Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 24 Oktober 2010

diposting pada tanggal 21 Okt 2010 21.12 oleh Essy Eisen
“Mengasihi lingkungan hidup”


Kejadian 1:27-31
Manusia diciptakan Allah untuk merefleksikan sifat-sifat Allah dalam hidupnya (Kej 1:27). Dalam berkat-Nya setelah penciptaan manusia, Allah juga memberikan mandat suci untuk “berkuasa” atau dalam terjemahan sehari-hari “mengurus” dengan penuh tanggungjawab ciptaan Allah yang lainnya (Kej 1:28). Untuk memenuhi kebutuhan hidup ciptaan-Nya, Allah merancangkan hubungan kesalingterkaitan satu sama lain dalam keseimbangan yang harmonis dan baik (Kej 1:29-31).

“Orang yang tidak mengurus lingkungan hidup dengan penuh tanggungjawab sedang merusak rancangan Allah yang baik berupa siklus yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya”

Mazmur 104:1-24
“Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu” (Mzm 104:24). Begitulah pemazmur merenungkan keadaan lingkungan hidup dalam keterkaitan dengan hidup berimannya kepada Allah yang bijaksana. Kekaguman akan karya Allah yang baik ini, mengajak setiap orang beriman untuk sungguh-sungguh menghargai buah karya Allah dengan penuh hormat dan takut kepada-Nya, Sang Perancang Agung kehidupan.

“Bumi dikasihi dan disayangi Allah. Tegakah kita merusak tatanan yang dikasihi oleh Allah?”

Markus 16:15-16
Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus jelas dan tegas. Kabar Baik yaitu hidup baru karena anugerah Allah di dalam dan melalui Yesus Kristus harus diwartakan kepada semua. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, untuk merefleksikan sifat-sifat Allah dalam hidupnya. Itu rusak karena dosa. Tetapi Yesus Kristus memulihkannya. Kini orang-orang yang diselamatkan Yesus dipanggil untuk kembali merefleksikan sifat-sifat Allah yang baik itu, kepada semua orang, bahkan kepada seluruh ciptaan Allah yang lainnya.

“Peduli kepada lingkungan hidup adalah tindakan penginjilan juga!”

Roma 6:8-13
“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.” (Rm 6:12). Begitulah Paulus menasihati supaya pengikut Kristus sanggup berjuang melawan godaan dosa. Sebelum ikut Kristus, diikat dosa, tetapi sesudah ikut Kristus, harus berjuang melawan godaan dosa yang dapat menjatuhkan. Diri orang percaya harus menjadi senjata-senjata kebenaran dan bukan kelaliman (Rm 6:13).

“Dalam kepedulian untuk mengasihi lingkungan hidup dan menjaga keharmonisannya, setiap orang percaya menjadikan dirinya senjata-senjata kebenaran.”

Perenungan:
  • Bagaimanakah Anda menjalankan mandat suci Allah dan Amanat Agung Kristus dalam kehidupan Anda?
  • Kapan terakhir kali Anda serius untuk melakukan “penginjilan” dalam rangka peduli akan lingkungan hidup? Apa yang membuat Anda tetap serius melakukannya?
  • Lihatlah keadaan rumah Anda dan lingkungan sekitar. Langkah-langkah nyata apa yang Anda lakukan sebagai tindakan peduli untuk mengasihi lingkungan hidup?
Comments