Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 17 Juni 2012

diposkan pada tanggal 15 Jun 2012 00.47 oleh Essy Eisen
Menjadi orang yang berguna karena didewasakan Allah

Yehezkiel 17:22-24; Mazmur 92:1-5, 13-16; 2 Korintus 5:6-17; Markus 4:26-34

Kerajaan Allah adalah suasana hidup yang dikuasai oleh nilai-nilai kebenaran dari Firman Allah yang menjadikan hidup dipenuhi oleh tindakan kasih yang nyata kepada Allah dan sesama ciptaan-Nya. Melalui kedatangan Yesus Kristus, Kerajaan Allah menjadi nyata di dunia. Kristus menghadirkan Kerajaan Allah itu melalui karya-Nya berupa pengajaran, pemulihan dan penebusan hidup. Karena iman kepada Kristus, kini orang percaya hidup secara baru dengan mati bagi dosa, dan dibangkitkan dalam perspektif baru bersama Kristus. Hidupnya ialah hidup yang menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikut Yesus setiap hari. Segenap kehidupannya harus menjadi tanda-tanda bahwa Kerajaan Allah sudah tiba dan menuju kegenapan-Nya (2 Kor. 5:14-17).

Hidup baru karena kasih Allah adalah proyek ilahi seumur hidup. Inisiatif dan sumber kekuatan pembaruannya berasal dari Allah (Yeh. 17:22-24; Mzm 92:13-16). Allah ialah sumber kehidupan. Kebenaran Firman-Nya membuat hidup menjadi lebih hidup. Karena Allah, hidup manusia menjadi hidup yang bermakna dan tearah kepada damai sejahtera sesuai janji dan rencana-Nya. Hidup di dalam Kerajaan Allah; hidup yang diperbarui Allah, ialah hidup senyata-nyatanya di dunia ini dengan makna sorgawi. Ada proses alamiah dan imaniah di dalamnya. Ada bagian manusia dan bagian Allah.

Tuhan Yesus mengungkapkan Kerajaan Allah seperti benih yang ditabur, tumbuh dan kemudian berbuah (Mrk. 4:26-29). Dengan menggunakan gambaran sesehari ini, Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk melihat kehidupan kita sehari-hari, senyata-nyatanya. Karya Allah tidak sesempit hanya terjadi di gereja saja! Tuhan Yesus tidak menggunakan gambaran yang mengawang-awang dalam cerita perumpaan ini. Secara tidak langsung melaluinya kita diajak untuk melihat keluarga kita, dapur kita, meja kerja kita, masyarakat kita. Di tempat-tempat yang biasa kita geluti itu, kita percaya bahwa Allah pun tengah berkarya membarui kita! Kerajaan Allah hadir membarui segenap aspek hidup kita.

Saat benih ditabur, sang penabur tidak mengetahui dengan seksama bagaimana benih itu tumbuh, tetapi upayanya kemudian diperlengkapi oleh Allah sehingga apa yang ditanamnya mengalami proses transformasi, pembaruan, kedewasaan, hingga menjadi buah yang dapat dipanen, dinikmati, menjadi guna. Benih sebesar biji sesawi, karena kasih karunia Allah dapat bertumbuh dewasa menjadi sebuah pohon yang dapat memberikan naungan bagi burung-burung (Mrk. 4:30-32).

Kasih karunia Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus tersedia untuk memberikan pembaruan hidup bagi mereka yang percaya dan mau dibentuk oleh Kristus. Bagian kita adalah menanggapinya dengan iman, dengan hati yang terbuka dan mau diubahkan-Nya. Allah berkuasa untuk mendewasakan kita sehingga bukan saja kita bertumbuh secara fisik, tetapi juga di dalam iman, pengharapan dan kasih. Dengan hikmat-Nya, kehadiran diri kita di rumah, tempat kerja dan masyarakat akan menjadi kegunaan yang memberkan dampak yang baik di tengah-tengah orang-orang yang kita jumpai dalam keseharian hidup kita.

Melalui Gereja, kita menerima “benih” Firman Tuhan antara lain melalui kotbah, nyanyian, pemahaman Alkitab, momen saat teduh dan kesaksian saudara-saudara seiman dalam kelompok kecil. Saat “benih” itu ada di dalam tanah yang baik, hati yang terbuka, yang mau dibentuk, dididik dan diarahkan, dalam pertolongan kuasa Allah yang baik, ia mengalami transformasi menjadi “pohon” yang berbuah, memberi hasil dan menjadi guna.

Apakah proses itu tengah terjadi di dalam kehidupan kita saat ini? Bersediakah kita didewasakan Allah untuk mengalami pertumbuhan rohani? Bersediakah kita mengalami transformasi yang dikerjakan Roh Kudus untuk menjadi orang yang memberi hasil dan menjadi kegunaan bagi sesama ciptaan Allah?

Pertanyaan Aplikasi
  • Bagaimanakah dan apa-apa sajakah yang telah Allah ubahkan dalam kehidupan Saudara semenjak Saudara mengikut Kristus?
  • Menurut Saudara, apa makna menjadi “dewasa” secara rohani? Apa yang terlihat dalam diri orang yang “dewasa” secara rohani? 
  • Apa yang menyebabkan “benih” Firman Tuhan tidak bertumbuh?

(Pdt. Essy Eisen)
Comments