Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 15 Januari 2012

diposting pada tanggal 16 Jan 2012 09.42 oleh Essy Eisen   [ diperbarui16 Jan 2012 09.50 ]
“Mari dan Lihatlah!”
1 Samuel 3:1-20; Mazmur 139:1-6, 13-18; 1 Korintus 6:12-20; Yohanes 1:43-51

Setiap pengikut Kristus adalah Imam-Imam yang melayani Allah sebagai Raja. Inilah pengakuan kita bahwa, walaupun berbeda dalam peranan dan fungsi, Roh Kudus mengaruniakan kepada setiap orang percaya karunia rohani yang memiliki nilai yang sama untuk melayani Allah dan sesama. Allah memberikan rupa-rupa karunia untuk membangun kehidupan setiap insan dalam lingkungan jemaat-Nya bahkan bagi dunia ini. Setiap orang yang cukup peka untuk mendengarkan panggilan Allah dan menjawab-Nya dengan kesediaan dan ketaatan akan dimampukan Allah untuk mendayagunakan talenta yang dipercayakan Allah kepadanya.

Gereja Tuhan Yesus Kristus tidak langsung hadir dalam jumlah besar pada awalnya. Gereja dimulai dengan pemanggilan murid-murid. Sekumpulan orang biasa yang peka mendengar ajakan Kristus dan menjawab “Ya” terhadap ajakan itu. Dalam pembacaan Injil hari ini kita menjumpai orang-orang yang menerima ajakan Kristus untuk pada akhirnya mengajak orang lain untuk menjumpai dan mengikut Kristus.
Filipus, memperkenalkan Kristus kepada Natanael. Ajakan yang tidak begitu saja ditanggapi secara langsung oleh Natanael. Dengan argumen dan pemikiran tersendiri Natanael menyangsikannya. Tetapi apa yang dilakukan Filipus saat itu sungguh merupakan ketekunan. Ketimbang berdebat, memaksa atau marah-marah, Filipus berkata: “mari dan lihatlah!” Ajakan yang rendah hati dari Filipus bagi Natanael untuk secara langsung bertemu Kristus dan mengecek segala argumennya mengenai Kristus.

Saat berjumpa Kristus, Natanael mengalami pencerahan iman. Ia sadar bahwa segala kesan yang terburu-buru ditegaskannya mengenai Kristus tidak tepat. Kristus bukan sekedar datang dari Nazaret. Dialah Raja yang diutus oleh Allah! Keterbukaan hati Natanael untuk Kristus membuat ia menerima janji yang lebih berharga lagi bahwa hal-hal yang lebih besar akan ia terima saat Kristus merajai kehidupannya. Kristus diutus Allah untuk mengentarai hubungan yang hidup antara Allah dan manusia. Semua argumen orang tentang Kristus tidak sah, sebelum ia berani mengecek secara langsung dan tulus kuasa Kristus dengan mengenali dan mengikuti-Nya.

Mari dan lihatlah!” ajakan ini adalah juga bagi kita saat ini. Ajakan untuk menjumpai, mengenali dan melayani Allah dalam persekutuan dengan Kristus dan Gereja-Nya. Selain itu, ungkapan “Mari dan lihatlah!” adalah juga yang harus kita ungkapkan kepada sesama kita dalam rangka memperkenalkan Kristus kepada setiap orang. Saat kita mengikuti pengajaran Kristus, orang akan melihat kuasa Kristus nyata melalui kehidupan kita.

Gereja bertumbuh dan memberikan pengaruh nyata saat setiap orang di dalamnya menyadari bahwa Allah di dalam Kasih Kristus terus memanggil dan mengajak untuk ikut serta dalam penggenapan kerajaan-Nya. Mengikut Kristus dan melayani-Nya dalam persekutuan di dalam Gereja-Nya, melalui pekerjaan kita, melalui tingkah laku kita adalah tindakan yang benar. Kita akan menemui kebahagiaan yang sejati di dalamnya.

Melayani dalam kepengurusan di kemajelisan, komisi atau kepanitian di Gereja merupakan salah satu cara kita berkata “mari dan lihatlah!” kepada sesama orang percaya untuk menjumpai Kristus. Menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai orang tua, sebagai anak, sebagai pekerja yang berdedikasi dan jujur dalam pekerjaan adalah juga ajakan “mari dan lihatlah!” kepada orang lain untuk mengenali kuasa Kristus yang membarui dan memberkati kehidupan. Ingatlah bahwa dengan pertolongan Roh Kudus kita selalu dimampukan untuk memperkenalkan Kristus kepada setiap orang, demi kemuliaan Allah serta kedamaian dan kesejahteraan dunia.

(Pdt. Essy Eisen)

Comments