Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 27 Mei 2012

diposting pada tanggal 25 Mei 2012 02.22 oleh Essy Eisen
Roh Kudus Mendorong Kita Berani Bersaksi

Kisah Para Rasul 2:1-21; Mazmur 104:24-34, 35b, Roma 8:22-27, Yohanes 15:26-27; 16:4b-15

Hari ini kita merayakan Minggu Pentakosta. Hari di mana kita mengingat karya Roh Kudus yang menolong kita untuk berani menjadi saksi Kristus di tengah dunia. Dalam pembacaan mingu ini, kita mendapati Roh Kudus yang memampukan murid-murid Tuhan Yesus untuk menceritakan karya baik Allah menembus batasan bahasa dan budaya (Kis. 2:1-21). Memang dalam kisah itu kita mendapati ada juga orang-orang yang meragukannya dan menganggap mereka mabuk. Tetapi murid-murid tidak berhenti dan menjadi putus asa. Petrus sebagai bagian dari murid-murid Kristus meluruskannya. Dengan pertolongan hikmat Roh Kudus Petrus menjelaskan bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan murid-murid adalah karya Allah, sebagaimana sudah dinubuatkan oleh nabi Yoel (Yl. 2:28-32). Roh Allah senantiasa menciptakan pembaruan kehidupan bagi murid-murid dan bagi setiap orang yang melembutkan hati untuk mendengarkan pemberitaan Firman yang disampaikan oleh murid-murid-Nya (Mzm. 104:30). Itulah sebabnya, sebelum pemberitaan Firman, selalu dimulai dengan doa permohonan agar Roh Kudus menolong kita untuk membuka hati bagi kebenaran-kebenaran yang membawa kehidupan yang ada di dalam Firman Tuhan. Ingatlah bahwa Roh Kudus memampukan kita menembus segala keterbatasan kita, supaya kabar baik dari Allah tetap berkuasa membarui kehidupan di dunia ini. Di tengah kecenderungan orang membangun tembok kebencian kepada sesama, maka orang yang dikuasai Roh Kudus akan membangun jembatan kerendahan hati dan kasih untuk menjalin kerjasama yang menguntungkan keduabelah pihak.

Berikutnya, Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat Roma, bahwa Roh Kudus akan membantu setiap orang beriman mengatasi kelemahannya (Rm. 8:26). Karena pertolongan Roh Kudus, orang akan memiliki pengharapan di tengah-tengah kesusahan hidupnya. Allah tidak menafikan bahwa ciptaan-Nya memiliki kelemahan dan kadang mengalami sakit dan kesusahan. Tetapi syukur karena karya Roh Kudus, orang percaya dimampukan untuk tetap mau melangkah dan berjalan bersama dengan Firman Allah dalam menyikapi permasalahan hidup ini. Hikmat dari Roh Kudus memampukan orang untuk memiliki kesabaran dan mengenali peluang-peluang yang akan memberikan pelajaran yang berharga dari kesusahan hidupnya.

Dalam janji-Nya, Tuhan Yesus menjelaskan tentang Penghibur yang membawa kebenaran dari Bapa. Roh Kudus akan memberikan kesaksian tentang Kristus. Dalam penyertaan Roh Kudus, murid-murid didorong untuk bersaksi juga tentang Kristus. Mereka tidak boleh hanya berpangku tangan (Yoh. 15:26-27). Kedatangan Roh Kudus yang menolong, menghibur dan menguatkan murid-murid mendorong mereka untuk insaf akan dosa dan hidup dalam kebenaran. Dalam kendali kuasa Roh Kudus, orang dimampukan menjalankan kehidupan yang memuliakan Kristus (Yoh. 16:4b-15). Orang akan menyadari betapa merugikannya hidup meladeni kuasa dosa yang mematikan dan perlahan akan meninggalkan cara hidup yang lama itu untuk kemudian menjalani cara hidup yang baru, saat Kristus menguasai segenap hati, jiwa dan akal budi. Setiap kata dan perbuatannya menjadi kesaksian yang nyata bagi orang-orang di sekitarnya, dan Allah dimuliakan melalui kehidupannya.

Pertanyaan Aplikasi:
  • Apa saja karya Roh Kudus yang diungkapkan dalam pembacaan hari ini?
  • Mengapa Petrus, Paulus dan Murid-murid Tuhan Yesus berani menjadi saksi Kristus?
  • Dengan cara seperti apakah Roh Kudus telah membarui kehidupan Saudara?
Pdt. Essy Eisen
Comments