Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 23 Desember 2012

diposkan pada tanggal 21 Des 2012 00.22 oleh Essy Eisen   [ diperbarui21 Des 2012 00.22 ]
“Hati-Hati: Bahaya hidup yang tidak mau jadi jalan berkat!” 

Mikha 5:2-5a, Lukas 1:46b-55, Ibrani 10:5-10, Lukas 1:39-45

“Di jalan hidup yang lebar, sempit, orang sedih mengerang.
Tolong mereka yang dalam gelap; bawalah sinar terang! 

Pakailah aku, jalan berkat-Mu, memancarkan cahaya-Mu!
Buatlah aku, saluran berkat bagi siapa yang risau penat.” 

(NKB 200:1)

Nabi Mikha menyampaikan visi suci bahwa Allah tidak rela melihat umat-Nya berada di dalam kesusahan. Kelak dengan kekuatan yang berasal dari Tuhan, akan hadir Gembala umat-Nya yang akan memimpin dan membimbing mereka kepada segala yang baik yang Allah sediakan (Mi. 5:2-5a). 

Maria mendapatkan berita dari malaikat bahwa dirinya akan dipakai untuk menjadi jalan berkat Allah dengan kehadiran Yesus. Bahkan malaikat itu juga menegaskan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis, melalui Elisabet, sanaknya. Dalam kunjungan Maria kepada Elisabet, mereka berdua mengalami sukacita bersama-sama. Mengapa? Sebab karya Allah dinyatakan melalui diri mereka berdua. Dengan iman yang besar, mereka berdua menjadi hamba-hamba Allah yang taat demi kebaikan banyak orang (Luk. 1:39-45).

Maria bergembira sekali saat mendapat kesempatan untuk melayani. Ia menyanyikan pujian bagi Tuhan. Isi nyanyian Maria penuh makna. Dengan iman Maria mengaku bahwa Allah sungguh peduli terhadap kesusahan umat-Nya. Rahmat Allah sungguh besar untuk memakai Maria menjadi jalan berkat-Nya dengan melahirkan Kristus di dunia (Luk. 1:46b-55).

Setelah besar dan menjadi dewasa, karya Kristus di dunia adalah karya yang utuh, meliputi keselamatan fisik, kejiwaan dan kerohanian bagi orang yang percaya kepada-Nya. Sebagaimana ketaatan Ibu dan “Bibinya”, Yesus Kristus juga melakukan apa yang dikehendaki Allah dengan taat. Ia mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban. Dengan persembahan itu, yang dilakukan-Nya hanya sekali saja untuk selama-lamanya, dan melaluinya kita semua dibersihkan dari dosa (Ibr. 10:5-10).

Di Minggu Adven keempat ini, kita pun boleh mendapatkan sukacita yang sama seperti Maria dan Elisabet. Allah yang baik itu berkenan untuk menjadikan kita jalan berkat-Nya. Saat dunia merayakan dengan penuh sukacita kehadiran Kristus di dunia di momen Natal ini, kita tidak boleh lupa untuk terus mau dipakai Allah menjadi jalan berkat-Nya. Tuhan terus mencipta karya-karya baik-Nya bagi dunia ini, Tuhan juga mengajak kita untuk turut serta dalam karya-karya-Nya itu.

Saat ini Kristus hadir di tengah dunia melalui Firman dan Roh-Nya. Ia memperlengkapi gereja-gereja-Nya di seluruh dunia, supaya setiap pribadi di dalamnya terus bergiat di dalam persekutuan yang benar dengan Allah, serta di dalam kesaksian dan pelayanan mereka bagi dunia. Di dalam pelayanan yang diberkati-Nya itu setiap orang akan merasakan damai sejahtera dan tuntunan Tuhan, Gembala yang baik itu.

Pertanyaan Aplikasi:
  1. Saat saudara berdoa meminta berkat Tuhan, apakah saudara juga berdoa untuk dipakai menjadi jalan berkat-Nya? 
  2. Baik Maria dan Elisabet memiliki keterbatasan saat diri mereka dipakai oleh Tuhan menjadi jalan berkat-Nya. Apa maknanya bagi Saudara saat ini?
  3. Sukacita apa yang didapat oleh orang yang mau dipakai menjadi jalan berkat-Nya?
(Pdt. Essy Eisen)
Comments