Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 17 November 2013

diposkan pada tanggal 21 Nov 2013 01.35 oleh Admin Situs
Bermazmurlah bagi Tuhan

(Mazmur 98:5-8)

Musik memainkan peranan penting dalam ibadah orang Israel. Mazmur merupakan nyanyian pujian umat kepada Tuhan, dengan diiringi alat musik gesek dan petik. Kata “Mazmur” berasal dari kata Ibrani “mizmor”. Adapun kitab Mazmur dikenal jemaat-jemaat Yahudi dengan nama “tehillim” atau “sefer tehillim”, artinya “kitab nyanyian pujian”. Arti kata ini sebenarnya kurang tepat karena isi kitab Mazmur bukan hanya pujian saja, tetapi juga doa permohonan, ungkapan kepercayaan, dan bahkan renungan. Namun, kita akan dapat memahami seluruh Kitab Mazmur sebagai kidung pujian kepada Allah dengan memahami setiap doa maupun renungan di dalamnya sebagai pengakuan akan keagungan Tuhan juga. Ada pun arti kata “mizmor”, yang kemudian diterjemahkan sebagai “psalmoi” dalam bahasa Yunani, adalah nyanyian-nyanyian yang biasanya diiringi oleh musik, khususnya kecapi. Karena itu, Mazmur-Mazmur umumnya paling baik kalau dinyanyikan dengan iringan musik sebagai ungkapan pujian kepada Tuhan.

Gereja hendaknya juga senantiasa bermazmur dengan nyanyian sukacita. Charles Wesley dan John Wesley pun pernah berkata: "Kalau ada satu orang yang bertobat melalui Khotbah mereka, maka sepuluh orang dimenangkan melalui nyanyian". John Calvin pun bertutur : "Pada saat kita sedang menyanyikan nyanyian rohani, kita sedang bernyanyi bersama berlaksa-laksa Malaikat Surga". Apa yang diungkapkan oleh Wesley dan Calvin ini sejatinya mengajak kita untuk senantiasa bermazmur bagi Tuhan.

Tidak ada kata-kata yang memadai untuk merangkum segala keindahan Mazmur. Ia mencakup sukacita pengenalan akan Allah, kemesraan hubungan dengan-Nya, kekaguman atas alam semesta, ungkapan penyesalan atas dosa, pergulatan batin dan iman yang luar biasa, ratapan atas kehilangan besar, perasaan dikejar-kejar dan seterusnya. Mazmur adalah soal hidup, tidak kurang daripada itu. Ia adalah ungkapan hidup pengarangnya dan ditujukan untuk memperkaya hidup pendengarnya.

"Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN! Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama (Mazmur 98:5-8).

Daud bersukacita karena ia menyadari Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib. Daud memuji Tuhan karena karya keselamatan yang telah dilakukan-Nya bagi umat manusia. Tuhan telah menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kaki-Nya dan memilih bagi-Nya tanah pusakanya. Dialah Tuhan dan Raja segala bangsa. Ia mengerjakan keselamatan atas kita, menyatakan keadilan-Nya serta mengingat kasih setia terhadap kita. Itu bukan saja dilihat oleh Daud tetapi meliputi seluruh bumi. Dengan bentuk kasih sebesar itu, bagaimana Daud tidak bersorak-sorai dengan lagu pujian bergemuruh dan menyerukan seisi bumi termasuk gunung, sungai dan unsur-unsur alam lainnya? Tidak ada alasan bagi Daud untuk tidak memuji Tuhan.

Sehingga dengan penuh sukacita Daud melantunkan mazmur bagi Tuhan. Apa yang Daud rasakan sejatinya juga kita rasakan, bukankah pemeliharaan Tuhan nyata atas hidup kita? Jika sampai hari ini kita masih bisa bernafas itu karena anugerah-Nya, oleh sebab itu pujilah Dia. Hari ini mari hampiri Tuhan dan berikan puji-pujian yang terbaik untuk-Nya. Mari lantunkanlah puji-pujian bagi Tuhan dengan penuh sukacita. Bermazmurlah Bagi Tuhan hai penduduk bumi.

(Noerman Sasono, S.Si. (Teol.))
Comments