Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 17 Februari 2013

diposkan pada tanggal 14 Feb 2013 16.40 oleh Essy Eisen   [ diperbarui 9 Mei 2014 01.51 oleh Admin Situs ]
Siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan 

Ulangan 26:1-11, Mazmur 91:1-2, 9-16, Roma 10:8-13, Lukas 4:1-13

Saat mengalami masalah hidup yang berat, teraniaya dan tertindas, kepada siapakah kita berseru memohon pertolongan? Siapakah yang tetap ada di hati kita walau kita mengalami kesesakan dalam hidup? Siapakah yang menjadi sumber pertolongan yang sejati dalam hidup ini? Siapa yang berjanji untuk setia menemani bahkan melindungi setiap orang yang kesusahan dan menyediakan segala yang baik sesuai dengan apa yang dibutuhkan?

Dalam hati setiap orang yang percaya, mulutnya tidak akan susah untuk menjawab: “Tuhan!” Ya, Tuhanlah yang menjadi pengharapan. Tuhanlah yang memampukan kita untuk tetap membiarkan kasih, menjadi fokus dalam mencari solusi bagi setiap masalah hidup yang datang menghadang. Ucapan syukur sebagai bentuk nyata dari iman yang percaya bahwa Allah tetap setia melindungi kita, jauh lebih bermakna dan berharga ketimbang keluhan dan gerutu. 


Ketika orang Mesir menganiaya dan menindas umat Israel dan menyuruh mereka melakukan pekerjaan yang berat, mereka berseru kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu TUHAN mendengar suara mereka dan melihat kesengsaraan dan kesukaran mereka dan penindasan terhadap mereka. Lalu TUHAN membawa mereka keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung, dengan kedahsyatan yang besar dan dengan tanda-tanda serta mujizat-mujizat. Ia membawa mereka ke tanah terjanji, dan memberikan kepada kami negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya (Ul. 26:6-9).

Apa yang terjadi setelah mereka lepas dari kesukaran itu? Mereka diajar untuk bersyukur, bersama-sama segenap bangsa yang ada di tengah-tengah mereka. “..dan haruslah engkau, orang Lewi dan orang asing yang ada di tengah-tengahmu bersukaria karena segala yang baik yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu dan kepada seisi rumahmu." (Ul. 26:11).

Benarlah apa yang dikatakan pemazmur. Orang yang hatinya melekat kepada Allah, akan diluputkan Allah. Allah membentenginya. Allah mengasihi orang yang mengenal nama-Nya. Dituliskan bahwa: “Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku." (Mzm. 91:14-16). Ini senada dengan apa yang dikatakan Paulus: “..Tuhan yang sama adalah Tuhan dari semua orang dan bermurah hati kepada semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, "siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan." (Rm. 10:12-13)

Tetap bersyukur saat cobaan dan ujian datang menghadang, adalah bukti dari iman yang hidup. Bersama Tuhan Yesus Kristus, memasuki minggu prapaska pertama ini kita akan berseru kepada nama-Nya dalam berbagai situasi hidup. Selama 40 hari Yesus berada di gurun untuk dicobai si jahat, dan Ia menang. Selama 40 hari, mulai dari rabu abu kemarin, menuju hari kamis putih nanti kita pun akan dimenangkan-Nya, jika kita tetap mengingat apa yang telah dijanjikan-Nya.

Saat hawa nafsu merongrong kita untuk melulu memuaskan kebutuhan dan keinginan insani, kita ingat Tuhan Yesus yang berkata: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." (Luk. 4:4). Saat kita tergoda untuk mempertuhankan kepemilikan, kekuasaan, kejayaan, harta benda dalam hidup ini, kita ingat Tuhan Yesus yang berkata: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Luk. 4:8). Saat kita tergoda untuk menjadikan Allah menjadi seperti “hamba” yang menuruti keinginan-keinginan fana, kita ingat Tuhan Yesus yang berkata: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" (Luk. 4:12).

Bersama Roh Kudus, kita diberikan hikmat dan kekuatan untuk meneladan kepada Yesus Kristus, agar melaluinya Allah, Bapa yang baik itu, tetap dimuliakan melalui perkataan dan perbuatan kita. Firman-Nya menguatkan kita. Memasuki minggu prapaska pertama ini, bukan saja kita dimampukan untuk tetap mengingat nama-Nya saat kesusahan menghadang, tetapi juga dimampukan untuk menjadikan kebaikan-Nya tersalur kepada setiap orang yang ada di sekitar kehidupan kita. Selamat memasuki minggu prapaska pertama dengan hikmat Allah.

Pertanyaan Aplikasi: 
  • Hal-hal apa saja dalam hidup Anda yang dapat membuat iman Anda terlihat dan teruji kesahihannya?
  • Apa yang membuat Yesus menang atas pencobaan di gurun? Apa yang membuat Anda menang atas pencobaan hidup Anda?
  • Apakah ungkapan syukur itu terjadi saat Anda kesusahan atau saat Anda lepas dari kesusahan? Mengapa demikian?
(Pdt. Essy Eisen)
Comments