Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta, 28 Nopember 2010

diposkan pada tanggal 25 Nov 2010 12.50 oleh Essy Eisen   [ diperbarui25 Nov 2010 12.53 ]

Menanti dengan berjaga-jaga berujung kepada damai sejahtera

(Adven 1)

Yesaya 2:1-5

Melalui Yesaya, Allah menegaskan sebuah visi suci bahwa akan tiba saat-Nya, jalan Tuhan menjadi kegemaran bagi banyak orang. Rumah Tuhan menjadi tempat orang-orang belajar untuk hidup dalam jalan yang terang. Saat itu terjadi, “..mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.” (Yes 2:4).

 “Orang yang mau hidup di jalan yang terang, tidak akan lagi belajar perang”

Mazmur 122

“Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!" (Mzm 122:8). Demikianlah ungkapan pemazmur yang merasakan berkat dalam komunitas hidup orang beriman. Pemazmur merasa perlu untuk mendoakan kebaikan bagi tempat di mana terdapat begitu banyak orang merasakan pemeliharaan Allah di dalamnya.

 “Saat tempat berbakti bukan sekedar menjadi tembok-tembok yang mati, tetapi menjadi sarana perjumpaan kasih Allah dengan umat serta kasih umat yang satu dengan lainnya, saat itulah seorang akan yang lain merasa terberkati karena damai sejahtera-Nya.”

 Matius 24:36-44

“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” (Mat 24:42). Begitulah nasihat Yesus saat menjelaskan tentang hari Tuhan menggenapi dengan sempurna janji-janji-Nya. Menanti memang tidak mudah. Kadang dalam penantian seseorang dapat kehilangan pengharapan. Bisa saja seiring berjalannya waktu fokus perhatian bergeser. Cinta kasih kemudian menjadi dingin. Salah satu ukuran kesetiaan yang paling sahih memang adalah waktu. Seringkali pengikut Kristus menganggap sepi pertumbuhan imannya dan seolah-olah menjadi “tuhan” atas hari-hari kehidupannya. Oleh sebab itu nasihat Tuhan Yesus pada bagian Injil Matius ini menjadi penting. Akan tiba saatnya Allah melakukan pemisahan, mengingat keadilan-Nya. Tetapi juga akan tiba saatnya bagi orang-orang yang menunjukkan sikap hidup yang berjaga-jaga akan melihat keindahan kuasa Tuhan, mengingat kasih setia-Nya yang tiada bertara.

 “Kita tidak tahu pada hari mana Tuhan datang, tetapi kita tahu pada hari itu, bahwa orang yang menunjukkan hidup yang berjaga-jaga akan berbahagia dalam damai sejahtera-Nya”

 Roma 13:11-14

Sebagaimana setiap orang mengenakan pakaian setiap hari, begitu juga Paulus menggambarkan pentingnya pengikut Kristus untuk menjadikan Kristus bersatu dalam keseharian karya hidup sehari-hari. Paulus berkata: “…kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” (Rm 13:14).

“Memuaskan nafsu jahat hanya akan melahirkan malapetaka demi malapetaka. Tetapi menggunakan senjata terang untuk mengalahkan nafsu yang jahat akan membuahkan kesabaran, ketekunan, kebijaksanaan dan ketangguhan pribadi orang beriman.”

Perenungan

  • Apakah saat ini Anda sedang menantikan janji Tuhan? Apa yang saat ini sudah Anda lakukan dalam menantikan janji-Nya itu?
  • Apa yang Alkitab katakan tentang ciri-ciri kehidupan orang yang berjaga-jaga menantikan janji Tuhan?
  • Apa yang menyebabkan orang tidak dapat lepas dari pemuasan nafsu yang jahat? Bagaimana Kristus dapat menolongnya? Bagaimana Anda dapat menolongnya?
Comments