Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 27 Januari 2013

diposting pada tanggal 23 Jan 2013 04.26 oleh Essy Eisen   [ diperbarui 9 Mei 2014 01.51 oleh Admin Situs ]
Firman-Mu, Ya dan Amin! 

Nehemia 8:1-10, Mazmur 19:2-15, 1 Korintus 12:12-31, Lukas 4:14-21

“Amin” adalah bahasa Arab yang sama dengan bahasa Ibrani אָמֵן (“Amen”). Artinya ialah “jadilah demikian, ya benar!”. “Amin” biasa kita sebutkan pada akhir doa. Dengan menyebutkan “Amin”, kita menyetujui dan memberikan diri penuh untuk berpengharapan kepada apa yang kita aminkan itu. Tetapi “Amin” tidak hanya untuk akhir doa saja. “Amin” dapat juga diucapkan saat kita selesai membaca Alkitab, Firman Allah. Dengan mengaminkan kebenaran-kebenaran yang terungkap dalam Alkitab, kita menyetujui untuk menikmati berkat-berkat dari Firman Allah.

Berkat Firman Tuhan beragam. Pemazmur mengatakan berkat-berkat melalui Firman Allah demikian: “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya,” (Mzm 19:8-10).

Pernah pada suatu masa dalam sejarah umat Tuhan, selepas mereka kembali dari pembuangan yang menyusahkan hidup, Firman Allah dibacakan. Lalu umat Tuhan menyambutnya dengan penuh perhatian, mereka menyadari dengan segera betapa berharganya kebenaran-kebenaran yang ada di dalam Kitab Suci bagi hidup mereka (Neh. 8: 1-10). Mereka sungguh-sungguh mengaminkan kebenaran Firman Tuhan.

Jangan lupakan juga pembacaan Injil hari ini. Pada awal masa-masa pelayanan-Nya, Yesus mengajar di rumah-rumah ibadat tentang kebenaran-kebenaran yang ada dalam Kitab Suci. Di Nazaret tempat Ia dibesarkan, diberikan kepada-Nya kitab Nabi Yesaya dan setelah membuka kitab itu, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya, "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." (Luk. 4:16-21).

Dengan mengatakan "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Yesus ingin menegaskan bahwa nubuat Nabi Yesaya tentang Mesias, tengah nyata melalui karya yang sedang dijalani-Nya. Tetapi bukan hanya itu saja, Yesus memberikan kepada kita keteladanan saat kita berurusan dengan Firman Tuhan. Di sini Yesus sedang “mengaminkan” kebenaran-kebenaran Firman Allah untuk berlaku dalam kehidupan dan karya-Nya! Yesus mengajarkan kita untuk memiliki keterbukaan dan kelembutan hati, mau diarahkan oleh kebenaran Firman Tuhan yang membawa kepada hidup yang bermakna, berpengaruh dan berdampak.

Sebagai pengikut Kristus, kita mengikuti jalan-Nya. Sebagai gereja-Nya, kita satu tubuh dalam Kristus dan diberi minum oleh satu Roh (1 Kor. 12:13). Roh Kudus akan menolong kita untuk menerima berkat-berkat melalui kebenaran-kebenaran Firman Allah saat kita mau mengaminkannya dan bersedia dibentuk oleh Firman-Nya menjadi pribadi yang baru setiap hari, untuk semakin serupa seperti Kristus. Jadi jangan abaikan saat teduh untuk membaca Alkitab. Jangan sia-siakan pertemuan-pertemuan pemahaman Alkitab di gereja. Mari aminkan Firman-Nya dengan bersedia membaca, memahami dan memberlakukan kebenaran-kebenaran yang ada di dalamnya.

Pertanyaan Aplikasi
  1. Hambatan-hambatan apakah yang saudara alami saat membaca Alkitab? Mengapa? Hal-hal apa saja yang dapat menolong saudara untuk mengatasi hambatan-hambatan itu? 

  2. Apakah saudara memiliki ayat-ayat favorit di dalam Alkitab? Mengapa saudara memilih ayat-ayat itu? Bagaimana ayat-ayat itu membarui kehidupan saudara? 

  3. “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Mat. 4:4). Apa makna perkataan Tuhan Yesus ini bagi saudara?
(Pdt. Essy Eisen)
Comments