Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 30 Desember 2012

diposting pada tanggal 28 Des 2012 09.36 oleh Essy Eisen   [ diperbarui28 Des 2012 09.37 ]
“Bertumbuh Dalam Rencana-Nya"
1 Samuel 2:18-20, 26, Mazmur 148, Kolose 3:12-17, Lukas 2:41-52

Akhir tahun acapkali menghadirkan aneka rasa. Rupa-rupa kejadian telah kita alami entah yang berkesan dan berbekas di hati maupun yang biasa-biasa saja. Ada yang dirundung duka, ada yang berlimpah suka. Dalam iman kita mengamini bahwa apa yang terjadi dalam hidup ini tidak pernah lepas dari pemeliharaan Allah, Bapa yang baik itu. Ia memiliki rencana yang indah bagi setiap anak-anak-Nya.

Ada keindahan menjadi makhluk hidup ciptaan Allah. Kita bukanlah seperti barang yang statis, diam saja dan tidak berubah, tetapi kita dimampukan-Nya berdinamika, bertumbuh, berproses, berubah. Kita bukan saja dapat menjadi semakin tua, tetapi juga bertambah-tambah dalam hikmat-Nya menjadi dewasa dalam segala aspek hidup. Akhir tahun adalah kesempatan yang baik untuk kembali menyadari hal ini, sehingga kita dapat memasuki tahun yang baru dengan optimisme yang sehat bersama-Nya.

Kehadiran Samuel sebagai seorang hakim, nabi dan imam yang dikemudian hari melantik raja Israel pertama, bukan merupakan perkara sekali jadi. Kelahiran Samuel dan pertumbuhannya menjadi seorang anak yang sedari muda berkecimpung dalam pelayanan bagi Allah dan umat-Nya terdiri dari rangkaian proses yang tidak mudah. Tetapi dalam proses itu kita tahu bahwa Allah setia berperan di dalamnya. Semakin hari Samuel di sukai di hadapan Allah maupun di hadapan manusia.

Begitu juga kehadiran Yesus Kristus di dunia ini. Dalam pembacaan Injil hari ini, penginjil Lukas mengisahkan tentang proses pertumbuhan kanak-kanak Kristus. Sebagai seorang anak yang sedang beranjak dewasa baik dalam asuhan Maria dan Yusuf, maupun dalam tuntunan Bapa-Nya, Kristus berproses dengan baik dan utuh sehingga Ia semakin dikasihi Allah dan manusia.

Bagaimana dengan kita para pengikut-Nya? Dalam surat Kolose ditegaskan, kita pun harus terus berproses. Sebagai manusia baru yang telah dikuduskan dan dikasihi Allah, kita harus menunjukkan langkah-langkah maju dalam hal belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Kita terus mengingat bahwa sebagai orang yang diampuni, kita pun semakin murni dalam mengampuni sesama yang bersalah kepada kita. Semua itu terjadi bukan karena kekuatan kita belaka, tetapi karena damai sejahtera Kristus tengah memerintah dalam hidup kita. Kristus menjadi Terang yang menerangi kegelapan hidup kita bukan sekedar slogan, tetapi kenyataan.

Menutup tahun ini, biarlah Roh Kristus dan Firman-Nya menolong kita untuk terbuka pada perubahan dan pembaruan dalam hidup, sehingga semakin hari kita semakin disukai di hadapan Allah dan di hadapan manusia.

Pertanyaan Aplikasi

  1. Perhatikan kepedulian Maria dan Yusuf saat mencari Yesus yang tertinggal di Bait Yerusalem. Apakah kita memiliki kepedulian kepada sesama anggota keluarga kita juga, yang saat ini mungkin sedang "jauh" dari ikatan persaudaraan dengan kita?

  2. Perubahan apa yang Saudara rindukan terjadi dalam kehidupan Saudara saat ini? Bagaimana Saudara akan memulai langkah-langkah perubahan dan pembaruan itu bersama dengan Tuhan?

  3. "Menjadi tua itu biasa, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan". Setujukah Saudara dengan pernyataan ini? Saat usia kita bertambah tua, apakah kita juga sudah bertumbuh dewasa dalam pemikiran, pengelolaan emosi dan pertumbuhan iman?

(Pdt. Essy Eisen)

Comments