Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 2 Desember 2012

diposkan pada tanggal 1 Des 2012 13.46 oleh Essy Eisen
“Hati-Hati: Bahaya kepentingan-kepentingan duniawi!” 

Yeremia 33:14-16, Mazmur 25:1-10, 1 Tesalonika 3:9-13, Lukas 21:25-36

Kita terus memohon kepada Allah, supaya diberikan hikmat dalam pertolongan Roh Kudus agar hati-hati terhadap bahaya-bahaya kepentingan-kepentingan duniawi yang akan membuat jiwa kita sesat dan hilang. Allah mempunyai tujuan yang jelas bagi manusia dan dunia ini, yaitu keselamatan dan bukan kehancuran. Setiap proses yang terjadi dalam hidup kita selalu berujung pada pemulihan hidup. Janji-Nya dalam kitab suci ialah bahwa ada saatnya keadilan dan kebenaran itu dinyatakan. Dalam kepemimpinan Kristus, umat Tuhan akan hidup dalam damai sejahtera yang dikaruniakan-Nya (Yer. 33:14-26).

“Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari” (Mzm. 25:5). Doa pemazmur ini dapat menjadi doa kita juga. Sebab bukankah di dalam hari-hari yang kita lalui acapkali godaan datang silih berganti yang dapat membuat kita kehilangan iman dan pengharapan kepada janji-Nya?

Sebagai pengikut Kristus kita menantikan kegenapan kehadiran Kerajaan Allah. Artinya, sebuah suasana di mana kuasa kasih Allah merajai seantero kehidupan kita. Mulai dari diri kita, keluarga kita, Jemaat kita, masyarakat kita, dunia kita. Ada saatnya masa itu akan tiba! Ada saatnya kita akan mengalami damai sejahtera yang tidak pernah hilang. Allah telah menyediakan segala yang baik bagi mereka yang setia dan tekun memberlakukan apa yang diimaninya. Berproses ke arah itu, pengendalian diri menjadi penting. Kita diundang Kristus untuk terus-menerus menyatakan kepada dunia bahwa Allah sungguh merajai kehidupan kita.

Dalam Lukas 21:34-36 Kristus mengajak kita untuk menjaga diri supaya tetap ada dalam kendali kuasa kasih Allah. Ini menjadi sebuah keharusan bagi pengikut Kristus! Tanpa usaha yang tulus dalam berjaga-jaga dan berdoa, jerat kepentingan-kepentingan duniawi akan membuat hidup kita menjadi hidup yang serampangan, sembarangan dan semau-maunya. Hidup kita menjadi hidup yang tidak terkendali. Seperti seorang pemabuk, yang hanya kelihatannya saja gagah, tetapi tidak pernah memiliki pijakan yang kuat. Ini tentu merugikan bagi kita.

Hari ini memulai masa-masa Adven, masa di mana penantian akan kedatangan Kristus kembali mendapatkan tempat yang besar dalam hidup kita. Tentu juga kita mempersiapkan diri dalam menyambut Natal, saat di mana kita mengingat kenyataan kehadiran Allah di dalam Kristus di tengah dunia ini, sebagai Tuhan dan Juruselamat Dunia. Dalam masa-masa Adven ini, nasihat Paulus kepada jemaat di Tesalonika ribuan tahun lalu, menjadi penting juga bagi kita saat ini: “Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.” (1 Tes. 3:12-13).

Pertanyaan Aplikasi
  • Apakah kepentingan-kepentingan duniawi dapat membahayakan? Mengapa?
  • Menurut Anda apakah Allah merancangkan apa yang buruk bagi Anda untuk masa depan Anda? Mengapa?
  • Apakah yang menjadi pijakan yang kuat bagi Anda dalam hidup ini guna menyongsong masa depan? Bagaimanakah peran Allah di dalamnya?
(Pdt. Essy Eisen)
Comments