Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 20 Maret 2011

diposting pada tanggal 17 Mar 2011 18.44 oleh Essy Eisen   [ diperbarui17 Mar 2011 19.06 ]
Nikodemus dan kelahiran kembali

Yohanes 3: 1-17

Kisah pertemuan Tuhan Yesus dengan Nikodemus bagi saya sangat menarik dan terkadang agak lucu juga. Mengapa Nikodemus datang malam-malam untuk bertemu dengan Yesus? Tak bisakah dia datang pada siang hari? Mungkinkah dia takut kalau teman-temannya sesama orang Farisi melihat dia? Atau dia takut dipandang rendah oleh orang-orang Yahudi karena seorang pemimpin Farisi seperti dirinya bertanya kepada Yesus, seorang rabi muda?

Lebih lucu lagi, pertanyaaan-pertanyaan Nikodemus kepada Yesus seolah-olah menunjukkan dia tidak memahami apapun tentang istilah-istilah rohani. Lucu kalau kata-kata Yesus bahwa seseorang harus dilahirkan kembali untuk dapat melihat Kerajaan Allah betul-betul dipahami oleh Nikodemus sebagai peristiwa keluarnya manusia dari rahim ibunya. Demikian juga ia tidak memahami ketika Yesus berbicara tentang orang yang lahir dari Roh.

Istilah-istilah yang begitu akrab di telinga kita sebagai umat Kristen sekarang ini ternyata begitu asing bagi Nikodemus. Namun Nikodemus barangkali lebih jujur daripada kebanyakan kita. Kalau kita ditanya, apakah kita sudah lahir kembali, apa jawab kita? Sudah atau belum? Sudah karena tindakan apa? Belum karena tidak melakukan apa? Kelahiran kembali yang Yesus bicarakan ternyata memang sulit dipahami. Apakah karena seseorang mengangkat tangannya ketika pengkhotbah menanyakan siapa yang ingin percaya kepada Yesus dalam KKR? Apakah karena seseorang berdoa secara pribadi untuk mengakui dosanya dan mengundang Yesus masuk ke dalam hatinya? Ataukah karena menerima baptisan?

Menariknya Yesus juga tidak memberikan petunjuk yang jelas tentang bagaimana kelahiran kembali itu terjadi. Ia katakan, “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Kelahiran kembali itu bagaikan angin yang misterius. Tak heran, Nikodemus juga bingung.

Kelahiran kembali agaknya memang bukan soal teknik atau metode atau mantra ajaib apapun juga yang manusia bisa lakukan. Kelahiran kembali adalah anugerah yang dimungkinkan karena Allah telah mengaruniakan Yesus Kristus kepada dunia dua ribu tahun yang lalu, tanpa peranan kita sedikitpun. Tidak ada di antara kita yang sudah lahir dua ribu tahun yang lalu, bukan? Allah-lah yang bertindak, bukan kita. Kita hanya diminta untuk percaya kepadaNya oleh penulis Injil Yohanes.

Kembali lagi kepada Nikodemus, anehnya Injil Yohanes tidak mencatat akhir percakapan Yesus dengan Nikodemus. Tidak ada kata penutup dan tidak ada lagi respon dari Nikodemus di akhir perikop ini. Apa yang terjadi pada Nikodemus?Apa dia jadi percaya Yesus? Apa dia diselamatkan? Agaknya bukan urusan kita untuk mencari tahu bagaimana anugerah keselamatan Allah dikaruniakan kepada Nikodemus atau kepada orang lain. Kita cukup percaya bahwa “Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Agustian N. Sutrisno

Sumber gambar: http://www.tstl.net/children/newsletters/2003-02.asp
Comments