Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 27 Oktober 2013

diposting pada tanggal 26 Okt 2013 11.00 oleh Admin Situs   [ diperbarui9 Mei 2014 01.41 ]
“Aku tidak akan memandang rendah kamu”

(Lukas 18:9-14)

Apakah Anda pernah menjumpai seseorang yang menganggap diri sendiri paling benar dan memandang rendah semua orang lain? Bagaimana perasaan Anda saat berhubungan dengan orang yang seperti itu? Apa Anda merasa sebal? Apakah Anda dengan mudah membencinya?

Superioritas atau merasa diri lebih dari yang lain dalam hal moralitas, kesucian hidup, kesalehan dan hal-hal lainnya menjadi salah satu penyebab yang paling besar dalam menghancurkan relasi yang hangat di antara pribadi yang hidup dalam komunitas bersama. Saat kelebihan yang dimiliki seseorang dipakai sebagai ukuran untuk menilai kepribadian yang berbeda dan unik dari orang lain, secara tidak langsung tengah terjadi “perampasan” nilai diri yang serampangan terhadap sesama ciptaan Allah.

Orang yang tinggi hati, ialah orang yang “menginjak-injak” nilai diri orang lain untuk menjadikan nilai dirinya lebih tinggi dari orang lain yang sedang “diinjak-injak” itu. Tetapi apakah perilaku tidak terpuji ini akan menghasilkan kebahagiaan? Oh, malah sebaliknya. Orang yang tinggi hati, pada akhirnya tidak akan mendapatkan “nilai tinggi”. Malah sebaliknya, akan direndahkan! (Luk. 18:14). Situasi seperti ini acap diperibahasakan dengan “Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.”

Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan kabar baik bagi kita minggu ini, supaya kita cakap mengelola pikiran, hati dan sikap hidup dalam berelasi dengan orang lain. Melalui cerita dua orang yang berdoa kepada Allah dalam Lukas 18:10-13, Tuhan Yesus menolong kita supaya kita tidak menjadikan diri sendiri paling benar dengan menyombongkan kesalehan rohani dan mencibir orang berdosa. Ukuran benar dan tidak benar itu adalah hak Allah dan karunia Allah, bukan sebuah prestasi yang dicapai dengan kemampuan sendiri. Bukan hanya itu, kesalehan individu yang tidak diseimbangkan dengan kesalehan sosial (seperti yang dilakukan orang Farisi dalam cerita ini terhadap si pemungut cukai), ternyata tidak dibenarkan Allah.

Di akhir cerita-Nya, Tuhan Yesus menyimpulkan, pemungut cukai yang menyesali dosa-dosanya dan mohon belas kasihan Allah itulah, yang pada akhirnya dibenarkan oleh Allah. Si pemungut cukai dibenarkan bukan karena perbuatan jahatnya disetujui Allah, tetapi karena si pemungut cukai ini menyesali dosa-dosanya, memohon kepada Allah dengan merendahkan diri dan hati, dan dengan tepat memposisikan diri “di bawah” Allah, sebagai anak-anak Allah yang memohon pengampunan dari Allah sendiri. Sedangkan si orang Farisi? dengan sikap tinggi hatinya itu, ia malah bersikap seolah-olah ia “menjadi sama seperti Allah” terhadap sesamanya. Sikap demikian, menurut Tuhan Yesus, tidak dibenarkan Allah!

Keluarga adalah tempat kita mengasah hati, pikiran dan sikap hidup. Minggu ini kita mendapatkan kabar baik dari Kristus untuk mengembangkan pola sikap yang tidak memandang rendah pribadi yang lain dalam keluarga kita. Acapkali godaan untuk meremehkan, mencibir dan tidak memberikan kepercayaan kepada yang lain dapat saja terjadi dalam kehidupan keluarga. Oleh sebab itu:

  • Sebagai orang tua kita belajar untuk lebih banyak mengungkapkan pujian positif meskipun anak-anak kita memiliki kekurangan-kekurangan atau saat mereka melakukan kesalahan, supaya mereka pun belajar untuk tidak menjadi pencibir saat menemui kekurangan-kekurangan dan kesalahan dalam diri orang lain. 

  • Sebagai suami atau isteri kita belajar untuk memfokuskan diri kepada kelebihan-kelebihan pasangan kita, ketimbang membesar-besarkan kekurangan-kekurangan yang mereka miliki dan dengan tulus memberikan pujian positif atas segala karyanya, setiap hari.
     
  • Sebagai saudara dan famili kita belajar untuk tidak memandang rendah saudara-saudara kita yang menghadapi masalah atau jatuh dalam pencobaan, tetapi dengan sukacita mau menjadi saudara sepenanggungan dalam memberikan perhatian dan dukungan. 
Selamat merendahkan diri.


(Pdt. Essy Eisen)
Comments