniakan Allah. Karunia pemeliharaan dan penebusan Allah itu kelak tampak dengan jelas juga melalui kehadiran Yesus Kristus. Di dalam nama-Nya, keadaan lingkungan yang menakutkan tidak membuat seseorang menjadi gentar dan menyerah kepada keadaan yang buruk, tetapi dikuatkan untuk tidak kuatir dan tetap melanjutkan kesetiaan kepada-Nya.

Minggu ini rangkaian kegiatan Bulan Keluarga dimulai. Tema tahun ini ialah “I am special, You are special, We are special” atau dalam bahasa Indonesia “Aku berharga, kamu berharga, kita berharga”. Melalui tema ini kita disadarkan untuk melihat keberadaan diri kita sebagai orang yang sangat dikasihi Allah secara spesial. Dalam keberlimpahan kasih itu, cara pandang kita terhadap orang lain pun akan terbarui. Orang lain adalah juga yang dikasihi Allah dan berharga di mata-Nya juga. Dengan begitu satu sama lain akan melihat dengan mata kasih kepada sesamanya dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merusak jati diri yang Allah karuniakan itu dengan kebencian, kekerasan dan pengabaian.

Memang kadang masalah-masalah dapat melanda bahtera kehidupan rumah tangga. Tetapi dengan mata iman dan dalam hati yang berharap kita dimampukan untuk dapat merasakan kasih Tuhan yang dekat hadir bersama dengan kita di dalam bahtera. Masalah-masalah kehidupan menjadi sarana bagi kita untuk semakin jeli mempermurni tindakan kasih dan pembuktian jati diri sebagai orang yang spesial di mata Allah. Ada istilah, “Mutiara biarpun ada di dalam lumpur, tetap mutiara.” Orang yang sudah ditebus Kristus, walaupun berada di dalam masalah kehidupan tetaplah sebagai orang yang sudah ditebus dan dipelihara-Nya. Ini memampukan kita, berangkat dari kesadaran terdalam untuk mengalami transformasi kehidupan menghadapi masalah-masalah yang ada. Tidak hanya itu, keadaan zaman yang menggoda kita untuk menjauhkan diri dari kesetiaan kepada Allah untuk menyatakan kasih, dapat ditangkis dengan mengingat “siapa diri kita” kita di mata Allah sebenarnya. Selamat mengikuti rangkaian kegiatan Bulan Keluarga 2011. Allah yang spesial, akan menjadikan keluarga kita spesial!

(Pdt. Essy Eisen)



Comments