Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 5 Mei 2013

diposting pada tanggal 11 Mei 2013 21.12 oleh Essy Eisen
Damai Sejahtera-Ku Kuberikan Kepadamu! 

Kisah Para Rasul 16:9-15, Mazmur 67:2-8, Wahyu 21:10,22-22:5, Yohanes 14:23-29

Semakin kita taat kepada Firman Tuhan, semakin kita dimampukan-Nya untuk menjadi pribadi yang rendah hati. Dalam Firman Tuhan kita menemukan kekayaan hikmat. Hikmat dari Tuhan itu akan membuat kita cerdik dan bijaksana dalam memberikan tanggapan di tengah peristiwa hidup, baik yang membawa sukacita maupun saat kita mengalami kesedihan. Kalau kita mentaati Firman Tuhan, secara tidak langsung kita sedang menunjukkan kasih yang nyata kepada Tuhan. Dalam ketaatan kepada Firman-Nya, kita juga dimampukan untuk dapat menunjukkan kasih kepada sesama kita.

Dalam pembacaan Injil hari ini Tuhan Yesus mengemukakan tentang tiga hal.

Pertama, Tuhan Yesus mengungkapkan tentang Roh Kudus, yang memberikan kepada kita:
Kemampuan untuk belajar Firman Tuhan. Orang Kristen harus selalu menjadi pembelajar sepanjang hidupnya dan Roh Kudus menjadi penolong yang setia dalam setiap upaya pembelajaran Firman Tuhan yang ditempuh oleh orang percaya.
Kemampuan untuk mengingat apa yang dikatakan Tuhan Yesus. Saat kita membaca Firman Tuhan, Roh Kudus akan mengingatkan kita kepada pribadi Kristus. Jadi saat menafsirkan kebenaran Firman Tuhan kita selalu diingatkan untuk memberikan kemuliaan kepada Kristus. Bukan hanya itu saja, saat kita hendak melakukan sesuatu yang jahat, hati nurani kita ditolong oleh Roh Kudus untuk mengingat kembali apa yang seharusnya dilakukan sebagai seorang pengikut Kristus. Kita dikuatkan untuk tidak kalah terhadap godaan si jahat.

Kedua, Tuhan Yesus memberikan kedamaian. Dalam Alkitab, kata untuk “damai” (shalōm), bukan sesempit tidak adanya masalah. “Damai” di dalam Alkitab terarah kepada hal-hal yang akan membuat kita mengalami apa yang baik dengan utuh. Kalau dunia menawarkan “kedamaian” yang lebih kepada “pelarian” dan “pengabaian” masalah, maka damai yang diberikan Yesus adalah damai yang mampu mengalahkan masalah! Damai yang berangkat dari dalam hati. Damai yang tidak mudah dikalahkan situasi dan kondisi sekitarnya.

Ketiga, Tuhan Yesus menjelaskan tentang tujuan-Nya. Ia pergi kembali kepada Bapa. Ada saatnya Kristus menjadi tidak terbatas secara fisik saja kehadiran-Nya di dunia ini, tetapi menuju kemuliaan. Dalam kuasa kasih-Nya saat ini Ia hadir dalam Roh Kudus, Firman Tuhan dan Gereja-Nya.

Apa yang dijanjikan Tuhan Yesus ini nyata benar dalam kehidupan gereja-Nya. Kita membaca dalam pembacaan pertama hari ini, tentang perjalanan penginjilan Rasul Paulus, Ia ditolong oleh kuasa Roh Kudus dalam memberitakan Injil sampai ke Eropa. Di daerah Makedonia-Filipi, Paulus memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus menolong Lidia untuk membuka hatinya, dan Lidia menjadi percaya. Setelah menjadi pengikut Kristus, Lidia bersedia dipakai menjadi jalan berkat Tuhan dengan mengajak Paulus dan rekan-rekan penginjil menumpang di rumahnya. Karena ketaatan kepada Firman Tuhan, Lidia dimampukan untuk memberi kasih.

Saat ini kita memasuki tahun kedua dalam Gerakan Bersaat Teduh. Melalui saat teduh, kita menyisihkan waktu harian kita untuk bersekutu, berkomunikasi dengan Tuhan dan Firman-Nya. Dalam pembacaan Firman Tuhan dan perenungan untuk menangkap pesan dari Tuhan bagi kita, Roh Kudus akan berkarya dalam hati dan pikiran kita, sehingga kita menjadi peka untuk dapat memiliki kelembutan hati dan menuruti apa yang harus kita lakukan sebagai pengikut Kristus. Bukan hanya itu saja, pada tahun ini, di jemaat kita juga digalakkan tentang pembentukan kelompok kecil. Apa itu kelompok kecil? Kelompok kecil ialah kelompok yang terdiri dari 5-10 orang yang berkomitmen satu sama lain menjadi rekan perziarahan dan pertumbuhan rohani bersama-sama. Di dalam kelompok kecil kita dapat saling berbagi makna hidup yang telah diterangi oleh Firman Tuhan. Kita juga dapat saling mendoakan dan menopang satu sama lain di dalam kasih, manakala salah seorang dari saudara seiman kita membutuhkan pertolongan. Itu semua dapat terjadi karena damai sejahtera Kristus yang diberikan kepada kita. Melalui Firman-Nya yang kita taati dan turuti kita dimampukan untuk menyatakan kasih terhadap sesama.

(Pdt. Essy Eisen)
Comments