Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 20 November 2011

diposting pada tanggal 19 Nov 2011 19.45 oleh Essy Eisen
Gembala Yang Baik

Yehezkiel 34:11-16, 20-24, Mazmur 95:1-7a, Efesus 1:15-23, Matius 25:31-46

Kitab suci memberikan kepada kita gambaran sifat dan karya Allah yang menyerupai seorang gembala. Namun lebih dari sekedar gembala, Allah adalah Gembala Yang Baik. Bukti dari kebaikan Allah sebagai Gembala, ialah pada saat keberpihakan-Nya ditunjukan kepada perlindungan dan perhatian kepada yang lemah. Sama seperti seorang gembala memerhatikan dan memedulikan, menjaga dan merawat kawanan domba dengan memperhatikan satu demi satu domba kepunyaannya, demikian juga Allah peduli kepada umat-Nya.

Selain menggembalakan, Allah juga berkenan mempercayakan tugas penggembalaan kepada anak-anak-Nya, baik sebagai pemimpin rohani, pemimpin di tengah keluarga, maupun tugas-tugas lainnya yang terkait dengan pengawasan dan pengarahan kepada orang lain. Kepercayaan yang diberikan oleh Allah ini harus dijalani dengan sikap takut akan Allah, Sang Gembala Agung, sebab pada dasarnya semua orang ada dalam pengawasan Sang Gemba Agung juga, tanpa terkecuali (Yeh 34:11-16, 20-24).

Selain kepercayaan yang diberikan kepada para pemimpin, Allah juga mengajak setiap orang untuk saling menggembalakan satu sama lain sebagai wujud kasih dan perhatian yang nyata. Tugas memerhatikan dan memedulikan, menjaga dan merawat yang dilakukan seorang terhadap yang lain harus dilakukan dengan ketulusan dengan menyadari bahwa Dia juga "hadir" dalam diri orang-orang yang lapar, haus, telanjang, sakit, terpenjara. (Mat 25:31-46). Tindakan kasih yang tulus tanpa pamrih yang dilakukan kepada orang lain dalah ciri dari orang-orang yang mengetahui bahwa hidupnya adalah hidup yang bertanggungjawab dan penuh syukur karena Allah telah lebih dahulu memelihara dan mengasihi-Nya.

Ciri-ciri orang yang mau untuk saling menggembalakan ialah:

a. Bersedia untuk rajin memelajari dan mengajarkan Firman Allah
b. Berdoa untuk dan bersama dengan jemaat
c. Saling mendorong sesama saudara beriman untuk mengikuti kebaktian
d. Saling mendorong sesama untuk ikut berperan serta menjadi pelayan kebaktian
e. Memperlengkapi dan memberdayakan sesama bagi tugas misioner mereka di masyarakat
f. Saling memberikan perhatian khususnya kepada mereka yang miskin, sakit, berduka, dalam kesulitan dan menghadapi kematian

Karakter orang yang mau saling menggembalakan ialah:

o Rendah hati
o Rela berkurban untuk orang lain
o Peduli kepada mereka yang lemah
o Jujur
o Rajin
o Tulus
o Pengampun
o Tidak membeda-bedakan orang
o Dapat dipercaya

Mari kita menghadirkan Gembala Agung dalam kehidupan kita dengan hidup saling menggembalakan satu dengan yang lain dalam hikmat dan kekuatan dari-Nya. (Pdt. Essy Eisen).
Comments