Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 16 Desember 2012

diposkan pada tanggal 13 Des 2012 09.48 oleh Essy Eisen   [ diperbarui13 Des 2012 09.48 ]
“Hati-Hati: Bahaya hidup tanpa bukti pertobatan!”

Zefanya 3:14-20, Yesaya 12:2-6, Filipi 4:4-7, Lukas 3:7-18

Jika kita sudah terbiasa melakukan sesuatu, lambat laun apa yang kita lakukan itu menjadi kebiasaan. Lama-kelamaan kebiasaan akan menjadi bagian dari diri kita yang susah dilepaskan. Tentu betapa menyenangkan dan menguntungkan sekali jika kita memiliki kebiasaan yang baik. Sebab kebiasaan itu menjadi susah dilepaskan. Misalnya: biasa berdoa, biasa membaca Kitab Suci dan mendapatkan pembaruan hidup karena kebenaran Firman Tuhan, biasa menolong orang lain tanpa pamrih, biasa bersyukur kepada Tuhan dalam segala perkara, dan lain sebagainya. Kebiasaan-kebiasaan itu akan memberikan kepada kita pengaruh yang membangun dalam hidup dan biasanya kita akan melakukannya tanpa beban, penuh antusias dan dengan gembira.

Memang kebiasaan baik bisa saja menjadi rutinitas yang membosankan jika kita tidak memurnikan motivasi kita dalam melakukan kegiatan yang sudah terbiasa itu. Atau yang lebih buruk lagi, jika kebiasaan baik itu tercemar dengan motivasi yang keliru, yang pura-pura, yang dipenuhi maksud-maksud jahat. Misalnya, berdoa adalah kebiasaan yang baik. Tetapi bisa saja berdoa menjadi rutinitas yang membosankan jika tidak lahir dari hati yang rindu dan khusuk dalam berelasi dengan Allah. Atau bisa jadi juga berdoa berangkat dari motivasi yang jahat, saat hati dipenuhi amarah kepada orang lain dan isi doa dipenuhi oleh pementingan bagi diri sendiri saja.

Selain kebiasaan yang baik, kita juga dapat terjebak dalam kebiasaan yang buruk, jahat dan mematikan relasi yang sehat dengan sesama. Misalnya: biasa berpikir buruk tentang orang lain, biasa marah-marah, biasa menggerutu, biasa berbohong, biasa serakah, biasa kasar, biasa kuatir adalah contoh-contoh dari kebiasaan buruk yang akan melenyapkan damai sejahtera dalam hidup kita. Sama dengan kebiasaan baik, kebiasaan buruk acapkali susah untuk diubah, karena seolah-olah sudah menjadi satu dengan diri kita. Tetapi syukur kepada Allah, hal itu bukan mustahil.

Pada minggu Adven ketiga ini kita diingatkan untuk menyadari bahaya hidup tanpa bukti pertobatan. Apa artinya? Artinya kita diajak untuk tidak terjebak dalam kebiasaan buruk yang jahat dan mematikan damai sejahtera dalam hidup. Kita diajak Allah untuk melangkah meninggalkan kebiasaan itu dan kembali di jalan damai sejahtera-Nya. Bertobat adalah tindakan berbalik arah, kembali kepada Allah yang sangat baik itu dan dengan sukacita meninggalkan kebodohan kita yang melulu berkutat pada kebiasaan yang buruk.

Mengapa bertobat memerlukan bukti-bukti? Karena pertobatan adalah proses pemulihan hidup bersama Allah. Bertobat ialah belajar untuk memulai lembaran baru kehidupan dengan mengambil langkah demi langkah segala kebiasaan-kebiasaan baru yang diajarkan Allah melalui Kristus dan Firman-Nya, tentu dengan pertolongan kuasa Roh Kudus. Bukti-bukti pertobatan menjadi seperti lembaran-lembaran latihan kerja yang akan mengarahkan potensi baik diri yang sebenarnya sudah Allah tanamkan saat Ia menciptakan kita. Kristus memampukan kita mengumpulkan “gandum” yang baik dalam hidup kita dan segala “debu jerami” yang tidak berguna akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.

Dalam pembacaan Injil hari ini, Yohanes Pembaptis memberikan contoh-contoh bukti-bukti hidup yang bertobat. Ia mengajak orang untuk mengenali potensi diri yang Allah berikan dalam hal:
  • Berbagi kepada sesama manusia yang membutuhkan.
  • Memiliki rasa cukup dengan tidak mengambil apa yang menjadi hak-hak orang lain.
  • Tidak menjadi rakus dengan memanfaatkan kekuatan diri untuk mengambil keuntungan yang berlebihan dari orang lain.
Tentu masih banyak lagi bukti-bukti pertobatan yang dapat kita kerjakan karena pertolongan Firman Kristus dan kekuatan Roh Kudus. Mari kita manfaatkan kesempatan berharga dari Kristus di Minggu Adven ketiga ini untuk menunjukkan bukti-bukti pertobatan.

(Pdt. Essy Eisen)
Comments