Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 19 Desember 2010

diposkan pada tanggal 14 Des 2010 18.50 oleh Essy Eisen   [ diperbarui27 Des 2010 13.11 ]
Pengalaman akan “Imanuel” harus diberitakan dengan kesetiaan!
(Adven 4)


Yesaya 7:10-16
Raja Ahas berdalih dengan alasan yang kelihatannya baik untuk tidak mencobai Tuhan, tetapi sebenarnya ia tengah mencoba untuk menjauhi kehendak Tuhan. Allah menegaskan bahwa dalam jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun lagi Yehuda akan dibebaskan (Yes 7:16). Raja Ahas dan seluruh penduduk Yehuda akan melihat betapa Allah menyertai umat-Nya, Mereka akan mengalami suasana “Imanuel.”

Hati-hati terhadap alasan-alasan yang justru akan menghalangi kita mendengarkan kehendak-Nya

Mazmur 80:1-7, 17-19
Dibutuhkan kerendahan hati untuk mau bertobat dari dosa. Tetapi pertobatan adalah salah satu syarat agar seseorang dapat memahami betapa Allah berbelaskasihan. Allah memanggil dan meneguhkan setiap orang untuk dapat menjadi saksi betapa Allah sungguh menyelamatkan dan membebaskan.

Tidak pernah sia-sia orang yang berharap untuk mendapatkan pembebasan dari Allah.

Matius 1:18-25

Karena rahmat-Nya, Yusuf dimampukan untuk menerima Maria. Kelak anak yang dikandung Maria menjadi jembatan antara yang ilahi dan insani. Sebagai manusia ia merasakan derita manusia (Ibr. 4:15-16). Sebagai Allah, ia berkuasa menghapus dosa (Kol 2:13-15). Setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Kristus akan mendapatkan hidup yang baru. Yesus Kristus sekali lagi adalah bukti bahwa Allah menyertai umat-Nya. “Imanuel”.

Yusuf yang setia, Maria yang taat, mereka mau menjadi saksi-saksi kebenaran dalam menghadirkan Sang Imanuel, Yesus Kristus di dunia. Bagaimana dengan kita?

Roma 1:1-7

Paulus adalah saksi Kristus yang setia. Dengan tegas ia memaparkan bahwa kehadiran dan karya Kristus sejalan dengan apa yang sudah dinubuatkan dalam kitab-kitab suci. Lahir dari keturunan Daud untuk menjadi Raja Semesta di mana takhta dan kemenangan-Nya tampak dalam kebangkitan-Nya. Setiap pengikut Kristus memiliki hak dan tanggungjawab. Hak sebagai anak-anak Allah dan tanggungjawab untuk menghidupi ketaatan menjadi saksi-saksi-Nya.

Bagaimanakah kita menghidupi tanggungjawab sebagai orang yang sudah menerima kebaikan Allah melalui Yesus Kristus selama ini?

Perenungan

  • Apa arti dari Imanuel?
  • Bagaimana cara Allah memanggil setiap orang untuk menjadi rekan-Nya dalam menghadirkan suasana Imanuel di dunia?
  • Kapan terakhir kali anda mengalami suasana Imanuel? Bagaimana cara Anda menyebarkan pengalaman baik itu agar orang lain juga mengalaminya?
Comments