Kegiatan‎ > ‎Renungan Warta‎ > ‎

Renungan Warta 6 Mei 2012

diposting pada tanggal 4 Mei 2012 01.33 oleh Essy Eisen   [ diperbarui4 Mei 2012 01.40 ]
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.”

Kisah Para Rasul 8:26-40, Mazmur 22:25-31, 1 Yohanes 4:7-21, Yohanes 15:1-8

Siapakah tokoh yang paling berpengaruh dalam hidup saudara? Setiap orang pasti memiliki minimal 3 tokoh yang telah memberikan nilai-nilai kehidupan yang tinggal tetap dan mempengaruhi sikap hidupnya sehari-hari. Sungguh sangat beruntung kalau seseorang memilih dengan benar tokoh yang tepat untuk menjadi panutan dan junjungan hidupnya, sebab dia bukan saja akan memiliki nilai-nilai hidup yang tangguh, tetapi juga dapat memberikan pengaruh yang baik bagi orang-orang yang ada di sekitarnya, baik keluarganya, rekan kerjanya dan sahabat-sahabatnya.

Tuhan Yesus Kristus menggunakan pohon anggur untuk menggambarkan tentang siapa dan apa karya-Nya bagi banyak orang. Bapa Sorgawi adalah “pemilik kebun anggur” dan yang “menanam serta mengusahakan pohon anggur”. Kristus adalah “pokok anggur”. Murid-murid Kristus adalah “ranting” dari “pokok anggur” itu. Mereka yang tidak menempel pada “pokok anggur” tidak akan “berbuah” (Yoh. 15:1-8). Bagi orang Israel yang punya pengalaman hidup berpindah-pindah (nomaden), kebun anggur adalah lambang dari kedamaian yang tetap, sebab untuk mengusahakan kebun anggur dibutuhkan lokasi yang tetap. Menjadi jelas bahwa Kristus menjanjikan sumber kedamaian yang tetap. Sebagai “pokok anggur”, setiap orang yang menjalin hubungan yang berkualitas dengan-Nya akan mengalami pertumbuhan kualitas hidup dan buah-buah tindakan yang indah. Tentu ada prosesnya. Bahkan kadang “ranting” yang berbuah akan “dibersihkan-Nya” supaya “lebih banyak berbuah”. Dalam mengikut Yesus, orang akan menempuh disiplin yang diberikan-Nya untuk keluar sebagai pribadi yang semakin dewasa dan tangguh.

Bagaimana orang dapat menjalin hubungan yang berkualitas dengan Kristus? Pertama, ia harus menyadari bahwa dirinya tidak dapat lepas dari Kristus. Lepas dari Kristus berarti memilih untuk mengalami kematian rohani. Paulus juga pernah mengumpamakan Gereja sebagai Tubuh Kristus, di mana setiap anggota tubuh terkait satu sama lain di mana Kristus adalah Kepala dari Tubuh-Nya. Kehadiran dalam kegiatan gerejawi, turut serta dalam interaksi antara sesama anggota, adalah contoh nyata dari sikap hidup yang menunjukkan kehangatan sebagai bagian dari tubuh Kristus.

Kedua, ia harus menjadikan Firman yang diajarkan oleh Kristus mempengaruhi kehidupannya. Firman Allah diberikan bukan sekedar untuk diketahui, tetapi untuk memperbarui tindakan kita dalam perjuangan melawan godaan dosa yang dapat menarik seseorang ke dalam cara hidup yang lama. Paulus mengungkapkan tentang Buah Roh dalam Galatia 5:22-23 yang berisikan: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Firman Allah menolong seseorang untuk mengenali dan menghidupi apa yang paling utama dan yang memberikan kebahagiaan dalam kehidupan yang penuh tantangan. (Perhatikan tentang kisah Filipus yang menjadikan Firman Allah mempengaruhi kehidupan sida-sida Etiopia dalam Kisah Para Rasul 8:26-40.)

Ketiga, ia harus menjadikan kasih sebagai dasar (1 Yoh. 4:7-21). Keputusan untuk tinggal bersama Kristus dan dalam memberlakukan Firman-Nya didasari oleh kasih. Saat kasih menjadi dasar, maka di sana ada pengorbanan, ada penyangkalan diri, ada kesetiaan, ada ketekunan, ada kesanggupan untuk memberikan diri dan bukan mencari keuntungan diri sendiri. Sehingga di dalam relasi dengan-Nya dalam doa, doa bukan hanya sekedar menjadi sarana ia memperdengarkan permohonan kepada-Nya saja, tetapi juga kerendahanhati untuk mendengar suara-Nya juga. Dalam menghadiri kebaktian dan persekutuan, yang dicari bukan saja apa yang akan aku dapatkan, tetapi apa yang dapat aku berikan kepada sesama saudara seiman. Dalam menjalankan waktu teduh, ada kerelaan dan kerendahan hati untuk seluas-luasnya dididik dan diperbarui oleh Firman-Nya, untuk meninggalkan perbuatan kejahatan dan membiarkan kasih Kristus melingkupi diri.

Pertanyaan Aplikasi:
  • Jika Kristus adalah Kepala gereja dan Saudara menjadi bagian dari Tubuh-Nya, apakah selama ini Saudara telah bersatu dengan Kristus? Peran apa yang Saudara lakukan sebagai anggota Tubuh Kristus?

  • Adakah bagian dari Firman Kristus yang telah memperbarui kehidupan Saudara secara luar biasa dan terus mempengaruhi hidup Saudara sampai sekarang ini?

  • Berkorban, menyangkal diri, tetap berbuat baik walau mengalami derita, tekun bertumbuh dalam iman dan tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri saja. Apa satu kata yang mewakili tindakan-tindakan ini? Bagaimana dengan Kristus dan Kasih-Nya? Bagaimana dengan Saudara?

(Pdt. Essy Eisen)

Comments